My Little Gwen

My Little Gwen
CEO sementara


__ADS_3

Fajar mulai menyingsing, matahari mulai menampakkan cahayanya. Arsen terbangun ketika merasakan sinar matahari menerpa wajahnya. Sinar itu menerobos masuk melalui gorden jendela yang tersingkap. Ia menghalangi cahaya tersebut dengan meletakkan tangan di depan wajahnya. Pelan-pelan ia membuka mata agar tidak silau dengan cahaya yang masuk.


Arsen tersentak ketika merasakan bahwa ia berada di sebuah ruangan yang asing baginya.


"Aah...kepalaku...sakit", erangnya seraya memegang kepalanya dengan kedua tangan. Ia merasa kepalanya pusing dan sangat berat saat mencoba duduk. Sesaat arsen kembali merebahkan badannya. Perlahan ia kembali membuka kedua matanya. Pikirannya menerawang, ia ingat semalam ia dan Zafier menghabiskan waktu dengan minum-minum. Ia mencoba mengingat-ingat apa saja pembicaraan mereka malam itu. Tapi ternyata Arsen tidak mampu mengingatnya dengan baik. Semakin ia mencoba untuk mengingat, semakin kepalanya terasa pusing. Akhirnya Arsen memutuskan untuk tidak mempedulikan lagi kejadian tadi malam.


Setelah merasa kepalanya sedikit lebih baik, Arsen pun bergegas duduk di pinggir ranjangnya. Ia mengambil ponselnya yang berada di meja kecil di samping ranjang. Ia mencek pesan-pesan yang masuk ke ponselnya dengan seksama, kuatir ada hal penting yang terlewatkan olehnya.


Ia melihat pesan dari Zafier di ponselnya. Ia membuka pesan itu dan mulai fokus membacanya. Di dalam pesannya, Zafier mengatakan kalau ia meminta Arsen untuk menghandle semua urusan perusahaan hari ini selama dirinya tidak di tempat, termasuk rapat internal dengan tim dan para petinggi dari Safaraz Group, terkait dengan proyek kerjasama mereka. Zafier mengatakan bahwa ia memiliki urusan mendadak yang tidak bisa ia tinggalkan tadi malam. Setelah memastikan sudah membaca dan menindaklanjuti semua pesan di ponselnya, Arsen meletakkan kembali ponselnya di atas meja kecil itu.


Arsen melirik jam weker yang berada di atas meja kecil di samping ranjangnya. Ia sedikit terkejut. Sudah waktunya ia berada di perusahaan. Arsen kemudian menelpon asistennya untuk mengantarkan pakaian dan semua perlengkapannya, karena ia akan langsung berangkat dari mansion Zafier menuju perusahaan. Rasanya ia akan sangat terlambat sampai di perusahaan, jika harus mampir dulu ke hotelnya. Arsen bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Beberapa saat kemudian Arsen keluar dari kamar mandi. Ia menemukan sebuah bungkusan dengan kantong yang berasal dari brand ternama di atas ranjang. Rupanya Ken asistennya telah datang memenuhi permintaannya.


Arsen sudah berpakaian rapi. Ia tampil dengan setelan resmi, balutan celana dan jas berwarna gelap, dengan baju dalam berwarna senada. Ia bersiap untuk berangkat menuju cabang Safaraz Corporation yang di kota P.

__ADS_1


Begitu keluar dari kamar yang ditempatinya, Adolf nampak sudah menunggu di sana sedari tadi.


"Selamat pagi tuan Arsen!", sapanya sopan sambil membungkukkan tubuhnya. " Mari tuan, silahkan! Sarapan tuan sudah tersedia di ruang makan". Adolf mempersilahkan Arsen untuk berjalan di depan sementara ia sendiri mengikuti Arsen dari belakang.


Arsen yang berjalan dengan terburu-buru menuju lantai satu. Mereka sampai di lantai satu. Ia melihat Ken, sang asisten yang saat itu sedang duduk di ruang tamu menunggunya. Netra hitam Arsen beralih menatap Adolf.


"Terima kasih paman, tapi maaf....aku sudah terlambat, sementara Zafier sudah mempercayakan urusan perusahaan hari ini padaku. Kebetulan kami akan mengadakan rapat internal terkait dengan proyek kerjasama. Aku mungkin akan sarapan di perusahaan saja", ujar Arsen ramah.


