My Little Gwen

My Little Gwen
Terluka karena serangan


__ADS_3

Sejak meninggalkan AB Restourant, kendaraan yang membawa Sheza dan Karen telah dibuntuti oleh sebuah kendaraan. Mereka berdua sama sekali tidak menyadarinya.


Tepat ketika kendaraan mereka berada pada jalanan yang sepi, tiba-tiba sebuah mobil hitam melesat keluar dari arah yang tidak mereka ketahui dengan kecepatan sangat tinggi. Kendaraan itu langsung menabrak mobil mereka.


Akibat terkena benturan yang sangat keras, kap mobil mereka sontak mengeluarkan asap, sementara beberapa bagian lain dari kendaraan tampak rusak parah.


Karen berusaha menghidupkan mesin, berharap kendaraan mereka masih bisa digunakan untuk melarikan diri, namun usaha mereka sia-sia, kendaraan mereka benar-benar mati total.


Sheza dan Karen paham dengan kondisi. Tabrakan terjadi bukan karena unsur ketidaksengajaan. Mobil hitam itu jelas-jelas memang memiliki niat buruk dengan menarget mereka.


Sheza dan Karen saling berpandangan. Mereka mulai waspada.


Dan benar saja, tak berapa lama kemudian, keluar enam orang pria dengan perawakan tubuh tinggi besar dari mobil hitam itu. Mereka semua dengan balutan pakaian serba hitam dilengkapi dengan penutup wajah. Ke enam orang tersebut kemudian bergerak mendekat menuju kendaraan Sheza.


Karen yang melihat situasi cukup membahayakan, bergegas keluar dari mobilnya. Ia berusaha mengarahkan orang-orang itu agar menjauh dari Sheza. Ia langsung menghadang ke enam orang tersebut.


Sebelum keluar dari mobil, Karen berpesan pada Sheza agar tidak keluar dari mobil. "Nona jangan keluar dari mobil, nona di sini saja", paksa Karen.


"Tidak Karen, biarkan aku membantumu, apa kamu tidak lihat mereka sebanyak itu badan mereka juga besar-besar semua", ujar Sheza panik.


"Tidak nona, keselamatan nona lebih penting dari apapun. Tuan zaki akan menghukumku jika terjadi sesuatu pada nona", ujar Karen lagi kembali memaksa.


Akhirnya Sheza mengikuti perintah Karen.


Dengan terpaksa ia menunggu di dalam mobil tapi dia terus memperhatikan karen dengan waspada dalam menghadapi ke enam orang tersebut.

__ADS_1


Tapi rupanya orang-orang itu sudah mengincar Sheza. Mereka tampak sudah mengatur strategi, empat dari enam orang berpakaian hitam itu segera mengelilingi Karen, sementara dua orang lagi bergegas menuju mobil dimana Sheza berada.


Karen berusaha menghalangi kedua orang yang bergerak menuju mobil, tapi ia ditahan dan dikepung oleh empat orang yang berbadan besar itu.


Sepertinya Karen harus segera menjatuhkan keempat orang itu dulu baru ia bisa melindungi Sheza.


Dua orang yang menuju mobil Sheza langsung memecahkan kaca jendela dan membuka pintu mobil, mereka berusaha menarik Sheza keluar dari mobil. Sheza tidak tinggal diam ia pun melakukan perlawanan dengan sengit, Sheza menendang kedua orang itu.


Selanjutnya Sheza memutuskan keluar dari mobil karena ia sendiri merasa tidak leluasa jika melawan para penjahat itu dari dalam mobil.


Sementara itu, Zavier yang hendak pulang menuju hotel, juga melewati jalur yang sama dengan Sheza.


Ia melihat sesuatu yang mencurigakan di pinggir jalan. Awalnya ia mengira telah terjadi tabrakan, tetapi setelah jaraknya menjadi lebih dekat, ia bisa melihat dua kelompok orang sedang berkelahi.


Karena kalah jumlah dan kekuatan fisik, para wanita itu nampak mulai terkuras tenaganya. Mereka nampak sedikit kelelahan.


Melihat perkelahian yang tidak berimbang itu, Zafier memutuskan untuk membantu. Ia segera menepikan mobilnya, kemudian bergegas turun dari mobil.


