
Malam itu, Zafier menerima panggilan telepon dari Juan yang sedang melakukan pengintaian terhadap target mereka. Zafier memutuskan untuk pergi dan ikut terlibat langsung dalam misi pengintaian dan penangkapan terhadap target yang menjadi kaki tangan dari dalang penembakan ayahnya.
Ya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari anak buahnya, malam ini Alvin sang pelaku penembakan ayahnya akan mengadakan pertemuan di sebuah klub dengan orang kepercayaan Reonal Barton.
Setelah menunggu beberapa jam di depan sebuah klub malam akhirnya pergerakan pun mulai kelihatan.
Anak buah Zafier menginformasikan bahwa target telah memasuki klub. Zafier pun bergegas. Ia mengambil dua pucuk senjata api yang diberikan Carlos. Carlos dari awal memang sudah mempersiapkan semua senjata dan barang-barang yang memang dirasakan perlu dalam pengintaian dan pengejaran target.
Kemudian Zafier dan Carlos pun turun dari mobil. Mereka memasuki klub malam dan bergabung dengan anak buahnya yang lain di sana.
Suasana klub malam itu tiba-tiba saja menjadi chaos ketika target Zafier tiba-tiba saja mendapatkan pukulan dari dua orang yang tidak dikenal. Awalnya kekuatan masih nampak berimbang, Alvin dan pria yang ditemuinya itu nampak melakukan perlawanan sengit. Kedua target Zafier itu mulai tampak tidak berdaya. Mereka tidak mampu untuk melawan setelah beberapa orang ikut bergabung memukuli kedua target itu.
Zafier dan para anak buahnya yang sudah bersiap dengan senjata mereka masing-masing terpaksa menghentikan langkahnya mendekati target. Ia mulai mempelajari situasi yang terjadi.
Zafier kemudian memerintahkan anak buahnya untuk diam. Ia menginginkan targetnya ditangkap hidup-hidup, jadi ia memerintahkan anak buahnya untuk tidak menembak di saat chaos seperti itu. Karena jika mereka salah sasaran, bisa-bisa target terbunuh tanpa sengaja.
Perkelahian masih terus terjadi. Kedua target berusaha melepaskan diri dari orang-orang yang memukulinya. Keadaan semakin tidak terkendali sehingga pihak keamanan klub malam di sana segera turun tangan untuk mengamankan situasi dan melemparkan orang-orang yang saling baku hantam itu keluar.
Zafier dan para anak buahnya berjalan dengan cepat keluar dari klub malam itu. Mereka melihat target mereka sudah berlari menuju mobilnya karena kedua target itu ingin menghindar dari orang-orang yang mengejarnya.
"Tuan, mereka melarikan diri", lapor salah satu anak buah Zafier.
"Bunuh orang-orang yang mengejar mereka dan tangkap target hidup-hidup!", perintah Zafier tegas.
Sesuai perintah orang-orang yang mengejar target menjadi incaran anak buah Zafier dan tanpa mereka tahu beberapa peluru dilepaskan ke arah mereka. Peluru yang dilepaskan dari pistol kedap suara itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah beberapa orang yang sedang mengejar target.
__ADS_1
Target masih berlari untuk menyelamatkan diri dan melihat orang yang mengejarnya semakin dekat.
Tapi mereka terkejut ketika orang-orang itu tiba-tiba saja ambruk dan sudah tidak bernyawa.
"Sial! Ada apa dengan malam ini", teriak Alvin ketakutan.
Anak buah Zafier keluar dari persembunyian. Mereka berlari ke arah target. Kedua target itu berpikir jika itu bukanlah hal yang bagus, jadi mereka berdua segera berlari dan masuk ke dalam mobil untuk melarikan diri. Entah apa yang terjadi dan siapa orang-orang tapi mereka punya firasat tidak bagus.
"Tuan, mereka melarikan diri", lapor anak buah Zafier lagi.
"Bagus, giring mereka ke tempat sepi dan tangkap!", perintah Zafier seraya masuk ke dalam mobilnya.
Menangkap target di jalanan lebih baik daripada membuat keributan di dalam klub malam, pikir Zafier.
