
Sore itu, di lokasi jauh dari pusat kota, tepatnya jalur perbatasan antar kota, di tengah jalanan sepi tanpa akses CCTV dan pemukiman penduduk, sedang terjadi pertikaian yang melibatkan beberapa kendaraan. Jalur ini memang sangat jarang dilalui oleh kendaraan umum dan pribadi sejak dibukanya jalur baru yang menghubungkan dua kota berbeda dengan jarak tempuh yang lebih pendek.
Beberapa kendaraan yang kebetulan memilih jalur ini nampak berputar jauh di depan sana, sepertinya mereka bisa melihat adanya pertikaian itu dari jauh, mereka memilih jalan memutar menghindari terlibat konflik lebih jauh.
Dan....
Carlos kembali memutar stir mobil hingga mobil berputar dan posisi mobil mereka sudah berubah. Mobil sudah saling berlawanan. Carlos kembali menginjak gas dan membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi. Tiga mobil yang tadinya mengejar, kali ini berada tepat di depan mereka.
"Rasakan ini! Mati kalian semua!", teriak para musuh dan lagi-lagi mereka menghujani mobil Zafier dengan timah panas.
Mobil yang dikemudikan oleh Carlos seolah tidak terpengaruh oleh hujan peluru itu, mereka terus saja melaju seperti hendak menabrak mobil musuh yang berada di depannya. Mobil musuh juga nampak melaju kencang siap menabrak mereka. Jarak mobil semakin dekat, dekat, jarak terus terkikis. Dan tanpa musuh duga, Carlos memutar sedikit setir mobil sehingga tabrakan tidak terjadi dan mobil yang dibawa oleh Carlos berjalan di samping mobil musuh.
Mereka melihat ke arah Carlos yang menyeringai dan menunjukkan jari tengahnya dan tanpa mereka duga dari bagian mobil yang sudah tidak memiliki pintu. Para bandit itu terkesiap, mereka tidak menyangka keberadaan Zafier yang notabene adalah seorang laki-laki di dalam mobil, karena mereka dari awal berpikit bahwa hanya ada dua perempuan target mereka di dalam mobil.
Zafier nampak sudah siap dengan senjata apinya.
Zafier menghujani mobil musuh dengan senjata apinya.
Dan lagi-lagi suara tembakan terdengar memecah keheningan.
"Dor!! Dor!! Dor!!".
Tiga tembakan terdengar, memang cukup hanya tiga saja, karena peluru yang ditembakkan bukan peluru biasa.
Para musuh tertawa terbahak-bahak karena yang ditembak oleh Zafier hanyalah badan mobil. Akan tapi mereka tidak tahu, bahwa peluru yang menempel pada badan mobil itu, lalu terbuka seperti bunga dan sebuah lampu menyala di tengah-tengah peluru itu.
Zafier tersenyum dan menekan sebuah pemicu, tidak lama kemudian...
__ADS_1
"Duuaaarrrr!".
Ledakan dari mobil musuh terdengar. Mobil yang meledak itu seketika terangkat ke udara, dan setelah itu mobil tersebut terguling di jalan dalam keadaan terbakar.
"****!!", kita harus membunuh mereka semua, teriak musuh yang masih tersisa.
Mereka memutar stir dan mengejar mobil yang dibawa oleh Carlos dan sekarang mereka berjalan berlawanan arah dari arah yang seharusnya.
Carlos masih membawa mobil dengan kecepatan tinggi melewati kendaraan musuh yang melintas berlawanan arah. Masih ada musuh yang tersisa jadi mereka harus menyusun strategi baru.
"Bawa mobilnya dengan benar Carlos", perintah Carlos dingin.
"Siap tuan muda!", jawab Carlos. Ia segera memutar stir mobil sehingga posisi mobil kembali berada di arah yang benar.
Dua mobil dan sepeda motor masih terus mengejar, sepertinya para bandit itu tidak akan menyerah sebelum mereka membunuh mereka. Zafier melihat ke belakang. Ia sangat ingin menangkap salah satu dari mereka agar ia bisa menginterogasi, tapi sepertinya akan sulit menangkap tanpa membuat keributan.
Carlos mengangguk dan membuka kap mobil dan setelah itu Zafier kembali memberi perintah. "Giring mereka ke tempat yang sepi"
"Baik tuan!", jawab Carlos. Dan setelah itu Carlos membawa mobilnya ke jalan yang sepi.
"Sial, jangan sampai mereka kabur", teriak salah seorang bandit karena ia mengira Carlos hendak kabur.
Dua motor yang tersisa melaju terlebih dahulu dan menghujani mobil mereka dengan timah panas. Begitu juga dengan Zafier, ia tampak santai saja dan mengambil sebuah senjata yang berbeda. Ia akan memerintahkan Carlos untuk menghentikan mobilnya pada waktu yang tepat.
Senjata yang dipasang Zafier itu adalah senjata peledak. Saat senjata itu ditembakkan, peluru akan membelah diri menjadi beberapa bagian, dan akan mengarah ke arah musuh bagaikan peluru yang ditembakkan oleh mobil tank. Walau bentuk peluru itu kecil tapi jangan remehkan daya ledaknya. Senjata seperti itu tidak dijual sembarangan dan hanya orang-orang tertentu saja terutama yang bergerak di dunia bawah yang bisa memilikinya, pastinya melalui transaksi ilegal di pasar gelap. Tidak usah dipertanyakan bagaimana cara Zafier mendapatkan. Penerus dunia bawah seperti dirinya pasti punya seribu satu cara untuk mendapatkannya.
"Kau siap Carlos?", tanya Zafier setelah senjata apinya terpasang.
__ADS_1
"Siap tuan!", jawab Carlos patuh. Ia tetap fokus mengemudi, matanya nyalang mengamati situasi musuh di depannya.
Mobil semakin melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan yang sepi tapi tak lama kemudian stir mobil kembali diputar. Dan Carlos secara mendadak menginjak rem, hingga saat ini posisi mereka berada persis di tengah jalan. Posisi bagian mobil yang tidak berpintu menghadap tepat ke arah para musuh.
Mobil para musuh tampak terus melaju semakin dekat, tanpa tahu kejutan apa yang sedang menunggu mereka. