My Little Gwen

My Little Gwen
The Alexa Residence


__ADS_3

Matahari mulai meninggi, panasnya pun mulai terasa membakar kulit. Karen nampak masih sibuk menemani Sheza yang saat itu tengah sarapan di ruang makan mansion Zaki.


Karena bisa melihat ada kesedihan di mata Sheza. Sedari tadi Karen memperhatikan mata Sheza yang selalu tertuju pada kursi kosong di bagian depan. Kursi yang selalu ditempati dengan tuan Zaki pada saat sarapan, jika kebetulan ia sedang berada di mansion. Meskipun selama Sheza tinggal di mansion itu, tuan Zaki bisa dibilang sangat jarang menghabiskan waktu di sana. Selama mansion itu dibangun hanya beberapa kali tuan Zaki menyempatkan diri untuk sarapan di sana. Tuan Zaki memang sangat sibuk dengan bisnisnya di luar kota dan di luar negeri.


Sheza menghela nafasnya pelan, ia telah menyelesaikan semua sarapannya. Selanjutnya ia mulai berdiri meninggalkan area meja makan. Karen yang memperhatikan semua aktivitas Sheza pun mulai meninggalkan sarapannya yang tersisa. Ia pun ikut berdiri mengikuti langkah Sheza.


"Nona mau ke mana?", kejar Sheza. Biasanya pada saat weekend seperti ini, setelah sarapan Sheza akan mengajak Karen menghabiskan waktu di ruang gym mansion Zaki atau terkadang ia akan mengajak Karen berenang atau ke sasana beladiri untuk latihan di sana.


Mendengar Kare memanggilnya, langkah Sheza terhenti. Ia menoleh ke belakang dengan tidak bersemangat.


"Aku ingin berkemas-kemas Karen. Apa kau lupa apa yang aku katakan semalam?", Sheza balik bertanya.


Mendengar pertanyaan balik dari Sheza, Karen jadi salah tingkah dan bingung sendiri, tangannya menyentuh bagian belakang kepalanya, menggaruk Sisi bagian kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


"Aku pikir nona sudah lupa", jawab Sheza polos.


"Aiiish....kau jangan pura-pura Karen. Ayo ikut aku, temani aku berkemas-kemas", ujar Sheza Seraya berjalan menuju Karen dan menarik Karen. Karen hanya bisa pasrah mengikuti langkah Sheza menuju lantai dua. Begitu sampai di dalam ruang kamar, Sheza melihat sekeliling kamarnya. Hampir satu tahun ia mendiami kamar ini. Meski tidak lama, tapi kamar ini menjadi saksi perubahan dirinya dari Sheza yang dulu menjadi Sheza yang seperti sekarang.


Sheza mulai memasukkan pakaiannya satu persatu ke dalam koper. Ia hanya membawa pakaian yang memang dibelinya sendiri, sementara pakaian-pakaian yang disediakan oleh Zaki ditinggalkannya begitu saja di dalam wardrobe.


Setelah selesai mengemasi semua pakaian dan perlengkapannya, Sheza menutup kopernya. Kemudian ia berjalan menuju ke luar kamar sambil menyeret kopernya diikuti oleh Karen di belakangnya.


"Nona biarkan aku saja yang membawa kopernya", teriak Karen.

__ADS_1


Tapi Sheza tidak peduli, ia tetap berjalan sambil menyeret kopernya sendiri.


Alhasil Karin hanya pasrah mengikutinya dari belakang.


Setelah berpamitan dengan para pelayan yang berada di mansion Zaki, Sheza menarik tangan Karen.


"Ayo Karen, tunjukkan aku di mana apartemenmu. Aku sudah memutuskan bahwa aku akan tinggal di apartemen yang kamu tawarkan itu", ujar Sheza.


Karen tersenyum, lalu dengan bersemangat ia menuntun Sheza menuju basement mansion Zaki. Basement yang terletak di lantai bawah mansion Zaki sangatlah luas di sana terdapat belasan mobil mewah keluaran terbaru. Mulai dari Lexus, Porsche hingga Bugatti, Lamborghini Aston Martin hingga Rolls Royce terparkir di sana. Namun dalam kesehariannya Sheza memang tidak pernah menggunakan kendaraan yang sangat mewah dalam bepergian, meskipun Zaki membebaskan ia untuk menggunakan kendaraan apa saja dalam aktivitasnya sehari-hari.