Mereka mulai mengejar target yang melarikan diri. Mereka mengepung kedua pria itu dan menggiringnya ke tempat sepi lalu menangkapnya. Rencana yang sempurna tetapi tetap saja mereka berusaha ekstra untuk mendapatkan kedua target yang diinginkan dalam keadaan hidup.
Alvin nampak mengumpat karena ia mulai menyadari jika mereka sedang diikuti.
"Apa sebenarnya yang terjadi dan siapa mereka?", tanya Alvin pada pria yang duduk di sebelahnya. Pria itu hanya menggeleng, bingung, karena tidak mengetahui siapa orang-orang yang mengejar mereka
"Kenapa semua orang tiba-tiba saja menargetkan kita?", tanya Alvin lagi kepada pria itu. Matanya menatap pria itu tajam. Pria itu hanya diam karena ia sendiri juga tidak mengetahui siapa saja orang-orang yang mengejar mereka serta maksud dari orang-orang itu mengejar mereka.
"Kau yakin bukan bos yang menyuruh orang-orangnya untuk membunuhku?", tanya Alvin dingin pada temannya. Temannya nampak mendelik, terkejut mendengar pertanyaan Alvin yang frontal.
"Untuk apa juga bos ingin membunuhmu?", pria itu balik bertanya.
__ADS_1
"Bisa jadi untuk menghilangkan jejak karena bos tidak ingin terlibat perseteruan dengan keluarga Safaraz", jawab Alvin ketus sambil tetap fokus mengemudikan mobilnya menghindari orang-orang yang mengejarnya.
"Lalu kau pikir kenapa juga mereka ikut memukuli dan mengejarku? Untuk apa juga aku ikut berlari denganmu? Apa kau tidak lihat bahwa orang-orang itu tidak mengenaliku, kalau memang mereka adalah orang-orangnya si bos", tanya pria itu. Alvin menatap dingin pria yang duduk di sebelahnya itu. Ia hanya diam. Dalam hati ia curiga jika semua ini hanyalah skenario untuk melenyapkan dirinya.
"Sial!", lagi-lagi Alvin mengumpat. Ia tiba-tiba membelokkan mobilnya ke jalan lain karena jalan di depannya terjadi kemacetan panjang.
"Bagus!", seru Zafier dengan seringai lebar.
Ia memerintahkan anak buahnya untuk segera menambah kecepatan
"Sial! Apa sebenarnya yang kau inginkan?", teriak Avin kesal.
Ia benar-benar tidak tahu siapa yang sedang mengejarnya. Ia tidak tahu siapa orang-orang yang memukulnya dan kenapa mereka tiba-tiba saja mati terbunuh tadi. Tapi ia punya firasat buruk mengenai hal ini. Jadi ia harus lari. Bagaimanapun caranya ia harus menyelamatkan diri
Alvin semakin menambah kecepatan mobilnya. Sedangkan mobil Zafier masih terus mengejar.
Aksi kejar mengejar terjadi. Kedua mobil melesat dengan kecepatan tinggi melewati mobil yang ada di jalanan dengan sangat cepat.
Alvin terus mengumpat sepanjang perjalanan. Ia benar-benar harus mencari agar ia bisa melarikan diri.
"Bos kami sudah berada di posisi", anak buahnya yang berada di jalur lain memberi laporan.
"Tahan! Target masih lumayan jauh Dan ketika mereka sudah dekat, segera giring mobilnya!", perintah Zafier
"Siap tuan", jawab anak buahnya patuh.
__ADS_1
Kedua target tampak mulai frustasi. Sepucuk pistol dikeluarkan dari kaca jendela mobil dan pistol itu diarahkan ke mobil Zafier. Tanpa membuang waktu suara tembakan terdengar dan beberapa timah panas melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mobil.
Carlos yang selintas memang sudah melihat moncong senjata keluar dari jendela kaca mobil yang dikejarnya, sudah mulai waspada. Ia mengambil ancang-ancang menghindari peluru dengan cara membanting setir ke kanan lalu ke kiri dan lagi-lagi.... Dor! Dor! Dor! Tiga tembakan dilepaskan oleh target.