My Little Gwen

My Little Gwen
Pilihan yang berat


__ADS_3

Zafier sampai di Bandar Udara Rotterdam-Den Haag atau dulu dikenal sebagai Bandar Udara Zestienhoven.


Sepupunya Adriea sudah menjemput di bandara, ditemani seorang temannya.


Sopir Adriea bergegas memasukkan semua barang Zafier dan Gavin ke dalam mobil.


"Hallo mijn neef (belanda: sepupuku)", sapa Adriea.


" Hoe gaat het met je?(belanda: bagaimana kabarmu)", sapa Zafier.


"Met mij gaat het goed (belanda: kabarku baik)", jawab Adriea


"Bagaimana kabar grootvader, grootmoeder dan oom?", tanya Zafier lagi.


"Mereka semua baik, kau tau neef, grootvader, grootmoeder selalu menanyakanmu, aku sampai bosan mendengarnya, mereka bersikeras untuk ikut menjemputmu, untungnya Arabell berhasil mengalihkan mereka berdua, sehingga aku berhasil kabur", ujar Adriea sambil tertawa.


"Oh iya, perkenalkan ini temanku Jade", ujar Adriea memperkenalkan temannya.


"Hallo", sapa Jade dengan suara dibuat semerdu mungkin dan tatapan mata menggoda.


"Hallo, aku Zafier", sapa Zafier memperkenalkan diri dengan singkat, tidak ada basa basi setelah itu.


Zafier yang sudah sangat terbiasa menghadapi wanita seperti Jade, hanya diam dengan aura dinginnya.


Tiba-tiba Gavin menyenggol tangan Zafier.


"Kau tidak memperkenalkanku Zafier?", pinta Gavin lagi.


"Kau kan sudah kenal Adriea", jawab Zafier santai


Adriea yang mendengar pembicaraan Gavin dan Zafier tersenyum.


"Jade itu sahabat neef Zafier, Gavin", ujar Adriea.


"Hai Gavin", sapa Jade biasa saja, sangat berbeda ketika dia menyapa Zafier tadi.


"Hai Jade, kau teman kuliah Adriea?", tanya Gavin berusaha lebih ramah.


"Hmmm... iya", jawab Beatrix malas.


"Kuliahmu sudah selesai di EUR?", tanya Zafier.


"Belum, aku masih....", belum selesai Jade menjawab, Zafier sudah memotong.


"Maaf, aku tidak bertanya padamu, aku bertanya pada mijn neef, Adriea", potong Zafier dengan santai.


"Ya tuhan Zafier", Gavin menepuk jidatnya melihat sikap Zafier.


"Hahaha....sabar Jade, aku sudah bilang bagaimana neef Zafier, tapi kau bersikeras juga ingin lebih mengenalnya", ujar Adriea tertawa.


Wajah Jade langsung memerah karena malu.


"Tahun ini aku tamat di EUR, tapi daddy memintaku untuk melanjutkan master bisnis di sana, padahal aku sudah malas untuk belajar", keluh Adriea lagi.

__ADS_1


"Terima saja takdirmu neef", ujar Zafier sambil tersenyum


"Semoga ini pindah jadi takdirmu neef", ujar Adriea lagi sambil tertawa.


"Kita lihat saja nanti", ucap Adriea mengerlingkan matanya penuh tanda tanya.


Perjalanan mereka berhenti di depan sebuah pintu gerbang besar. Seorang penjaga gerbang membukakan pagar. Kemudian mempersilahkan mereka masuk sambil menunduk hormat pada Adriea dan Zafier.


Setelah melewati halaman yang lumayan luas, mereka berhenti tepat di depan pintu masuk.


Sopir membukakan pintu mereka. Pelayan juga telah membukakan pintu masuk.


Baru memasuki pintu depan terdengar teriakan Arabell yang langsung memanjat punggung Zafier.


"Ya tuhan Arabell, apa kamu tidak bisa menghargai CEO ISG Groep", hardik Adriea pada adiknya sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan adiknya.


"Iiish... bilang saja kakak iri tidak bisa sepertiku", cibir Arabell.


"Arabell turun, mijn kleinzoon is moe na de vlucht (belanda: cucuku lelah setelah penerbangan)", hardik sang kakek.


Sambil merengut Arabell turun dari punggung Zafier.


"Jika neef Zafier sudah datang, grootvader sudah tidak menganggapku sebagai kleinzoon (belanda: cucu) lagi", rungut Arabell kesal.


Zafier tersenyum melihat pertunjukan demi pertunjukan. Itulah sebuah keluarga, itulah kenapa Zafier lebih betah di Belanda, keluarga ibunya begitu mencintainya. Sedangkan di Kota P, ia hanya punya daddy yang sibuk dengan bisnisnya saja.


Zafier mendekati sang kakek, mencium tangan sang kakek, suatu kebiasaan di negara kelahirannya, selanjutnya memeluk sang kakek.


Semua yang dilakukan Zafier tidak lepas dari perhatian Jade, hatinya menghangat. Seorang lelaki dingin ternyata menyimpan selaksa kehangatan, batinnya.


"Hmm... sepertinya sulit nona", bisik Gavin yang tiba-tiba sudah berada tepat di sebelah Jade. Jade kaget bukan main. Ia melotot kesal pada Gavin yang cengengesan sambil mengerling nakal pada Jade.


