
Malam itu, setelah mendapatkan panggilan telepon dari Juan yang sedang berada dalam misi pengintaian terhadap tersangka penembakan sang ayah, Zafier langsung menghubungi Carlos untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Ya...mereka akan ikut serta dalam pengintaian itu.
Dan disinilah Zafier sekarang berasa. Dalam perjalanan menuju lokasi pengintaian yang sudah dishare Juan. Merekahanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Carlos memang mengemudikan Range Rover Velar SVAutobiography Dynamic Edition, dengan kecepatan mencapai lebih dari 200 km per jam. Mobil ini adalah varian Velar yang tercepat dan paling kuat yang pernah dibuat oleh Land Rover. Dengan kecepatan tertinggi mencapai 274 km/jam dan waktu berakselerasi dari kecepatan 0-100 km/jam hanya ditempuh dalam waktu 4,5 detik.
Seharusnya mereka bisa sampai hanya dalam hitungan detik saja seandainya mereka menggunakan kendaraan pribadi Zafier. Bugatti Chiron Super Sport-nya yang mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 489 km/jam, dengan waktu berakselerasi dari kecepatan 0-100 km/jam hanya ditempuh dalam 2,3 detik. Hanya saja kedatangan mereka dengan menggunakan Bugatti Chiron pastinya akan sangat menarik perhatian orang-orang di sekitarnya saja, tentunya semua itu akan sangat bertolak belakang dengan maksud kegiatan pengintaian yang mereka lakukan saat ini.
Zafier dan Carlos memang berhenti cukup jauh dari lokasi pengintaian Juan dan anak buahnya yang lain. Mereka bahkan berseberangan arah. Hal itu memang mereka lakukan agar tidak mengganggu rencana awal dari Juan dan anak buah lainnya.
Zafier sangat berharap bisa menangkap
tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Reonal Barton itu, sehingga ia bisa mencari tahu tentang keterlibatan Reonal dalam penembakan ayahnya. Ia juga ingin mendapatkan informasi akurat tentang keberadaan Reonal, agar ia bisa membalas penembakan terhadap ayahnya, yang telah dilakukan atas perencanaan dari Reonal.
Ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan karena sudah lebih dua minggu berlalu, ia belum bisa menemukan keberadaan Reonal
Zafier melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Ia sudah memerintahkan Juan agar mengawasi orang-orang itu terlebih dahulu sebelum menangkapnya. Ia berencana menangkap orang-orang itu tanpa melibatkan pihak berwajib. Ia tidak suka jika ada pihak berwajib yang datang padanya. Ia sangat menghindari untuk berurusan dengan pihak berwajib yang ia rasa cukup terbelit-belit.
__ADS_1
Mobil yang dibawa oleh anak buahnya sudah dari tadi berhenti tepat di depan klub malam. Beberapa orang nampak sudah masuk ke dalam klub malam tersebut.
Zafier maupun Carlos tidak keluar dari kendaraan mereka untuk sementara. Mereka hanya mengawasi dari jauh saja. Ia memang memerintahkan Juan agar mengirimkan anak buahnya untuk mengintai target dari dalam klub dan melaporkan kepadanya semua situasi yang ada di dalam sana.
"Bagaimana dengan situasi di dalam, apakah sudah melihatnya?", Zafier bertanya kepada Juan melalui earphone yang terpasang di telinganya.
"Belum tuan muda, sepertinya Alvin belum datang. Namun saat ini di depan kami ada seorang pria yang kami curigai sebagai orang yang akan melakukan pertemuan dengan Alvin", jelas Juan.
"Terus awasi dan kirimkan gambar yang kau ambil padaku", perintah Zafier
Dan tidak lama kemudian sebuah gambar sudah masuk ke ponsel Zafier, sebuah gambar yang memperlihatkan kondisi di dalam klub, serta seorang pria yang dicurigai sebagai orang yang akan melakukan pertemuan dengan Alvin. Juan dan anak buahnya yang lain pun nampak semakin waspada di dalam sana.
