
103
Rapat siang itu masih berlangsung. Kali ini adalah sesi pemaparan proposal dari masing-masing perusahaan. Saat ini sudah terdapat lebih kurang sepuluh perusahaan yang akan mengajukan proposal kerjasama kepada Safaraz Corporation.
Masing-masing perusahaan yang memasukkan proposal akan diseleksi. Perusahaan yang memenuhi syarat, dan lolos seleksi akan dilibatkan dalam sebuah proyek. Mereka sangat berharap bahwa mereka akan dapat lolos seleksi dan akhirnya bisa bergabung dalam proyek yang akan dilakukan oleh perusahaan Zaki. Perusahaan-perusahaan yang akan lolos seleksi pun akan mendapatkan suntikan dana dan investasi dari perusahaan Zaki sungguh tawaran yang sangat menggiurkan. Tapi sebelumnya masing-masing perusahaan diberikan kesempatan untuk memaparkan semenarik mungkin tentang keunggulan perusahaan mereka serta isi ringkas dari proposal mereka masing-masing.
Meskipun pada tahap awal ini hanya proyek perusahaan cabang dari Safaraz Corporation, namun demikian, para perusahaan peserta itu menganggap bahwa ini sebagai batu loncatan untuk mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam proyek yang lebih besar dari Safaraz Corporation pusat.
Akhirnya sampai pada sesi di mana setiap perwakilan perusahaan akan memberikan paparan tentang perusahaannya dan proposal yang mereka ajukan. Satu persatu dari perwakilan perusahaan tersebut mulai mengambil tempat.
Giliran pertama adalah sebuah perusahaan berskala menengah dikota P, PT. Indonusa Jaya. Seorang wanita cantik nampak berjalan melenggak lenggok mengambil tempat. Ia adalah Kiranti Atmajaya putri sulung Irfan Atmajaya. Sepertinya Irfan akan mencoba peruntungannya dengan mengirim putri sulungnya. Tampaknya ia berharap bahwa pesona putrinya itu akan mampu membuat perusahaannya terpilih sebagai salah satu perusahaan yang terlibat dalam proyek dari Safaraz Corporation.
__ADS_1
Sedari tadi mata Kiranti tampak tak lepas menatap Zafier, nyaris tak berkedip saking terpesona. Ia sangat berharap Zafier akan menatapnya balik. Jika itu terjadi, maka Kiranti akan menggoda Zafier melalui pandangan matanya. Kiranti sangat percaya diri bahwa pesonanya akan mampu meluluhkan hati Zafier. Tapi nyatanya hatinya lah yang telah diluluhkan oleh pesona Zafier.
Sementara itu Zafier sedari tadi nampak acuh dan hanya fokus berbicara dengan timnya. Zafier memang baru pulang dari luar negeri setelah beberapa tahun. Oleh sebab itu ia memerlukan informasi tentang latar belakang perusahaan masing-masing dari Carlos. Carlos sendiri cukup banyak tahu tentang perusahaan-perusahaan berkembang yang ada di kota P, karena memang Carlos cukup lama menjadi perwakilan Zaki di cabang perusahaan Safaraz Corporation kota P ini. Mata Kiranti tampak menyiratkan sebuah kekecewaan yang mendalam. Sepanjang pemaparannya, tidak ada perhatian khusus dari Zafier. Setelah memberikan paparan tentang perusahaan dan proposalnya sesuai dengan waktu yang diberikan kepadanya. Kiranti pun berjalan gontai menuju tempat duduknya kembali. Matanya masih tidak lepas dari wajah tampan Zafier.
Setelah Kiranti mencapai tempat duduknya, kesempatan selanjutnya diisi oleh perusahaan kedua, yakni PT. Mandiri Sejahtera. Kali ini perusahaan tersebut mengirimkan Ryan Adiguna Wijaya, putra tunggal Rahadian Wijaya. Meski belum menjadi direktur utama dari PT. Mandiri Sejahtera, namun Ryan sudah menempati posisi strategis di perusahaan ayahnya. Ia sering kali dilibatkan oleh ayahnya untuk menangani langsung sebuah proyek perusahaan. Ryan nampak serius memaparkan tentang perusahaannya serta proposal yang mereka ajukan. Sesekali matanya mencuri pandang pada wanita cantik yang berada tepat di samping Zafier. Ryan cukup mengenal Sheza karena beberapa kali mereka pernah terlibat dalam pertemuan penting pengusaha di kota P atau pernah terlibat dalam beberapa proyek kerjasama. Ryan sebenarnya cukup mengagumi Sheza, karena selain cantik, ia juga cerdas dan mampu menjalankan tugasnya sebagai CFO. Sayangnya, kekaguman Ryan hanya bisa sebatas kekaguman saja, karena ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk mendekati Sheza selama ini. Bagi Sheza, bisnis adalah bisnis, pekerjaan adalah sebatas pekerjaan. Ia selalu profesional dan tidak pernah berniat melibatkan hati setiap kali menjalankan pekerjaannya.
