
Masih di rumah sakit. Pada sore menjelang malam. Tiba-tiba langit mendung terlihat menyelimuti langit kota P. Awan hitam sudah merata di langit, tampak sudah mulai gelap, tidak ada lagi sinar matahari yang mampu menembus pekatnya awan itu. Sepertinya tidak lama lagi akan turun hujan lebat. Mendung itu seolah mewakili perasaan Zafier saat ini.
Zafier masih nampak terdiam di samping ranjang sang daddy. Semua keangkuhannya, aura dinginnya runtuh seketika di depan tubuh sang daddy yang terbaring lemah. Penyesalan menghinggapi relung hatinya. Harusnya dari dulu ia menemui sang daddy, saat sang daddy bisa mengenalnya, saat sang daddy masih bisa diajak berbicara.
"Dad, masih ingat kan janji daddy untuk mengunjungiku di kota J. Sekarang aku sudah berada di sini daddy, bangunlah dad, ayolah dad! Tidakkah daddy merindukanku, hampir lima tahun kita tidak bertemu dad, banyak hal yang ingin kuceritakan pada daddy. Banyak hal yang ingin kubagi dengan daddy. Please...bangunlah dad, lihat aku anakmu, anakmu yang tidak berbakti ini, yang baru bisa datang setelah daddy tidak mampu mengenaliku lagi. Aku menyesal dad. Aku mohon maafkan aku dad, meski rasanya sudah terlambat untuk mengatakan itu". Suaranya terdengar lirih.
Setelah puas mengeluarkan semua isi hatinya Zafier melangkah keluar dari ruangan perawatan Zaki. Ia berjalan ke arah Ganial.
Ganial nampak berdiri tidak begitu jauh dari ruang rawat Zaki. Ia berdiri bersama dengan seorang wanita yang berpakaian formal. Ternyata wanita itu adalah asisten pimpinan rumah sakit ini. Asisten wanita itu kemudian mengantarkan Zafier dan Ganial menuju ruangan atasannya.
Mereka berjalan menyusuri lorong koridor rumah sakit menuju ruangan pimpinan. Beberapa orang pengawal nampak mengikuti Zafier. Mereka nampak waspada.
Begitu mereka sampai di sebuah ruangan, asisten wanita itu membuka pintu dan mempersilahkan Zafier dan Ganiak untuk masuk ke dalam. Pimpinan rumah sakit yang melihat Zavier bergegas berdiri dari kursinya dan menghampiri Zafier.
"Sudah lama kita tidak berjumpa Fier, kamu sudah dewasa sekarang?", dokter Eka menyapa Zafier sambil tersenyum ramah. Ia mengulurkan tangan menjabat erat tangan Zafier.
"Halo paman Eka, terima kasih sudah menyelamatkan nyawa Daddy", sapa Zafier kembali. Ia memaksakan diri untuk tersenyum dengan wajaj dinginnya itu.
__ADS_1
"Maafkan paman Fier. Paman sudah berusaha semampu paman, tapi daddymu masih terbaring koma", ada kesedihan tergambar dari raut wajah dokter Eka. "Tapi paman berjanji akan tetap melakukan pengobatan terbaik untuk daddymu", ujar dokter Eka, masih dengan wajah sedih.
Selanjutnya Zafier, Ganial dan dokter Eka terlibat perbincangan serius tentang bagaimana penanganan Zaki, serta Apa saja usaha yang bisa mereka lakukan untuk mempercepat bangunnya Zaki dari koma. Pembicaraan itu berlangsung cukup lama.
Sementara itu Sheza yang telah selesai makan kembali ke ruangan di mana Zaki dirawat.
"Halo daddy, ini aku She, aku kembali lagi. Bangunlah dad. Daddy tidak lapar kah? Aku akan bawakan apapun makanan yang daddy sukai ke sini.
Daddy mau makan apa?", tanya Sheza antusias. Tapi tidak ada respon sama sekali dari Zafier, air matanya kembali nampak di sudut mata indah itu. "Dad, maafkan aku yang jadi cengeng ini", tangan Sheza perlahan menghapus sudut matanya. Sepanjang waktu Sheza tidak putus asa untuk mengajak Zaki berbicara sampai akhirnya Sheza kelelahan dan tertidur di pinggir ranjang Zaki. Ia nampak
tertelungkup di sana
"Baiklah paman, aku akan kembali ke ruang perawatan daddy, ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan". Mereka kembali berjabat tangan. "Aku titip daddy, paman. Tolong jaga daddy paman", mohom Zafier.