Zafier kemudian memerintahkan Carlos untuk mencari tahu siapa pria yang berada dalam gambar tersebut. Sedetik kemudian Carlos sudah berselancar di dunia maya dengan laptop yang berada di tangannya. Tak Berapa lama kemudian Carlos sudah berhasil mendapatkan informasi siapa pria yang berada di dalam gambar itu. Dari data yang ditemukan Carlos menunjukkan bahwa pria itu mengenal dan berhubungan dekat dengan Reonal Barton. Ketika Zafier masih fokus membaca data pria yang sedang dalam pengawasan anak buahnya itu, tiba-tiba saja sebuah mobil melintas di depan mobilnya. Seseorang turun dari mobil itu. Dari jarak di mana Zafier berada sekarang, ia bisa mengenali wajah pria itu sebagai Alvin, orang yang telah menembak ayahnya. Alvin nampak berusaha menutupi wajahnya dengan menurunkan topi yang dipakainya. Ia berjalan dengan tergesa-gesa ke dalam klub malam.
"Tuan muda, target sudah datang", Juan memberikan laporan.
__ADS_1
"Ya, aku melihatnya, terus awasi ia!", perintah Zafier. Ia bermaksud akan turun setelah ini dan masuk ke dalam klub untuk ikut bergabung dengan anak buahnya yang lain.
Alvin sudah masuk ke dalam tanpa tahu jika ia sedang diawasi oleh beberapa orang yang berada di dalam klub.
Sementara itu, Zafier yang tidak ingin membuang waktu, apalagi dari data yang ia temukan jika pria itu mengenal Reonal. Zafier mengambil 2 pucuk senjata api yang diberikan Carlos. Carlos dari awal memang sudah mempersiapkan semua senjata dan barang-barang yang memang dirasakan perlu dalam pengintaian dan pengejaran target. Zafier dan Carlos pun turun dari mobil. Ia tidak boleh kehilangan jejak pria itu.
Suara musik yang sangat keras terdengar ketika ia memasuki klub malam itu. Zafier melewati lautan manusia yang asik berjoget mengikuti irama musik yang keras bahkan para wanita yang sedang menikmati musik menggodanya dan Carlos sesekali karena ketampanannya.
Zafier terus melangkah maju tanpa mempedulikan tangan nakal para wanita yang membelai wajah dan dadanya. Zafier mengutuk di dalam hati, sungguh ia sangat jijik dengan tangan-tangan itu. Ingin sekali rasanya melepaskan tembakan beruntun ke arah wanita-wanita menjijikkan itu. Berani sekali mereka menyentuhnya. Namun ia sangat diburu waktu, ia tidak mau membuat keributan yang bisa menghancurkan pengintaiannya.
Zafier terpaksa menahan segala emosinya, tangannya hanya sibuk menghalau tangan wanita-wanita itu dengan kasar tapi matanya tetap fokus pada target.
Target semakin terlihat jelas, ia bisa melihat Alvin berbicara serius dengan pria yang berada pada gambar yang dikirimkan oleh Juan tadi. Tangan Zafier semakin mempererat pegangan pada pistolnya, tepat pada bagian pelatuknya.
Zafier semakin lama semakin mendekati target. Ia bisa melihat dengan jelas para anak buahnya berada di sekeliling target namun tiba-tiba suasana menjadi chaos.
__ADS_1
Zavier harus menghentikan langkahnya karena tiba-tiba saja beberapa orang mendekati target dan memukul wajahnya. Zafier memerintahkan anak buahnya untuk diam karena terjadi perkelahian antara target dengan orang lain. Ia mulai mempelajari situasi yang terjadi. Ia menginginkan kedua pria itu ditangkap hidup-hidup, jadi ia memerintahkan anak buahnya untuk tidak menembak di saat chaos seperti itu karena jika mereka salah, bisa-bisa target terbunuh tanpa sengaja.