"Baiklah tuan, semoga perjalanan tuan menyenangkan", ujar Adolf sambil membungkukkan tubuhnya dengan hormat.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Arsen nampak gelisah. Beberapa kali ia menghela nafas panjang. Kegundahan nampak meliputinya sepanjang perjalanan. Ia sedikit galau karena harus berhadapan dengan Sheza. Ia agak khawatir tidak mampu mengendalikan diri ketika berhadapan langsung dengan gadis bermata hazel itu.


Semua perilaku Arsen itu tidak luput dari pengamatan Ken dari kaca spion mobil di depannya. Ia menyadari kegalauan bosnya itu. Ken ingat betul bahwa Sheza adalah wanita yang sama yang sempat membuat bosnya seperti layaknya anak muda yang sedang jatuh cinta. Ken kembali mendengar bosnya menghela nafas. Ken melirik sang nos dengan sudut matanya, prihatin karena ia sendiri juga tidak mampu berbuat apa-apa. Ia tahu siapa Sheza dan bagaimana posisinya dalam keluarga Safaraz.


"Cobaanmu kali ini cukup berat bos", ujar Ken dalam hati. "Semoga kau mampu melewatinya kali ini bos", doanya lagi

__ADS_1


Akhirnya kendaraan yang membawa Arsen memasuki cabang Safaraz Grup itu. Kendaraannya berhenti tepat di depan pintu masuk perusahaan itu. Sebelum turun, arsen menarik nafasnya pelan, seolah tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang besar.


Ken asistennya, bergegas keluar. Ia membukakan pintu bagi tuannya. Setelah itu Arsen pun keluar dari kendaraannya. Begitu Ken menutup pintu, Arsen pun memperbaiki pakaiannya untuk menghilangkan rasa canggung di dalam hatinya.


"Ayo Arsen...kamu pasti sanggup melewati ini semua", bisiknya dalam hati seolah memberikan semangat dan dorongan bagi dirinya sendiri.


Arsen melangkah dengan pasti hendak memasuki perusahaan itu. Namun seseorang dengan setelan jas dan seseorang dengan pakaian layaknya penjaga keamanan nampak menunggu di depannya. Mereka membungkukkan tubuhnya kepada Arsen.


"Selamat pagi tuan Arsen, selamat datang", sapanya hormat. "Saya Fabian salah satu asisten tuan Zafier di perusahaan ini", ujarnya lagi memperkenalkan diri.


Rupanya Fabian sudah menerima pesan yang sama dari Zafier. Bahwa Arsen saat ini diberi kepercayaan untuk menggantikan Zafier selama Zafier tidak berada di tempat.


"Saya ditugaskan oleh tuan Zafier untuk mendampingi tuan. Tuan bisa menempati ruangan CEO. Saya akan mengantarkan tuan. Mari tuan! 'ujar Fabian pada Arsen dengan hormat. Fabian mempersilahkan arsen untuk berjalan lebih dulu di depannya. Arsen hanya mengangguk. Ia pun berjalan di depan. Mereka berjalan menuju lift khusus para pimpinan. Beberapa staf yang berpapasan dengannya nampak membungkukkan tubuhnya dengan hormat. Beberapa staf wanita tampak cukup cukup terperangah menatap wajah tampan Arsen, mereka nyaris lupa membungkukkan badannya pada Arsen. Rupanya para staf perusahaan sudah mengetahui keberadaan dan posisi Arsen saat ini.


Arsen pun memasuki lift pribadi diikuti oleh Fabian dan Ken. Mereka menuju ruangan CEO, karena memang untuk hari ini, ia akan menggantikan posisi Zafier untuk sementara waktu, selama Zafier tidak berada di tempat

__ADS_1


Fabian kemudian mengantarkan Arsen menuju ruangan CEO. Mereka sampai di depan sebuah pintu besar. Pintu itu kelihatan berbeda dari ruangan yang lainnya. Perlahan Fabian membuka pintu itu. yang mempersilahkan Arsen untuk masuk. Arsen pun masuk diikuti oleh Fabian dan Ken. Arsen cukup terkejut begitu memasuki ruangan CEO itu.


__ADS_2