
Pengajaran terus berlanjut. Kedua target yang menyadari bahwa mereka tengah dibuntuti nampak mulai frustasi. Mereka menyadari sudah tidak ada jalan keluar. Mereka melakukan perlawanan. Merek mengeluarkan sepucuk pistol dari kaca jendela mobil. Pistol itu kemudian diarahkan ke mobil Zafier. Tanpa membuang waktu suara tembakan terdengar dan beberapa timah panas melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mobil Zafier yang tengah dikendarai Carlos.
Carlos yang selintas memang sudah melihat moncong senjata keluar dari jendela kaca mobil yang dikejarnya, ia sudah mulai waspada. Ia mengambil ancang-ancang menghindari peluru dengan cara membanting setir ke kanan lalu ke kiri dan lagi-lagi....
"Dor! Dor! Dor!", tiga tembakan dilepaskan oleh target.
Carlos kembali menghindari peluru dan hal itu membuat mobil yang ia bawa menjadi tidak stabil. Bahkan mobil yang ia bawa hampir menabrak beberapa mobil yang melintas di samping mereka.
Mobil yang dikemudikan di Carlos berputar di jalanan, roda ban yang menggesek aspal terdengar sehingga asap terlihat di kedua sisi mobil. Tapi hal itu tidak membuat Carlos takut. Carlos justru tampak semakin bersemangat, apalagi ini bukan hal baru baginya.
"Pegangan bos", ujar Carlos santai.
"Hng...aku kira kau tidak akan bertindak!", ujar Zafier tenang.
"Tadi itu hanya pemanasan bos", jawab Carlos diiringi tawanya. Zafier hanya mengangguk dengan wajah datarnya, tapi tetap penuh kewaspadaan.
Dan tanpa menunggu perintah, Carlos membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar target.
Alvin berteriak marah dan frustasi saat melihat mobil Zafier kembali mengejar mereka.
"Sial! sial!", teriak Alvin marah, ia memukul-mukul setirnya kesal. Pria yang duduk disebelahnya hanya menatapnya.
Aksi kejar mengejar kembali terjadi. Kali ini mobil yang dikemudikan oleh Carlos mulai mendekati mobil target. Dan setelah itu...
"Braaakk...!", sebuah benturan keras terjadi ketika mobil Carlos menabrak mobil yang dibawa target.
"Sial!", teriak Alvin sambil berusaha mengendalikan mobilnya agar berjalan dengan stabil.
Mobil yang dikemudikan Alvin meliuk melewati mobil-mobil yang ada di jalan karena ia ingin mengelabui mobil Zafier. Tapi sayang, ia tidak tahu siapa yang tengah dihadapinya. Carlos yang profesional karena sudah banyak melakukan aksi pengajaran di jalan, tidak terpengaruh dengan apa yang target lakukan.
"Mau bermain-main denganku?", ujar Carlos terlihat semakin bersemangat.
__ADS_1
Mobil kembali dibawa Carlos dengan kecepatan tinggi untuk mengejar target. Sementara target sudah semakin mendekati titik di mana anak buah Zafier yang lainnya menunggu.
"Sudah dekat, jadi kalian semua harus bersiap", perintah Zafier pada para anak buahnya yang lain, melalui alat komunikasinya.
Dua anak buahnya bersiap, sedangkan target mereka belum menyadari kejutan yang akan mereka dapatkan. Di depan sana terdapat dua jalanan yang bercabang dan anak buahnya sudah menunggu di salah satu jalan itu.
Mobil target semakin dekat, dekat dan tanpa target duga....
"Braakkk...!", mobilnya ditabrak dari samping kiri dengan sangat keras.
Alvin kembali mengumpat untuk kesekian kalinya. Dan lagi-lagi sebuah mobil kembali menabrak dari samping kanan. Tidak hanya itu saja, mobil dari sebelah kiri kembali menabrak, begitu juga dengan mobil dari bagian kanan.
Mobil target ditabrak dari kiri dan kanan dan tanpa target sadari mobilnya dijepit dan mulai digiring menuju jalanan yang sepi.
Tiga mobil berjalan secara bersamaan di jalanan, dengan kondisi mobil tengah yang terjepit dan mendapat tabrakan dari sisi kanan dan kiri.
Kedua target hanya bisa saling mengumpat marah . Ia bahkan berusaha menembak kedua mobil yang menjepit mobilnya. Namun karena fokusnya yang terpecah melihat situasi mereka yang semakin terdesak, akhirnya tembakan-tembakan dari target itu bisa dihindari oleh para anak buah Zafier dengan mudah.