Sama halnya dengan Zafier, Sheza nampak acuh meski sedari tadi mata Ryan selalu mencuri pandang padanya. Ryan menyadari bahwa Sheza sama sekali tidak memberikan respon khusus padanya, maka setelah memberikan pemaparan tentang perusahaannya, Ryan pun berjalan gontai kembali ke tempat duduknya. Matanya juga menyiratkan kekecewaan.
Selanjutnya satu persatu perusahaan memberikan paparan sesuai dengan urutan dan jadwal mereka masing-masing. Jadwal tersebut telah disusun oleh tim dari Safaraz Corporation. Akhirnya pemaparan sampai pada perusahaan terakhir. Saat ini Zafer nampak serius mengamati seseorang yang sedang memaparkan tentang perusahaan serta proposal yang diajukannya dalam proyek yang akan dibiayai oleh perusahaan ayahnya.
Zafier kemudian mendapatkan informasi dari Carlos bahwa pria itu adalah Stefano Darmawangsa. Ia adalah putra dari Surya Darmawangsa yang pernah berniat jahat pada Sheza, saat ia tengah berada di kota J.
__ADS_1
Seketika ingatan Zafier kembali ke kota J, dimana ia pernah berseteru dengan seseorang yang bernama Stefano Dharmawangsa. Laki-laki yang pada saat itu telah melakukan kejahatan pada Sheza. Sementara ia sendiri juga sudah memberikan hukuman untuk pria itu. Zafier masih ingat skandal yang menghebohkan publik kota J pada saat itu. Surya Darmawangsa saat itu sangat murka, apalagi skandal itu membawa berimbas pada bisnis PT. Darma Wangsa Utama.
Sepertinya laki-laki itu tidak mengenali Zafier. Karena penampilan Zafier saat ini yang sangat jauh berbeda dari penampilannya saat mereka bertemu di kota J.
Sekarang Zafier paham kenapa laki-laki itu menatap Sheza begitu intens sedari tadi. Bahkan saat ia menjelaskan tentang perusahaannya dan isi proposalnya pun matanya tidak lepas dari Sheza.
Akhirnya kita bertemu lagi, gumam Zafier di dalam hati. Matanya menatap pria itu seolah menandainya. Wajah Zafier tampak semakin dingin dan tidak bersahabat. Apakah akan ada proses balas dendam tahap dua??
Zafier semakin meradang manakala ia melihat pria itu semakin berani mencuri-curi pandang pada Sheza. Tanpa ia sadari tangannya mengepal kuat, bawah matanya berkedut dengan bibir yang mengatup rapat menahan amarah. Tapi....tunggu dulu, batin Zafier. Kenapa juga aku harus marah?. Ah...ya, sebagai seorang anak, aku pasti marah, aku cuma melindungi calon istri daddy dari orang-orang yang berniat mengganggunya, batin Zafier lagi mencari pembenaran.
Zafier tiba-tiba menatap Sheza tanpa sadar. Namun yang dilihatnya tengah sibuk dengan berkas-berkas yang ada di depannya. Ia dengan serius mendengarkan setiap perwakilan dari perusahaan yang menjelaskan tentang perusahaan dan isi proposal mereka kemudian membandingkannya dengan data-data yang dimilikinya. Ia nampak acuh, meskipun banyak mata menatap terpesona padanya. Ia nampak sangat serius, wajah yang berbeda dari saat Zafier pertama kali bertemu Sheza.
__ADS_1
Satu poin yang bisa Zafier tangkap adalah Sheza sangat jauh dari tampilan seorang wanita penggoda. Ia seorang yang profesional dalam bekerja.
Ayahnya tidak salah mencari calon istri, batinnya pilu. Dad, bolehkah aku merebut calon istrimu, bisiknya lirih dalam hati.