My Little Gwen

My Little Gwen
Siapa yang menyuruh kalian (2)


__ADS_3

Zafier yang didampingi Carlos berjalan menuju ruangan di mana lima orang penjahat lainnya disiksa.


Begitu memasuki ruangan selanjutnya, aroma darah kembali menguar, bahkan kali ini lebih kuat. Jerit kesakitan terdengar bersahutan.


Kondisi lima orang penjahat itu tidak lebih baik dari pimpinan mereka. Mereka digantung di dinding. Tubuh mereka penuh luka bahkan wajah beberapa pria itu nyaris tidak bisa dikenali lagi akibat puluhan pukulan yang didapatkannya.


Begitu memasuki ruangan penyiksaan, Zafier disambut oleh suara teriakan memohon.


"Ampun tuan, ampun tuan, ampun ... aku akan bicara, tolong hentikan penyiksaan ini", mohon salah satu penjahat itu, diiringi tatapan tajam dari teman-temanya.


Zafier mengangkat salah satu tangannya, pengawal itu mengerti dan menghentikan penyiksaannya.


"Bicara! ", hardik Zafier.


"Ka-kami dibayar untuk menculik nona itu. Seseorang menjanjikan sejumlah uang kepada kami jika kami berhasil menyelesaikan misi kami dengan menculik nona itu", ujar si penjahat.


"Siapa yang membayar kalian? ", hardik Zafier lagi dingin, matanya menyorot tajam.


"A-aku tidak tahu tuan", jawab si penjahat takut-takut. Ia menunduk, menghindari tatapan tajam dari netra abu Zafier.


Seketika mata Zafier mendelik, ia selintas mengamati penjahat itu, ia tahu penjahat ini menutupi sesuatu.


Mereka adalah penjahat-penjahat terorganisir dan terlatih. Dari cara para penjahat menyerang mereka, Zafier bisa menilai penyerangan itu dilakukan dengan persenjataan modern, sangat terencana dan tersusun rapi. Mereka bukan penjahat kelas ringan, yang bergerak sendiri-sendiri dengan kelompok kecil, tanpa sindikat tertentu. Jadi sudah pasti mereka sangat mengenal orang yang memerintahkan mereka.


Zafier kembali menganggukkan kepala pada anak buahnya, detik berikutnya teriakan membahana kembali bergema di ruangan itu. Anak buahnya menyiksa penjahat itu tanpa ampun.

__ADS_1


"Siksa mereka dengan sangat keras, jangan biarkan mereka mati dengan mudah. Biarkan ia memohon dan memilih untuk lebih baik mati daripada disiksa", perintah Zafier dingin.


Anak buahnya semakin bersemangat, ia mengeluarkan berbagai peralatan penyiksaan dari dinding penyimpanan di sana. Melihat berbagai alat penyiksaan, nyali para penjahat itu langsung ciut, mereka merinding.


Sementara Zafier sudah beranjak dari kursinya, ia bergegas keluar ruangan. Tapi belum sempat ia mencapai pintu, ia mendengar si penjahat itu berteriak-teriak ketakutan.


"Tuan ...a-aku mohon ampuni aku, maafkan aku, aku akan bicara. Jangan pergi tuan, jangan biarkan aku mati disini, maafkan aku, aku akan bicara", mohon penjahat itu kembali.


Zafier acuh, ia tetap berjalan keluar, senyuman jahat tersungging di sudut bibirnya.


Penjahat itu semakin takut, ia kembali berteriak- teriak apalagi ketika melihat beberapa anak buah pria itu mulai mendekatinya dengan alat-alat penyiksaan di tangan mereka.


"Tuan aku mohon, aku tidak mau mati disini, tuan jangan pergi aku mohon", teriak si penjahat gemetar.


Zafier berbalik, dia menyeringai menatap penjahat itu. "Kalau sampai kau permainkan aku lagi, aku jamin kau akan mati dengan sangat menyedihkan, aku pastikan kau kan mengalami penderitaan dan penyiksaan paling menyakitkan yang pernah ada", ancam Zafier dingin, auranya begitu menakutkan.


"Carlos! Kau urus mereka", perintah Zafier, sambil berlalu dari ruangan itu.


Zafier kemudian meninggalkan ruang bawah tanah dan menaiki lift menuju ke salah satu ruangan utama di markas ini.


Bangunan utama markas ini dibangun dengan desain yang nyaris sama dengan markas mereka yang berada di kota J. Semua aktivitas tidak biasa berpusat di ruang bawah tanah yang bertingkat-tingkat di bawah tanah. Jauh di ruang bawah tanah bangunan itu terdapat ruangan besar yang terdiri dari banyak kamar. Di setiap dinding ada lemari-lemari besar yang sepintas menyerupai dinding biasa, di dalamnya terdapat berbagai senjata dan alat penyiksaan. Sementara di bagian yang lain terdapat ruangan seperti rumah sakit lengkap dengan berbagai peralatan medis, di bagian yang lain terdapat tempat seperti kebun binatang. Di sana terdapat beberapa kandang binatang berisi binatang buas dan penangkaran buaya. Lantai dasar tampak seperti bangunan pabrik yang berproduksi seperti biasa. Di lantai satu terdapat ruangan istirahat bagi tuan mereka. Di lantai atas terdapat balkon dan taman serta landasan helikopter dan jet pribadi. Tempat tinggal anak buah yang dilengkapi berbagai fasilitas hingga camp pelatihan berada di bangunan lain.