Di ruang keluarga sudah menunggu keluarga yang lain. Mereka saling menyapa dan bercengkrama melepas rindu.


Menjelang makan malam, para wanita kecuali Arabell, mempersiapkan perjamuan makan malam. Sementara para lelaki menuju ruang kerja untuk suatu pembicaraan serius. Gavin tau diri, dia memilih menemani Arabell menonton di ruang tengah.


_______


"Ada hal yang ingin kami bicarakan Zafier", ujar Alex mengawali pembicaraan.


"Aku dan daddy sudah sepakat bahwa kau sebagai cucu lelaki satu-satunya akan meneruskan perusahaan keluarga ini", ujar Alex.


Zafier sudah bisa menduga bahwa permintaan ini pasti akan datang juga suatu saat nanti, tapi Zafier tidak menyangka akan secepat ini.


"Kenapa harus aku oom? Kan masih ada oom, ada Adriea", tanya Zafier lagi.


"Kau kan tau aku sedang sakit Zafier, dokter telah menemukan beberapa orang pendonor ginjal, mudah-mudahan ada yang cocok. Aku tidak boleh terlalu kelelahan fisik dan pikiran. Selama ini Adriea yang banyak membantu pekerjaanku. Jika kuserahkan semua tanggung jawab pada Adriea, aku takut akan berpengaruh pada saham dan relasi bisnis perusahaan kita. Adriea masih kecil, belum punya pengalaman bisnis", lanjut Alex panjang lebar.


Zafier menarik nafas berat, sebuah pilihan yang sulit.


"Biar kupikirkan dulu oom, sebenarnya kalau bisa aku ingin menolak saja, perusahaanku sendiri sedang berkembang, aku tidak mungkin meninggalkannya, sementara daddy juga sudah lama memintaku untuk melanjutkan perusahaannya", ujar Zafier lagi.


"Baiklah Zafier, tolong kau ambil keputusan yang terbaik, namun aku mohon kau bisa membantuku untuk sementara waktu, karena aku ingin fokus pada pengobatanku dulu", mohon Zafier.

__ADS_1


"Ok oom, ik zal mijn best doen (belanda: baik paman, akan kulakukan yang terbaik)", janji Zafier


"Sekarang oom fokus saja pada pengobatan om, aku akan membantu oom selama aku di sini. Untuk sementara besok Gavin akan ke Amsterdam, dia yang akan menghandle perusahaanku di sana", jelas Zafier lagi.


"Terima kasih mijn kleinzoon (belanda: cucuku)", ujar sang kakek sembari memeluk Zafier terharu.


"Terima kasih Zafier", ujar Alex lagi.


"Besok aku akan membawamu ke perusahaan, dan memperkenalkanmu, Zafier Alderts Castellein", ucap Alex bangga.


"Jangan lupakan Safaraz ku oom", ujar Zafier sambil tersenyum.


" Pasti mijn neef (belanda: keponakanku) Zafier", ujar alex sambil memeluk Zafier.


"Satu masalah selesai", batin Zafier


_______


Setelah makan malam keluarga, Zafier memasuki kamarnya. Kamar ini tidak ada yang berubah, masih sama seperti ketika ditinggalkannya. Seperti halnya di kantor, di atas nakas ada beberapa pigura kecil dengan foto Gwen, ada foto dirinya ketika kecil bersama Gwen dan foto Zafier bersama keluarganya.


Foto Gwen kecil dan fotonya bersama Gwen menarik perhatian Zafier. Zafier menatap lama kedua foto itu secara bergantian.




Zafier tersenyum melihat fotonya bersama Gwen. Memorinya kembali mengingat moment lucu ketika Waktu itu Gwen ngotot untuk berdiri di atas kursi agar perbedaan tinggi mereka tidak begitu kelihatan. Gwen juga memaksa memakai kacamata agar dia kelihatan dewasa, ucap Gwen saat itu.


Kisah Zafier dan Gwen memang sudah diketahui semua keluarga mommy. Mereka mengenal Gwen melalui cerita mommy ataupun cerita Zafier.


Tiba-tiba ponsel Zafier berbunyi. Panggilan internasional.


"Daddy...", ujar Zafier. Zafier bergegas menekan tombol on.


"Hallo dad", sapa Zafier.


"Hallo Fier", sapa Zaki kembali.


"Bagaimana kabar daddy", tanya Zafier.


"Aku hanya akan baik-baik saja kalau kau mau kembali ke negara kelahiranmu", ujar Zaki menahan emosinya.


"Dad, maafkan aku", mohon Zafier.


Zaki menghela nafas berat.


"Sudahlah Fier, aku akan bersabar di sini menunggumu, sampai kau kembali ke sisiku lagi", ujar Zaki pasrah.


"Bisakah kau jadwalkan perjalanan ke sini, ada hal penting dan serius yang harus kubicarakan dengan mu", ujar Zaki.


"Baik Dad, aku akan atur jadwalku ke sana dad, aku akan kabari daddy segera, hanya saja untuk saat ini ada persoalan penting yang sedang aku tangani", ujar Zafier.


Zafier pun menjelaskan semua kejadian dan permasalahan yang tengah di hadapinya.

__ADS_1


Untungnya Zaki mengerti, dan bisa menerima kalau putranya belum akan kembali dalam waktu dekat ini.


Zaki sendiri menyadari kalau dia pun memang butuh banyak waktu untuk menggembleng Sheza menjadi wanita tangguh.


__ADS_2