Sheza lebih memilih Lexus itu beraktivitas sehari-hari. Karen membukakan pintu mobil untuk Sheza. Setelah itu ia mengitari mobil Lexus tersebut dan masuk ke dalam mobil dengan cepat. Ia dan Sheza memakai sabuk pengaman dan mulai melajukan mobil tersebut. Karen hanya memperhatikan Sheza yang nampak termenung dari kaca spion didepannya. Sheza lebih banyak diam meski kadang Karen berusaha untuk berbicara padanya, namun tidak ada respon berarti dari Sheza. Hal itu menggelitik keingintahuan Karen.


"Apa nona sedih meninggalkan mansion Tuan Zaki?", tanya Karen.


"Aku merasa sedikit bersalah pada daddy Zaki, karena meninggalkan mansionnya begitu saja tanpa meminta izin padanya. Semoga jika daddy kembali sehat, ia tidak marah padaku", jawab Sheza lirih.


Kemudian matanya kembali memperhatikan jalan yang dilalui melalui jendela disampingnya.


Karen hanya terdiam ia tidak tahu harus merespon seperti apa setelah mendengar ucapan Sheza tadi.


"Hmm...Karen apa betul aku tidak apa-apa tinggal begitu saja di apartemenmu tanpa mengeluarkan uang sewa sedikitpun?", tanya Sheza kembali.


"Tidak apa-apa nona. Bukankah saya sudah menjelaskan kepada nona bahwa apartemen itu adalah hadiah dari tuan Zaki jadi Saya juga tidak mengeluarkan biaya apapun ketika mendapatkannya. Bukankah nona juga pernah bilang bahwa nona sudah menganggap saya seperti saudara nona sendiri, sebagai saudara pastinya saya tidak akan memperhitungkan apapun dengan nona", ujar Karen tulus. sheza kembali mengalihkan pandangannya menatap Karen, terharu.

__ADS_1


"Terima kasih Karen telah karena telah membantuku", ujar Sheza lagi.


"Kira-kira bagaimana keadaan daddy Zaki ya", gumam Sheza namun masih terdengar jelas di telinga Sheza.


"Apa perlu saya menanyakannya pada Carlos nona?", tanya Sheza lagi.


"Bisakah kamu membantuku?", ujar sisa balik bertanya penuh harap.


"Baiklah nona, begitu kita sampai di apartemen nanti, saya akan menghubungi Carlos", janji Karen. Sheza pun nampak lega, wajahnya tidak lagi semurung tadi.


"Sebenarnya aku ingin sekali ke rumah sakit dan menjaga daddy Zaki, tapi ...", ucap Sheza terputus, ia menghela nafasnya kembali.


Karen hanya memperhatikan Sheza, ia juga bingung harus merespon seperti apa.


Tak terasa 30 menit kemudian kendaraan mereka memasuki pintu gerbang sebuah apartemen mewah.


Apartemen itu terletak di pusat kota. Selain untuk memudahkan mobilitas namun juga terletak di lokasi strategis lokasi strategis tersebut memudahkan para penghuninya terbebas dari macet ketika ingin mencapai lokasi di tengah kota.


The Alexa Residence. merupakan komplek apartemen mewah dan termahal di kota P. Menjulang setinggi 36 lantai, The Alexa adalah sebuah proyek pembangunan hunian terbaru di kota P yang berdiri di atas kawasan bergengsi. Apartemen super mewah bersertifikat hak milik penuh atau yang disebut ‘freehold’ ini, menawarkan pemandangan kota P yang menawan.


The Alexa menawarkan hunian sebanyak 138 unit eksklusif termasuk sebuah bangunan Club House historik sebagai fasilitas umum yang dapat digunakan oleh para penghuni sebagai sarana hiburan.


Apartemen yang Karen miliki sendiri berada di lantai lima belas, tipe Alexa Residence. begitu berada pintu gerbang apartemen, pintu itu terbuka secara otomatis. Beberapa tenaga security nampak menunduk hormat pada mereka berdua, kemudian mulai melakukan pengecekan melalui alat detektor bom pada kendaraan mereka. Setelah dirasakan aman kendaraan Lexus itu pun melaju menuju parkiran pribadi apartemen.

__ADS_1


__ADS_2