
Zafier menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Kepalanya mendongak, kedua matanya terpejam.
Zafier kembali membuka matanya. Perlahan ia berdiri, menjauh dari kursinya, kedua kakinya membawa tubuh tinggi besarnya ke arah jendela besar di ruangan itu.
Zafier menghirup nafasnya dalam. Ia hanya terdiam di sana, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Zafier mengalihkan pandangannya ke arah ponselnya yang tergeletak di atas meja kerja. Ia hanya melirik sekilas, lalu kembali tenggelam dalam lamunannya.
Ponsel itu lagi-lagi berdering, tapi Zafier kembali tak mengacuhkannya, bahkan melirik pun tidak.
Lamunan Zafier sontak buyar, manakala. Carlos masuk ke dalam ruangannya dengan tergesa-gesa, hingga lupa mengetuk pintu. Carlos langsung saja masuk ke dalam ruangan Zafier. Ia berdiri di depan meja kerja Zafier. Carlos langsung tersadar atas kelancangannya, ketika pemandangan pertama yang dia lihat saat masuk adalah tatapan mata membunuh dari tuan mudanya yang sedang berdiri di sudut ruangan dekat jendela besar yang ada di sana.
Seketika Carlos menunduk, tidak berani menatap netra sang tuan muda.
"Ma-maaf tuan muda, sa-saya lancang masuk ke ruangan anda tanpa izin dan mengetuk pintu terlebih dahulu", ujarnya terbata-bata. Carlos menelan ludah dengan susah payah, dibawah tatapan tajam dengan aura mengintimidasi yang kental itu. Carlos masih menundukkan kepalanya, belum berani menatap netra sang tuan muda.
__ADS_1
"Semoga berita yang kau bawa sebanding Carlos", ujar Zafier dingin dengan ekspresi datar. Netranya tetap fokus mengamati Carlos tajam. Jikalau netranya adalah sinar laser, niscaya tubuh Carlos sudah terpotong-potong menjadi serpihan.
"Reonal Barton sudah mulai bergerak tuan. Saya mendengar laporan Juan dari pengawal bayangan yang kita tempatkan untuk melindungi nona Sheza, bahwa saat ini nona Sheza dan Karen tengah diikuti oleh sebuah jeep yang berisi beberapa orang. Kemungkinan besar itu adalah orang-orang suruhan Reonal. Sepertinya mereka sudah mengetahui siapa noma Sheza, dan ingin melakukan penculikan untuk pertukaran dengan orang-orang mereka yang ada di tangan kita", lapor Carlos dengan wajah cemas.
"Hmm... mereka mulai menampakkan diri setelah penangkapan terhadap kedua kaki tangan mereka, tapi ternyata mereka hanyalah kumpulan orang-orang pengecut, yang hanya menargetkan wanita", kesal Zafier.
Wajah Zafier menggelap dengan sorot mata yang tajam. Seketika rahangnya mengeras. Kepalan tangannya mengerat dengan guratan urat nadi yang nampak menonjol. Ekspresi dinginnya tak berubah, hanya ada kilatan emosi tersendiri di matanya. Ekspresinya seketika membekukan ruangan. Carlos sedikit tercekat menyadari aura tuan mudanya yang menyesakkan.
Zafier melanjutkan ucapannya. "Tetap awasi mereka dan pastikan perlindungan dan keamanan bagi nona Sheza, jangan sampai ia terluka sedikitpun. Kita segera bergerak Carlos, pindahkan lokasi meeting dengan rekan bisnis kita hari ini dengan lokasi yang sama dengan nona Sheza. Aku yakin saat ini mereka berdua sedang mencari tempat makan siang. Karena mereka pergi pada saat istirahat makan siang", perintah Zafier tegas.
Zafier berjalan kembali ke arah meja kerjanya. Ia kemudian duduk. Perlahan pria itu kembali menyandarkan punggungnya dengan santai di sandaran kursi kebesarannya. Ia terus mengamati Carlos yang sedang sibuk berkomunikasi di depannya.
Zafier meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja di atas meja kerja. Ia bergegas meraih ponsel itu, dan membukanya, beberapa panggilan tidak terjawab tertera di layarnya. Dan benar saja, beberapa panggilan tidak terjawab itu datang dari Juan. Zafier sedikit menyesal karena tidak segera merespon panggilan masuk itu tadi.