Yang membedakannya, markas ini adalah terdapat sebuah ruangan utama yang menjadi jantung pergerakan markas. Ruangan itu masih berada di bawah tanah namun di lantai yang berbeda.


Zafier memasuki sebuah ruangan yang terdapat beberapa layar pemantau. Masing-masing layar monitor menampilkan beberapa titik lokasi. Terdapat juga layar monitor yang menunjukkan ruangan di dalam bangunan markas hingga setiap titik di luar bangunan markas dan titik lain di luar pintu gerbang sesuai dengan CCTV yang telah dipasang di banyak lokasi. Beberapa orang-orang IT terpercaya termasuk di dalamnya para hacker yang cukup dikenal di dunia maya berkumpul di sana.

__ADS_1


Para tim IT memiliki 2 orang koordinator yakni si kembar Draco dan Dracyla. Mereka berdua adalah hacker berbakat dan masih berusia muda. Mereka berdua cukup disegani di dunia perhackeran. Kemampuan mereka tidak main-main dalam meretas data . Draco dan Dracyla sendiri adalah anak dari Kevin Mitnick seorang hacker terkenal di dunia yang sempat menjadi orang kepercayaan Zaki Safaraz. Kevin kemudian mundur dari dunia IT, ia hidup tenang bersama sang istri di luar negeri. Dan menitipkan anak-anak mereka pada Zaki agar biz membantu Zaki.


Di ruangan utama inilah mereka melakukan sabotase terhadap banyak data penting. Di sana terdapat beberapa data ilegal yang tidak sembarang orang bisa mengaksesnya termasuk data-data ilegal mengenai kegiatan dan transaksi dunia bawah yang mereka jalani.


Begitu melihat siapa yang memasuki ruangan monitor, para anak buah ahli IT milik keluarga Safaraz itu pun membungkukkan tubuhnya. Selanjutnya Draco mempersilahkan Zafier untuk duduk di depan salah satu layar monitor utama.


Sambil melihat layar monitor Draco menjelaskan mengenai pergerakan dari musuh mereka, Reonal Barton.


"Terus awasi pergerakan mereka Drac. Jika waktunya sudah tiba kita akan memberikan kejutan kepada mereka karena telah berani mengusik kita", ujar Zafier penuh kebencian.


"Oh iya apa kau sudah menemukan keberadaan Gwenku?", tanya Zafier dengan antusias.


Draco hanya menunduk mendapati tatapan penuh harap dari sang tuan muda.


"Maafkan saya tuan muda. Sampai saat ini saya belum menemukan hal yang berarti terkait dengan keberadaan nona Gwen. Beberapa temuan data akan saya gabungkan dulu satu persatu agar saya mendapatkan informasi yang valid tentang keberadaan nona Gwen", ujar Draco sedikit tertekan.


Zafier menghela nafas berat. Ada sorot terluka dari netra abunya. Ia tidak menyalahkan Draco ataupun meragukan kemampuan mereka. Peristiwa yang telah terjadi bertahun-tahun sebelumnya itu tentunya cukup sulit untuk menggali informasi lebih jauh tentang keberadaan Gwen pasca kecelakaan yang menimpa Gwen dan kedua orang tuanya. apalagi tidak ditemukan bukti-bukti seperti CCTV dan lainnya. Tubuh orang tua Gwen memang ditemukan namun supir mereka dan Gwen menghilang begitu saja hingga detik ini.


Beberapa saat kemudian Juan memasuki ruangan utama itu.


"Bagaimana Juan? Apa perlu aku yang turun tangan langsung agar bangsat itu buka mulut?", tanya Zafier datar. Ia menyembunyikan emosinya dengan baik.


"Tidak perlu tuan muda. Saya telah mengurus semuanya. Ia sudah buka mulut setelah saya menampilkan kartu As kita. Ia minta agar kita tidak melakukan apapun pada keluarga kecilnya. Ia minta kita menjamin keselamatan keluarga kecilnya itu. Ia sudah membeberkan semuanya. Ia memang orangnya Reonal Barton", jelas Juan.


"Ia bersedia bekerja sama dengan kita selama kita bisa menjamin keselamatan keluarganya. Ia akan kembali ke kelompoknya dan menjadi mata-mata kita", lanjut Juan

__ADS_1


"Baiklah. Drako akan menanam chip di dalam tubuhnya. Kita akan selalu memantau pergerakannya. Dengan chip itu kita akan mengetahui seluruh aktivitas dan pembicaraan musuh. Dan jika ia berkhianat atau terjadi satu hal yang dapat mengancam kita, maka kita bisa meledakkan chip beserta tubuhnya di markas mereka. Tapi rasanya tidak seru jika hanya menghancurkan markas mereka. Aku menginginkan kehancuran dan akhir hidup yang amat sangat mengerikan untuk si bangsat Barton. Itu hukuman karena ia telah berani menyentuh ayahku", ujar Zafier. Meski dengan suara datar tapi netra abunya memancarkan kebencian yang sangat mendalam.


__ADS_2