" Pasti Fier, paman pasti akan melakukan pengobatan yang terbaik bagi Zaki. Satu hal yang pesan paman padamu . Jaga dirimu baik-baik. Paman paham kamu sangat dendam dengan orang-orang yang berusaha mencelakai daddymu, tapi tetap utamakan keselamatanmu cuma kamu satu-satunya harapan Zaki saat ini", ujar dokter Eka menatap Zafier penuh harap.
"Baik paman", Zafier mengangguk patuh.
__ADS_1
Selanjutnya Zafier diiringi Ganial dan para pengawal lainnya mengikutinya dari belakang. Mereka kembali menyusuri lorong rumah sakit itu untuk menuju ke ruangan di mana Zaki dirawat. Wajah Zafier kembali dingin tanpa ekspresi.
Beberapa saat kemudian Zafier memasuki ruangan di mana Zaki dirawat, sementara yang lain menunggu di luar.
Akan tetapi langkahnya terhenti di pintu masuk ruangan itu. Matanya menangkap satu sosok yang terlihat tertelungkup di samping ranjang sang daddy, sepertinya seorang wanita. Wanita itu nampak menggenggam tangan sang daddy. Zafier terdiam beberapa saat mencoba mencerna pemandangan di depan matanya
Tiba-tiba ia baru ingat sesuatu. Ia mengernyitkan keningnya. Mungkinkah ini wanita yang daddy ceritakan itu. Apakah ia yang akan menjadi ibu sambungku, batin Zafier.
Kemudian Zafier berbalik arah, bermaksud keluar ruangan. **** Zafier tidak bisa melihat wajah wanita itu karena kepalanya yang tertelungkup, tapi Zafier yakin wanita itu ketiduran karena ia lelah menunggu daddy dari tadi. Zafier tidak ingin mengganggu wanita yang nampak lelap itu.
Zafier urung memasuki ruangan perawatan sang daddy, ia memilih berjalan menuju Ganial untuk meminta penjelasan.
"Paman Ganial, ada seorang wanita di dalam sana. Apakah itu calon ibu sambungku?", tanya Ganial.
Ganial terkejut, namun ia berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Ganial menyesali kebodohannya sendiri. Bisa-bisanya ia melupakan keberadaan Sheza. Ganial hanya terdiam, ia tengah berpikir. Ini semua adalah skenario yang dibuat oleh Zaki tapi karena Zaki dalam posisi koma, apakah skenario ini akan tetap berjalan sebagaimana rencana sebelumnya, pikir Ganial. Ada tanda tanya di dalam pikiran Ganial. Akhirnya Daniel memutuskan untuk melanjutkan skenario itu karena ini adalah keinginan dari Zaki. Sebelumnya mereka sudah mempersiapkan banyak hal agar skenario ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, jadi ia tidak bermaksud menggagalkan semuanya.
"I-iya tuan muda Zafier", jawab Ganial gugup.
__ADS_1
Di luar perkiraan Ganial, ternyata Zafier tidak terlalu ambil pusing dan mempermasalahkan semuanya.
"Hmm....Paman aku akan sibuk beberapa hari ke depan. Ada beberapa hal yang harus aku urus dengan Charles dan Juan. Aku harus mencari orang yang telah menyakiti daddy. Aku juga harus menyusun strategi selanjutnya bagaimana menghadapi orang-orang ini. Aku harus mencari motifnya, kelompoknya dan apa maksud mereka serta rencana mereka di balik ini semua. Aku akan selalu berkunjung ke sini paman. Untuk sementara waktu ini, aku mohon agar paman menjaga daddy. Paman harus pastikan perawatan terbaik untuk daddy. Kalau ada apa-apa paman harus segera menghubungiku. Aku pergi dulu paman, pastikan pengawalan terbaik di sini. Aku kuatir orang itu akan berusaha menyakiti daddy kembali", ujar Zafier, lebih kepada perintah yang harus dipatuhi.