My Little Gwen

My Little Gwen
The Alexa Residence


__ADS_3

Siang itu sang mentari sangat terik memancarkan sinarnya. Kondisi terasa begitu panas. Kondisi rumah sakit pun tampak sepi. Sesekali para dokter dan perawat nampak lalu lalang di lorong rumah sakit itu. Para pengunjung rumah sakit hari ini juga tidak seramai biasa. Sepertinya terik sinar matahari membuat orang-orang malas untuk beraktivitas keluar rumah.


Zafier sudah berada di ruangan rawat sang daddy. Ia tengah duduk di sofa ruangan itu, sekilas memperhatikan para dokter dan perawat yang sedang memeriksa kondisi sang daddy. Beberapa saat kemudian rombongan para dokter dan perawat itu meninggalkan ruangan rawat Zaki setelah berbincang sejenak dengan Zafier. Belum ada perkembangan yang berarti, begitu laporan dari tim dokter yang menangani sang daddy. Zafier hanya mampu menarik nafas panjang, kemudian menghembuskannya secara perlahan. Mencoba mengontrol emosinya.


Zafier kemudian berjalan mendekati ranjang Zaki. Ia mengambil tempat di kursi yang terletak di samping ranjang Zaki. Ia duduk di sana dengan posisi tubuh menghadap sang daddy yang masih terbaring di ranjang itu. Ia memperhatikan sang daddy yang terbaring lemah, matanya masih terpejam dengan alat-alat bantu yang melekat di tubuh sang daddy.


"Hai dad, bagaimana kabarmu?", tanya Zafier lirih. Tak ada satupun jawaban. Tapi Zafier tidak peduli.


Ia kembali asyik berbicara. "Dad, calon istri daddy tiba-tiba saja berencana meninggalkan mansion daddy, aku sendiri tidak tahu apa alasannya. Maafkan aku dad, aku tidak kuasa melarangnya. Karena aku merasa, tidak punya hak untuk melarangnya dad, yang bisa aku lakukan hanya memastikan keamanan dan keselamatannya. Untuk itu aku menempatkannya pada apartemen milik daddy saja".


Ketika hendak kembali bercerita dengan sang daddy, tiba-tiba saja ponsel Zafier berdering. Ia bergegas memeriksa kantong celananya, tapi ia tidak menemukan ponselnya di sana. Zafier mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, berusaha menemukan ponselnya melalui arah asal suara yang terdengar. Matanya tertuju pada satu sudut ruangan di mana terdapat meja kecil di sana. Zafier berdiri dan berjalan menuju arah tersebut. Ponselnya nampak tergeletak di sana dan sekarang ponsel tersebut tidak lagi berdering.


Zafier meraih ponselnya, ia menemukan satu panggilan tidak terjawab di sana. Setelah ia mengecek terdapat satu nama tertera di sana, Arsen. Kening Zafier sedikit berkerut, penuh tanda tanya. Kemudian ia pun melakukan panggilan ulang kepada Arsen. Tak Berapa lama panggilannya pun dijawab oleh Arsen.


"Ada apa arsen? Tumben sekali kau menelponku?", tanya Zafier.


"Halo Zafier, bagaimana kabar dirimu. Maafkan aku karena baru mengetahui kejadian yang menimpa daddy Zaki", suara Arsen terdengar prihatin.


Zafier terdiam, ia merasa telah menyimpan rapat-rapat tentang kejadian yang telah menimpa sang daddy, namun bagaimana mungkin Arsen bisa mengetahui, pikir Zafier.

__ADS_1


"Halo Zafier, kau tidak usah merasa bingung dari mana aku mengetahuinya. Orang-orang ku yang menginformasikannya padaku. Aku sebenarnya kesal padamu. Padahal kita berteman tapi kenapa kau tidak menceritakan apa yang telah menimpa daddymu", suara Arsen terdengar sedikit kesa.


"Hari ini juga aku akan langsung terbang ke kota P, aku ingin melihat langsung dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana kondisi daddy Zaki", tegas Arsen tanpa mau dibantah.


Zafier hanya bisa terdiam dia tidak bisa berkomentar apa-apa. "Baiklah", jawabnya pendek, setelah itu menutup pembicaraan.


Zafier menyandarkan punggungnya pada kursi tersebut, iya menghela nafas, pikirannya menerawang.


Zafier kemudian ingat bahwa ia adalah pemilik salah satu penthouse di apartemen itu. Sang daddy sendiri juga memiliki salah satu penthouse di apartemen itu karena memang lokasinya yang tidak terlalu jauh dari perusahaan Zaki di kota P ini.