Setelah turun dari mobil dan mendekati lokasi perkelahian, Zafier terkejut, ternyata wanita yang sedang dikeroyok itu adalah Shezan dengan seorang temannya. Ia tidak menyangka, wanita yang nampak lemah itu ternyata menguasai ilmu bela diri. Hmm... menarik, gumamnya pelan penuh kekaguman, sudut bibirnya sedikit terangkat,


Sheza melepaskan diri dari kekangan dua penjahat itu dengan ahli, dan dengan cekatan menghindari setiap serangan kedua penjahat itu.


Namun apa yang terjadi di detik berikutnya membuat Zafier terkejut , adegan itu begitu cepat, Zafier menyipitkan matanya dengan dingin.


Sheza yang tadinya bertahan dengan sempurna tiba-tiba melakukan kesalahan yang sangat bodoh, melihat hal itu, penjahat itu mengambil kesempatan untuk melukai Sheza. Ia tiba-tiba mengeluarkan pisau dari balik pakainanya. Sheza mengangkat tangan kanannya untuk memblokir serangan penjahat itu dan dengan tangannya yang lain diam-diam menangkap pergelangan tangan penjahat itu.

__ADS_1


Tangan Sheza terluka oleh si penjahat karena menangkis senjata si penjahat, sedangkan tangannya yang satu lagi memelintir tangan penjahat itu. Pisau di tangan penjahat itu jatuh ke lantai, penjahat itu berteriak kesakitan sepertinya tangannya dipatahkan Sheza.


Teman si penjahat yang telah melukai Sheza nampak menggeram marah. "Dasar bodoh kenapa kau melukai nona itu, tuan pasti sangat marah, kita hanya ditugaskan untuk menculiknya saja", hardiknya.


"Lalu kau pikir aku harus bagaimana, wanita itu sangat tangguh, perlawanannya sangat kuat, aku hanya ingat tuan memerintahkan kita harus berhasil membawanya, aku kira jika kondisinya lemah karena terluka, kita bisa segera membawanya pada tuan", ujar penjahat itu sambil meringis kesakitan.


Sheza tampak memegang lengannya yang terluka dan berdarah, ia menggelengkan kepalanya dengan polos.


Karena terluka, fokus Sheza mulai sedikit terganggu. Kedua penjahat itu menyadarinya. Di saat Sheza mulai terdesak melawan kedua penjahat itu, Sheza merasa menabrak sesuatu di belakangnya. Sheza terkejut, bergegas dia menoleh ke belakang ternyata ia menabrak dada yang kokoh dan kekar.


Zafier segera melindungi Sheza dengan membawa Sheza ke pelukannya, seraya mengarahkan kakinya menendang kedua penjahat itu dengan kekuatan penuh. Kedua penjahat itu sontak terpental begitu tendangan Javier mendarat di tubuh mereka.


Meski terluka, tetapi tatapan yang dingin melintas di mata Sheza yang jernih. Sheza langsung lemas kehabisan banyak darah. Tiba-tiba saja ia merasa gelap menyelubungi dunianya, sebelum ia jatuh ke tanah sebuah tangan yang kokoh menahan tubuhnya dengan erat. Sheza tampak menyedihkan, ia meringkuk dipelukan Zafier


Melihat Sheza terluka, mata tajam dan garang Zafier tertuju pada kedua penjahat itu.


Sedetik kemudian, kedua penjahat itu terkapar tak bergerak akibat pukulan telak Zafier. Meski ia melawan kedua penjahat itu dengan Sheza dalam pelukannya, namun bagi Zafier itu bukanlah masalah. Kekuatan dan fokusnya dalam menyerang tampak tidak terganggu sama sekali, ia menyerang seperti tidak sedang membawa beban apapun.


Sementara itu, Karen telah berhasil melumpuhkan empat orang yang mengepungnya. Ia bergegas berlari menuju Sheza yang saat itu berada dalam. pelukan Zafier.


Ketika ia mendekat, ia baru menyadari kalau Sheza ternyata terluka cukup dalam.


"Ya Tuhan....nona maafkan aku yang tidak bisa menjaga nona hingga nona terluka seperti ini", ujar Karen setengah berteriak, ia merasa sangat bersalah karena gagal melindungi Sheza.


Zafier hanya menantap Karen dengan dingin, sorot mata yang sulit diartikan. Zafier bisa menebak kalau wanita ini adalah pengawal Shezan. Tapi alangkah bodohnya orang yang memerintahkan pengawal seperti ini, benar-benar pengawal lamban dan tidak berguna, batin Zafier.

__ADS_1


__ADS_2