
Di sebuah club mewah di kota J, tepatnya pada salah satu ruangan VVIP club itu, nampak sekelompok orang tengah mengadakan pembicaraan serius. Wajah .mereka terlihat tegang. Sementara di luar beberapa anak buah nampak menjaga ruang VVIP itu.
Seorang pria di sana nampak mendominasi diantara yang lainnya. Seorang pria berkulit tan, berwajah blasteran America Latin, Reonal Barton. Wajah Reonal sebenarnya cukup tampan, hanya saja kesan bengis dan kejamnya lebih mendominasi. Tubuh pria berambut hitam dengan netra coklat tua itu, dipenuhi tato.
Reonal adalah putra dari Bex Barton. Seseorang yang cukup berpengaruh di dunia hitam dahulunya. Jaringan bisnis dunia hitam Bex meliputi luar dan dalam negeri. Bex Barton sendiri berasal dari negara Amerika Latin. Ia mempunyai tiga orang istri dari negara yang berbeda, namun hanya istrinya yang berasal dari Indonesia yang mempunyai anak laki-laki yaitu Reonal Barton. Sewaktu bisnis dunia hitam Bex sedang menggurita di mana-mana, Reonal masih kecil. Saat itu Bex Barton menjadi lawan berat Zaki di dalam bisnis hitam. Kelompok mereka memang seringkali berseteru dalam beberapa transaksi dunia hitam.
Bex Barton sendiri akhirnya terbunuh dalam perseteruan antara kelompoknya dan Zaki. Hal itu tidak lepas dari pengkhianatan salah satu tangan kanan ayahnya. Ia menjebak Bex Barton untuk berhadapan dengan Zaki Safaraz. Alhasil kekuatan yang tidak seimbang menyebabkan Bex terbunuh. Bisnis dunia hitam milik Bex Barton selanjutnya dipimpin oleh mantan tangan kanan sang ayah yang bernama Felix. Felix bisa memimpin dengan tenang tanpa ada gangguan dan balas dendam dari anak-anak Bex Barton karena pada saat itu Reonal Barton masih kecil, sementara anak-anak Bex yang lain adalah perempuan. Semua anak perempuan Bex memang tidak pernah dilibatkan oleh sang ayah dalam mengurus bisnis ilegal mereka.
Reonal merupakan putra satu-satunya Bex Barton. Bex sangat menyayanginya karena itu Reonal pun sudah dipersiapkan sedini mungkin sebagai penggantinya. Namun takdir berkata lain, karena ia harus kehilangan sang ayah pada saat usianya masih belia.
Ibu Reonal kemudian menyerahkan Reonal pada saudara sang ayah untuk digembleng agar menjadi lebih kuat agar ia dapat membalas kematian sang ayah.
Setelah dewasa, Reonal mendapatkan semua cerita lengkap tentang apa yang terjadi pada sang ayah dari sang paman. Dendam itu sudah dipupuknya sedari kecil. Tekatnya yang bulat untuk membalaskan dendam sang ayah membawa ia masuk ke dalam jaringan dunia bawah milik Felix. Perlahan namun pasti, ia mulai masuk sebagai anggota terendah, sampai kemudian dengan semua keahlian yang dimilikinya, perlahan-lahan ia mulai mendapatkan posisi yang lebih baik. Sampai akhirnya ia dipercaya untuk menjadi tangan kanan dari Felix.
__ADS_1
Reonal kemudian merencanakan penghianatan dan pengambil alihan jaringan dunia bawah milik Felix. Ia membunuh dengan sadis Felix beserta keluarganya juga orang-orang yang sangat loyal pada Felix .
Selanjutnya Reonal pun memimpin jaringan bawah tanah itu selama bertahun-tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Ia terus mengumpulkan berbagai informasi terkait jaringan dunia hitam milik Zaki Safaraz. Ia bertekad untuk membalaskan dendam sang ayah selanjutnya. Begitu ia tahu bahwa Zaki Safaraz berada di Indonesia, ia pun mulai memperluas jaringan bisnis dunia hitamnya di Indonesia.
