My Little Gwen

My Little Gwen
Kamar penuh kenangan


__ADS_3

Di sebuah lokasi di tengah hutan yang berjarak puluhan kilometer dari pemukiman terdekat di perbatasan kota J, terdapat sebuah lahan dengan luas puluhan hektar dengan bangunan bertingkat yang sangat besar di dalamnya.


Orang tidak akan menyangka jauh di tengah hutan yang tidak tersentuh manusia seperti itu akan ada tempat seperti ini. Lingkungan di sana tampak di kamuflase seperti sebuah lahan pertanian beserta pabrik besar dengan lokasi yang sangat luas. Disekelilingnya dibangun tembok dan pagar yang sangat tinggi.


Satu hal yang mustahil untuk bisa mencapai lokasi itu, karena area dalam jangkauan beberapa kilometer sebelum lokasi selalu disterilkan oleh para penjaga terlatih berbadan besar, layaknya para bodyguard.


Para pekerja di lokasi itu memang tampak seperti pekerja-pekerja biasa, tapi mereka sebenarnya adalah pengawal-pengawal terlatih dengan ketahanan dan kemampuan luar biasa.


Tempat ini memang diperuntukkan sebagai sebuah pabrik yang aktif berproduksi sekaligus dijadikan semacam markas dan camp pelatihan. Tempat ini sejatinya dibangun Zaki sejak ia muda dulu. Selain aktif dan berhasil dalam bisnis legal, saat itu Zaki juga masih aktif di dunia bawah, dunia yang terkadang bersentuhan dengan bisnis illegal. Namun meski terlibat bisnis illegal, Zaki sangat menghindari bisnis perdagangan orang dan organ tubuh serta narkoba.


Jauh di ruang bawah tanah bangunan itu terdapat ruangan besar yang terdiri dari banyak kamar. Di setiap dinding ada lemari-lemari besar yang sepintas menyerupai dinding biasa, di dalamnya terdapat berbagai senjata dan alat penyiksaan. Sementara di bagian yang lain terdapat ruangan sangat besar dengan kamar-kamar seperti halnya rumah sakit, lengkap dengan berbagai peralatan medis. Di bagian yang lain terdapat tempat seperti kebun binatang. Di sana terdapat beberapa kandang binatang berisi binatang buas dan penangkaran buaya. Di bagian atas bangunan terdapat landasan helikopter dan jet pribadi.


Rumah sakit yang dibangun Zaki di markas itu bukanlah rumah sakit asal-asalan. Rumah sakit itu dilengkapi oleh tenaga medis, baik tenaga administrasi, perawat, dokter umum dan dokter-dokter ahli. Bahkan di sana dibangun ruang labor, ruang CT scan, ruang rontgen, ruang operasi, ruang ICU, dan ruang lain yang dibutuhkan rumah sakit umumnya.


Rumah Sakit tersebut digunakan untuk kepentingan orang-orang di markas itu sendiri, karena suatu hal yang tidak mungkin membawa para anak buah yang terluka akibat aksi mereka ke rumah sakit biasa. Hal itu pasti akan menimbulkan tanda tanya dan bisa-bisa menarik perhatian dan keterlibatan pihak berwajib


Oleta, wanita setengah baya itu adalah seorang perawat senior yang sebelumnya ditugaskan di markas. Ia sudah lama bertugas di markas, hampir 20 tahun, sejak Zaki masih terlibat dengan dunia bawah.


Oleta kemudian ditarik oleh Ganial ke mansion dengan persetujuan Zafier. Ia diberi tugas untuk merawat tuan besar Zaki.

__ADS_1


Pilihan Ganial jatuh pada Oleta karena Oleta adalah orang yang dapat mereka percaya. Ganial memang tidak mau mengambil risiko terhadap keselamatan sang tuan besar. Oleh sebab itu Ganial menyarankan pada Zafier agar Oleta yang sudah sangat mereka percaya untuk menjaga dan merawat tuan besar Zaki. Apalagi Oleta juga menguasai ilmu beladiri. Ganial khawatir jika memakai orang baru untuk merawat tuan besar Zaki, sangat beresiko.


Sementara itu perdebatan Zafier dan dr. Nico terus berlangsung. Adolf nampak kebingungan harus bersikap seperti apa.


Kemudian atas perintah sang tuan muda yang tidak mau nona Sheza diperiksa dr. Nico, maka Adolf pun bergegas keluar memanggil Oleta.