Dari arah belakang mobil, mobil yang disopiri Carlos sudah bersiap menabrak dan menggulingkan mobil target. Carlos bahkan sudah terlihat tidak sabar.
"Benturkan mobilnya dari arah kanan, dan kalian yang dari sebelah kiri segera menyingkir. Setelah itu tabrak dari belakang", Zafier memberi instruksi.
"Siap tuan", jawab anak buahnya.
Mobil bagian kiri perlahan melambat hal itu sontak membuat targetnya heran. Belum juga mereka mengerti apa yang terjadi. Tiba-tiba saja mobil bagian kanan membenturkan mobilnya dengan sangat keras. Sang target sontak terkejut sehingga hilang kendali, tapi sebelum mobilnya stabil. Tiba-tiba saja dari arah belakang, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan.....
"Braakkk...!", mobil bagian belakang menabrak mobil si target dengan sangat keras.
"Sial....! Apa-apaan ini", teriak Alvin si pengemudi, tapi mobilnya sudah berguling di atas aspal jalan.
Mobil Zafier sudah berhenti, begitu pula dengan mobil anak buahnya. Mereka segera keluar dengan senjata api mereka dan menghampiri mobil yang masih berguling. Mereka terlihat waspada dan menodongkan senjata api mereka ke arah mobil saat mobil itu sudah berhenti berguling.
__ADS_1
Dari dalam mobil kedua target terlihat memegangi kepalanya yang mendapatkan benturan sana-sini. Kedua target berusaha merangkak keluar karena mobil sudah mengeluarkan asap, apalagi tangki minyaknya sudah bocor akibat dari benturan keras tadi. Jika mereka tidak segera keluar maka mereka akan mati akibat ledakan, tapi ternyata pilihan mereka untuk keluar ternyata sangat salah besar.
Kedua pria itu keluar dari dalam mobil dengan susah payah, tapi sayang mereka malah disambut dengan puluhan senjata api.
"Si-Siapa kalian?", tanya pria itu sambil melihat orang-orang yang sedang mengerumuninya.
Sementara Alvin hanya mampu terdiam begitu melihat orang-orang tersebut, wajahnya langsung pucat. Ia kenal betul sebagian dari orang-orang yang mengerumuni mereka itu.
"Bawa mereka!", perintah Zafier dingin, sambil membakar sebatang rokok.
Tubuh Alvin sontak gemetaran ketika mendengar suara itu, pria yang di sebelahnya hanya menatap Alvin dengan bingung.
"Za-Zafier Safaraz", ucap Alvin sambil menelan ludah saat melihat Zafier, matanya melotot nyaris keluar, mulutnya menganga.
Alvin benar benar tidak menyangka jika orang yang mengejarnya adalah Zafier. Ternyata Zafier masih menargetkan dirinya. Seketika ia sadar akan jebakan ini sedari awal. Adalah suatu hal yang mustahil ketika Zafier memutuskan untuk menyerahkan dirinya kepada pihak berwajib, padahal jelas-jelas Ia adalah pelaku penembakan ayahnya. Sekarang ia paham kalau semua itu hanyalah sebuah jebakan.
Sementara itu, pria di sebelah Alvin nampak mulai cemas. Ia berusaha menutupi ketakutannya. Ia merasa yakin kalau Zafier Safaraz pasti belum mengetahui siapa dirinya. Alvin memang adalah eksekutor dari penembakan Zaki Safaraz, tapi kesalahan apa yang telah ia lakukan sehingga ia ikut ditangkap bersama Alvin, pikirnya.
"Kenapa kalian menangkapku?", teriak pria itu, tapi sayang malah sebuah pukulan yang ia dapatkan dan pukulan itu membuatnya seketika langsung pingsan.
"Bawa mereka ke markas! Awas jika sampai lepas! Aku sendiri yang akan mengintrogasi mereka!", perintah Zafier
Anak buahnya mengangguk dan bergegas membawa target yang tertangkap untuk pergi.
Zafier menghisap rokoknya dalam-dalam dan setelah itu puntung rokok dilemparkan ke arah mobil target. Puntung rokok terlempar ke arah bensin dan sebelum benda itu jatuh, Zafier mengibaskan jasnya dan melangkah pergi
Puntung rokok yang masih menyala jatuh di atas bensin dan setelah itu....
"Duaarrr...!" Ledakan dahsyat terjadi, bahkan badan mobil melambung tinggi akibat ledakan itu.
Zafier berjalan dengan santai menuju mobilnya saat ledakan dahsyat terjadi di belakangnya. Target sudah didapatkan dan setelah ini ia akan mengintrogasi kedua pria itu untuk mencari tahu di mana Reonal Barton berada.
__ADS_1