Zaki sendiri sudah lama melepaskan jaringan bisnis dunia hitam. Ia telah mengalihkan jaringan bisnis itu pada Juan, karena sang putra satu-satunya yang memilih membangun jaringan usahanya sendiri di luar negeri. Ia tidak lagi ambil pusing dengan segala hal yang terjadi dan berkembang di dunia hitam.
Namun ternyata Reonal sendiri menyimpan dendam kesumat terhadap Zaki. Setelah Reonal merasa cukup berkuasa di dunia hitam, ia mulai menyusun rencana untuk membalaskan dendam ayahnya pada Zaki.
Pertemuan Reonal dengan orang-orang kepercayaannya masih berlangsung. Ia mengira bahwa Zaki Safaraz telah meninggal akibat insiden penembakan yang direncanakannya melalui Alvin, krena berita tentang kondisi Zaki memang sengaja ditutup dari dunia luar.
Reonal yang memerintahkan anak buahnya untuk menculik calon istri Zaki Safaraz. Namun rencananya itu berantakan karena semua anak buahnya tidak kembali, namun keberadaan mereka pun tidak diketahui. Jika mereka tewas, tidak ada satupun mayatnya yang ditemukan meski sudah menyisir seluruh daerah di Kota P. Tidak hanya keberadaan anak buahnya bahkan orang kepercayaannya Alvin tidak diketahui lagi di mana rimbanya.
Beberapa anak buah sudah disebar untuk menjadi keberadaan mereka, tapi mereka tidak ditemukan sama sekali. Alvin dan anak buahnya yang lain justru hilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Sungguh aneh seharusnya Alvin dan para anak buahnya sudah kembali. Rasanya tidak mungkin para anak buahnya gagal menangkap seorang wanita saja, tapi jika tidak, di mana mereka sekarang. Mobil yang mereka gunakan juga hilang tanpa jejak.
__ADS_1
Reonal tidak akan pernah menemukan keberadaan Alvin dan para anak buahnya, karena Juan dan Carlos sudah membersihkan semua jejak keributan yang terjadi, bahkan Alvin sudah menjadi tawanan mereka sejak lama. Sementara para anak buahnya yang ditugaskan untuk menculik Sheza sudah berakhir di dalam perut binatang yang mereka pelihara di markas. Mengenai kendaraan mereka, sudah pasti berada di tempat yang tidak akan diketahui oleh siapapun.
Reonal masih nampak memimpin pertemuan dengan kelompoknya. Mereka membicarakan perkembangan transaksi bisnis dan jaringan dunia hitam mereka.
"Apakah sudah menemukan keberadaan Alvin atau Anthony dan kawan-kawannya?", tanya Reonal penasaran pada tangan kanannya.
"Belum tuan, bahkan kami sudah mengarahkan seluruh anak buah untuk menyisir kawasan di dalam Kota P, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka sama sekali", jawab pria yang merupakan tangan kanannya itu hormat.
"Terus lakukan pencarianmu. Aku harap mereka mampu melarikan diri karena jika mereka tertangkap, aku tidak yakin mereka akan baik-baik saja. Semua orang tahu bagaimana kejam dan sadisnya keluarga Safaraz. Setiap musuh yang sudah tertangkap dan sudah berada di markas mereka bisa dipastikan mereka hanya akan tinggal nama saja", ujar Reonal memberi peringatan.
"Felix Apa kau sudah mendapatkan lokasi markas yang lebih besar di Kota P", tanya Reonal pada asistennya.
"Masih dalam pencarian Tuan. Kemarin aku mendapatkan info ada bangunan yang akan dijual tapi menurutku masih kurang luas, apalagi aku tahu Tuan akan memindahkan pusat jaringan bisnis dunia hitam kita ke Kota P", jawab Feliz
__ADS_1
"Ya, kau harus cari lagi yang lebih luas. Aku ingin balas dendam dan menghancurkan keluarga Safaraz hingga tidak bersisa. Mereka harus membayar kematian ayahku. Aku tidak sabar untuk membangun kekuatan dan persiapan yang besar untuk menghancurkan keluarga Safaraz. Terus awasi pergerakan keluarga Safaraz sampai sekecil-kecilnya", perintah Reonal sambil menyeringai. Tatapan matanya penuh emosi dan dendam.