My Little Gwen

My Little Gwen
Carlos terlihat bahagia


__ADS_3

Gerak reflek Carlos menangkap tubuh Sheza yang nyaris terhempas ke jalanan beraspal yang keras, tak dinyana justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Tapi walaupun begitu, demi Sheza Carlos rela berkorban walaupun harus berhadapan dengan sang tuan muda. Karena tidak mungkin ia akan sanggup membiarkan tubuh lemah wanita cantik itu menyentuh aspal yang keras itu tepat di depan matanya.


Dan benar saja saat ini Carlos harus berhadapan langsung dengan sang tuan muda yang dingin itu. Tiba-tiba saja Carlos merasakan aura yang mencekam di sekelilingnya. Tepat di saat netranya tanpa sengaja menatap netra abu nan tajam milik sang tuan muda. Carlo membeku di tempat. Netra itu berubah menjadi lebih tajam dan dingin, menatap lurus ke arah Carlos.


Sejurus kemudian Carlos merasa udara di sekitarnya menjadi sesak, tengkuknya terasa dingin. Ia bisa menangkap tatapan tajam dari sang tuan muda yang tertuju tepat ke dirinya. Tatapan dingin dan mematikan itu membuat Carlos mendadak gemetar. Ia hampir membeku saat melihat tatapan Zafier yang sedingin es.


Carlos menundukkan kepalanya, menatap tanah pijakannya. Tidak kuat menghadapi tatapan penuh aura dominan itu. Ia merasa terintimidasi begitu saja. Jangan bilang anda cemburu tuan muda, batin Carlos. Ia meringis, menyadari situasi. Ia masih sangat sayang nyawanya. Masih banyak mimpi-mimpi yang belum ia raih, masih banyak rencana-rencana yang belum ia wujudkan.


Ya ampun tuan! Jangan menatapku seperti itu. Kalau anda terus menatap saya dengan aura mengintimidasi seperti itu bisa-bisa jantung saya berhenti mendadak, ringisnya lagi, namun hanya mampu ia ucapkan dalam hari saja. Ini kan bukan salah saya juga tuan, tidak mungkin saya membiarkan Sheza terluka karena membentur aspal yang keras ini, batinnya lagi.


Meskipun ekspresinya terlihat datar namun Zafier tidak dapat menyembunyikan kekesalannya melihat Sheza yang tengah berada di dalam pelukan Carlos.


Rahangnya mulai mengeras dengan guratan urat nadi yang nampak menonjol. Ekspresi dinginnya tak berubah, hanya ada kilatan emosi tersendiri di matanya. Rasanya ingin sekali menelan Carlos hidup-hidup detik itu juga.


Rasanya ingin sekali menghajar asistennya itu, tampang tidak bersalahnya itu benar-benar menyebalkan. Rasanya ia ingin sekali ia berlari, merebut tubuh Sheza dari dekapan Carlos. Ia kembali melirik tajam secara bergantian, dari wajah Carlos dan kemudian beralih pada Sheza yang berada dalam dekapan Carlos.


"Wajahmu terlihat sangat bahagia bisa mendekap tubuh calon ibu sambungku", sindir Zafier tajam dengan ekspresi dingin. Matanya pun memancarkan aura mengintimidasi, sindiran pedasnya lebih kepada sebuah tuduhan.

__ADS_1


Carlos terkesiap mendengar ucapan sang tuan muda yang biasanya terlihat acuh ini. Meski ia akui, ia sedikit panik mengakui kebenaran pernyataan yang keluar dari bibir sang tuan muda. Sejak kapan sang tuan muda berubah menjadi cenayang. Bisa-bisanya ia tau apa isi hati Carlos sesungguhnya.


Namun Carlos berusaha bersikap tenang. Hanya saja ada sedikit hal yang menggelitik pikirannya. Sejak kapan sang tuan muda begitu peduli dengan peristiwa yang terjadi di sekitarnya, apalagi terhadap makhluk yang bernama wanita. Kenapa sang tuan muda akhir-akhir ini tampak sangat berbeda dari kebiasaannya, apalagi hari ini. Rasanya sang tuan muda baik-baik saja, tidak mendapatkan luka apapun pada saat peristiwa menegangkan tadi. Kepalanya pun tidak mengalami benturan sedikitpun meskipun Carlos membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. Carlos masih sibuk dengan pikirannya sendiri, namun tanpa sadar netranya malah menatap sang tuan muda dengan tatapan takjub, tak berkedip.