Tak Berapa lama kemudian Oleta memasuki kamar Zafier dengan perlengkapan medisnya.


"Oleta, aku percayakan pemeriksaan nona Sheza padamu, pastikan ia kembali pulih!", perintah Zafier tegas, tidak mau dibantah.


"Baik tuan muda", ujar Oleta patuh. Kepalanya menunduk tidak berani menatap langsung netra abu sang tuan muda, namun ia sempat mencuri pandang pada dr. Nico dengan kening yang sedikit berkerut. Bagaimana tidak, saat ini di dalam kamar tuan muda Zafier sudah ada seorang dokter spesialis, dr. Nico. Meskipun ia adalah seorang spesialis bedah, bukankah memeriksa seseorang yang tidak sadarkan diri saja adalah hal yang sangat mudah baginya, kenapa justru sekarang ia yang hanya seorang perawat ditugaskan untuk memeriksa noma Sheza.


Zafier yang tersadar bahwa Oleta akan melakukan pemeriksaan, segera memerintahkan semua orang untuk keluar.


"Semua keluar dari ruangan ini. Tinggalkan Oleta dan seorang pelayan perempuan di ruangan ini paman Adolf", perintah Zafier datar.


Semua orang mulai beranjak, namun tidak ada pergerakan sama sekali dari dr. Nico, ia tetap berdiri tenang di dalam ruangan itu.


Zafier menatap dr. Nico tajam. Namun yang ditatap nampak acuh tak acuh saja. Zafier menarik nafas, berusaha mengendalikan dirinya agar tetap terlihat datar.

__ADS_1


"Nah, sekarang kau bisa keluar dari sini Nico!", ujar Zafier dingin.


"Aku ini tenaga medis Zafier, aku harus mengawasi pasienku", ujar dr. Nico lagi tetap pada pendiriannya semula. Semua di ruangan melongo mendengar jawaban dr. Nico. Adolf nampak menepuk keningnya sendiri.


Zafier sendiri tetap tenang, kemudian berjalan mendekati dr. Nico. Adolf nampak menatap khawatir pada tuan mudanya itu akan emosi menghadapi dokter satu itu. Ia masih tidak habis pikir dengan dr. Nico yang keras kepala itu, kenapa begitu berani membantah tuan mudanya.


Sejurus kemudian Zafier menarik paksa dokter Niko keluar dari kamarnya. Sementara dokter Niko hanya pasrah tidak melakukan perlawanan sama sekali ketika Zafier menarik paksa dirinya.


"Kau ini, alih-alih membiarkan aku yang seorang dokter spesialis ini melakukan pengecekan terhadap wanitamu, kau malah menyuruh seorang perawat", kesal dr. Nico, yang tertangkap jelas pada pendengaran Oleta. Ia menjadi serba salah dan tidak enak pada dr. Nico.


Zafier langsung mendelik begitu dr. Nico menyebut Sheza sebagai wanitanya. Dokter yang satu ini minta dihukum sepertinya, batinnya Zafier. Netranya menyorot tajam pada dr. Nico, sekilas aura membunuh sempat menguar dari tubuhnya. Dr. Nico bergidik ngeri.


"Aihh, kau sama sekali tidak bisa diajak bercanda ya", runtuk Nico kesal menyadari aura Zafier yang sedikit berubah menyesakkan. Tapi tak urung, ia tetap keluar, meski ditarik Zafier.


Sesampainya di luar kamarnya, Zafier memerintahkan sesuatu pada Adolf.


"Paman, siapkan kamarku yang ada di lantai utama. Mulai hari ini aku akan memakai kamar itu. Dan panggilkan paman Ganial untuk menemuiku di ruangan kerja", perintah Zafier.


"Baik tuan muda", ujar Adolf patuh. Ia melakukan bow pada Zafier sebelum meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Lantai utama adalah lantai bagian atas. Disana terdapat kamar-kamar utama, milik Zaki dan Zafier. Terdapat lift khusus untuk menuju kamar-kamar tersebut. Namun Zafier memang lebih suka menggunakan kamar masa kecilnya yang terdapat di lantai satu. Karena banyak kenangan yang ia simpan di sana. Namun saat ini ia membawa Sheza begitu saja ke kamar itu tanpa sadar. Jadi dengan terpaksa ia harus menempati kamar utama miliknya itu.


__ADS_2