Tiba-tiba Zafier seperti memiliki keinginan kuat untuk kembali mengunjungi apartemen miliknya, apartemen yang sudah hampir lebih dari 5 tahun ditinggalkannya.


"Halo paman Ganial, saat ini aku ingin berkunjung ke apartemenku, tolong paman siagakan beberapa orang perawat dan orang kepercayaan kita untuk menjaga daddy di ruangan ini", perintah Zafier.


Setelah mendengar jawaban dari Ganial, Zafier pun memutus sambungan teleponnya. Ia kembali berjalan mendekati ranjang Zaki. Ia duduk di kursi tadi, kembali menatap wajah pucat Zaki. Dengan berat hati ia l mengucapkan kata pamit kepada Zaki, kemudia beranjak melangkah keluar dari ruang perawatan Zaki.


Begitu ia keluar dari kamar Zaki, Carlos langsung menghampirinya. "Carlos aku akan mengunjungi apartemenku yang sudah lama tidak pernah aku kunjungi. Aku berharap kau bisa stand by untuk menjaga daddy di sini", perintah Zafier.


"Tapi tuan. Bagaimana dengan keamanan anda sendiri. Tuan Ganial menugaskan saya untuk menjaga anda. Tuan Ganial bisa murka apabila terjadi sesuatu terhadap diri tuan", sangkal Carlos dengam nada cemas.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Carlos, aku bisa menjaga diriku sendiri. Saat aku membutuhkanmu, aku pasti akan menghubungimu. Tenang saja", ujar Zafier sambil kemudian berlalu dari hadapan Carlos.


Zafier berjalan menyusuri lorong rumah sakit ke arah parkiran. Tak berapa lama, Zafier sudah melaju membelah jalanan kota P dengan Bugatti La Voiture Noire hitamnya.


Sepanjang perjalanan, pikiran Zafier terus menerawang. Berbagai memori bermunculan begitu saja, dan memenuhi otaknya. Thee Alexa Residence, apartemen yang didedikasikam daddy untuk mengenang mendiang mommynya. Alexa, ya Alexa adalah nama mommy Zafier yang sudah lama meninggal.


The Alexa telah berhasil menggondol dua penghargaan untuk ajang bergengsi Property Asia Property Awards yang ke-11, yakni: ‘Best Ultra Luxury Condo Architectural Design’ (Winner) dan ‘Best Ultra Luxury Condo Development (Highly Commended).


Kawasan bergengsi ini telah lama menjadi lokasi pilihan tempat tinggal para warga terkaya di kota P.


The Alexa mempunyai tiga Penthouse eksklusif, yang dijual dengan harga yang fantastis, untuk luas sebesar 4.898 kaki persegi, yang menandakan betapa berharganya pengembangan properti di wilayah ini. Penthouse ekslusif yang berada lantai teratas adalah unit spesial dengan kolam renang di dalam unit. Serta lift pribadi dari parkiran khusus langsung menuju penthouse.


Selain Penthouse ekslusif, The Alexa Residences juga menawarkan kemewahan dan privasi dengan tiga pilihan lain yakni Alexa Residence dengan tiga kamar tidur seluas 355 hingga 373 meter persegi, Alexa Villa dengan 4 kamar tidur seluas 750 meter persegi, dan Alexa Palace berupa penthouse dengan luas lebih dari 1.250 meter persegi. Hanya tersedia enam unit penthouse untuk tipe Alexa Palace.


Semuanya dilengkapi dengan en-suite bathroom, ruang tamu, ruang makan, dan kolam renang pribadi, dengan lift pribadi dan parkir yang sudah didedikasikan untuk masing-masing penghuni. Para penghuni akan menikmati layanan concierge eksklusif, ruang serbaguna dan wine room, kolam renang, lounge untuk makan dan perpustakaan, pusat kebugaran serta parkir mobil khusus.


Pemilik apartemen juga akan menikmati layanan khas The Alexa hingga di depan pintu mereka, termasuk butler service, serta akses ke pusat kebugaran dan fasilitas restoran hotel The Alexa.


Fasilitas yang tersedia di apartemen ini tergolong berkualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan penghuninya, mulai dari kolam renang, lintasan lari, mini market, gazebo hingga lintasan lari,

__ADS_1


Semuanya dilengkapi dengan en-suite bathroom, ruang tamu, ruang makan, dan kolam renang pribadi, dengan lift pribadi dan parkir yang sudah didedikasikan untuk masing-masing penghuni. Para penghuni akan menikmati layanan concierge eksklusif, ruang serbaguna dan wine room, kolam renang, lounge untuk makan dan perpustakaan, pusat kebugaran serta parkir mobil khusus.


__ADS_2