Zafier sedikit gundah, karena kali ini musuhnya menargetkan Sheza, calon istri sang daddy. Mungkin jika saat ini dirinya yang menjadi target utama, ia akan santai saja. Bebannya cukup berat. Ia harus menyiapkan rencana dan pengamanan ekstra. Salah bertindak tanpa perhitungan matang akan berimbas pada keselamatan calon istri sang daddy. Bagaimana aku akan mampu berhadapan dengan daddy ketika ia bangun nanti, jika aku tidak berhasil melindungi calon istrinya?, batin Zafier, ia menghela nafas.
__ADS_1
Lamunan Zafier terhenti, ketika Carlos kembali bicara. "Izin tuan, nona Sheza dan Karen saat ini sepertinya mengarah menuju The Ritz-C. Karin sepertinya memilih resto hotel termewah di kota P itu karena pengamanannya yang maksimal di sana, sepertinya Karen yakin bahwa para penguntit mereka tidak akan melakukan hal yang menarik perhatian banyak orang di resto hotel dengan pengamanan tingkat tinggi itu. Saya juga udah memindahkan meeting kita dengan rekan bisnis hari ini ke sana tuan", lapor Carlos. Wajahnya sedikit tegang.
Sebenarnya Carlos bukan pertama kalinya berhadapan dengan kondisi seperti ini. Pekerjaan mereka sudah terbiasa berhadapan dengan pertikaian demi pertikaian yang berisiko dengan kehilangan nyawa. Namun kondisi saat ini cukup berbeda. Kali ini melibatkan Sheza di dalamnya, Carlos sedikit khawatir, jika Sheza sampai terluka.
Zafier merespon ucapan Zafier dengan anggukan kepalanya. Segera setelah Carlos selesai melakukan komunikasi dengan orang-orang mereka Ia dan Zafier bergegas keluar dari dalam ruangan, mereka berjalan tergesa-gesa menuju private lift dan langsung mengarah menuju private park di mana kendaraan Zafier berada. Mereka hanya pergi berdua tanpa ada pengawalan lainnya. Mereka tidak ingin tampil menarik perhatian.
Sementara itu. Karen yang sudah menyadari bahwa sejak mereka meninggalkan Safaraz Corp, kendaraan mereka sudah diikuti oleh sebuah mobil jeep mulai curiga. Jeep itu selalu menjaga jarak dengan mobil yang dikendarainya. Ia mulai waspada.
Beberapa kali Karen berusaha menguji mobil itu, dengan cara berhenti di beberapa tempat ramai. Dan hasilnya mobil Jeep itu masih tetap berada dalam jangkauan jarak pandang dengan kendaraan mereka. Mata Karen sedikit mendelik. Apa mau mereka?, gumam Karen sangat pelan. Sheza nampak tetap fokus pada ponsel yang berada di tangannya, tidak menyadari gumamam Karen.
Otak Karen terus bekerja. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya agar mereka berdua dapat menyelamatkan diri dari orang-orang yang mengincar mereka. Ya...Karen harus mengulur waktu sampai pertolongan datang. Ia harus menjaga agar mereka jangan sampai terjebak di jalanan yang sepi, yang dapat memungkinkan mereka masuk dalam perangkat para penguntit itu. Ia yakin saat ini pengawal bayangan yang ditempatkan untuk melindungi nona Sheza pastinya sudah memberikan laporan pada Juan dan Carlos. Mereka tinggal menunggu pertolongan datang.
Karen menyadari meski ia dan Sheza mempunyai kemampuan bela diri, namun Karen yakin di dalam kendaraan tersebut jumlah para penjahat itu tidak hanya satu atau dua orang. Jumlah orang-orang dalam mobil jeep itu mungkin cukup untuk melumpuhkan mereka berdua yang notabene adalah wanita dengan keterbatasan kekuatan.
Karen kemudian mengarahkan kendaraan yang dibawanya menuju The Ritz-C, sebuah resto hotel mewah di kota P. Karen yakin sebagai sebuah hotel mewah pastinya memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Setidaknya di sana para penguntit itu tidak akan berani macam-macam untuk menarik perhatian. Karen harus menunggu di sana sampai bantuan datang. Ia yakin Juan dan Carlos tidak akan tinggal diam dan membiarkan sesuatu terjadi pada nona Sheza.
__ADS_1