Zafier mengerutkan keningnya. Netranya balik menatap Carlos dengan tatapan lebih tajam dari sebelumnya. Namun ia berusaha untuk menenangkan diri, agar tidak ada tampak perubahan yang nyata dari ekspresinya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tidak senang dengan apa yang aku ucapkan tadi?", tanya Zafier, berusaha mempertahankan ekspresi daftarnya.


Seketika Carlos sadar dengan apa yang telah dilakukannya, ia buru-buru menundukkan kepalanya. Ia menyadari kelancangannya.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan, saya hanya refleks menangkap tubuh nona Sheza. Saya tidak mempunyai maksud lain tuan, murni itu terjadi hanya karena saya ingin menyelamatkan nona saja tuan. Saya tidak mungkin membiarkan tubuh nona jatuh menghantam aspal. Kalaupun itu adalah tuan, saya pastinya akan tetap melalukan hal yang sama", jelas Carlos penuh ketegasan, meski tetap dengan menundukkan kepalanya.


Zafier mengakui bahwa apa yang diucapkan Carlos adalah sebuah kebenaran. Tapi begitu mendengar kalimat terakhir Carlos, seketika netra Zafier mendelik, bisa-bisanya Carlos mengambil dirinya sebagai perumpamaan. Apa asistennya yang satu ini sudah bosan hidup.


Perdebatan mereka kemudian terhenti ketika dari kejauhan Mereka melihat beberapa kendaraan mendekati lokasi mereka dengan kecepatan tinggi


Zafier nampak memicingkan matanya melihat kendaraan-kendaraan yang semakin mendekat itu. Tangannya nampak bersiap dengan senjata, ia waspada. Carlos ikut mengalihkan pandanganmu ke arah yang dimaksud Zafier.

__ADS_1


Tapi kemudian Zafier dapat mengenali rombongan kendaraan yang berada di depan mereka.


"Apa itu mereka Carlos?", tanya Zafier, masih dengan ekspresi andalannya. Untungnya kedatangan kendaraan-kendaraan itu cukup mengalihkan amarah Zafier. Carlos menghela nafas lega. Sang penyelamat datang, batinnya.


"Iya tuan! Itu orang-orang kita", jawab Carlos pasti. Netranya tak lepas menatap rombongan yang makin mendekati lokasi mereka itu.


"Lakukan pembersihan lokasi seperti biasa. Aku tidak ingin berhubungan dengan pihak berwajib", perintah Zafier tegas. Sementara netranya masih saja mencuri pandang ke arah Sheza yang masih berada di pelukan Carlos.


Carlos sedikit bingung. Ia kasihan dengan posisi Sheza saat ini yang pastinya sangat tidak nyaman buat Sheza. Rasanya ingin segera mengangkat tubuh Sheza ke atas mobil. Namun ia khawatir Zafier akan semakin marah jika ia melakukan kontak fisik yang lebih banyak dengan Sheza yang notabene adalah calon ibu sambung tuan mudanya.


Carlos merasa sedikit serba salah karena untuk bergerak pun dia merasa kesulitan dengan beban Sheza yang berada di dalam dekapannya. Carlos hanya berdiri mematung menunggu orang-orang mereka sampai di lokasi.


Tak berapa lama kemudian rombongan kendaraan yang cukup banyak itu sampai di lokasi mereka.


Dari dalam kendaraan itu keluar pria-pria bertubuh tinggi besar. Mereka adalah sebagian kecil dari orang-orang Safaraz yang memang ditugaskan untuk membersihkan lokasi setiap kali terjadi hal-hal yang berpotensi melanggar hukum. Para pria itu terlihat memakai seragam dan emblem yang menjadi ciri khas orang-orang Safaraz.


Kemudian masing-masing anak buah Zafier berlari mengambil tempat dan posisi, tepat di depan Zafier. Lalu mereka secara bersamaan melalukan bow pada Zafier.

__ADS_1


__ADS_2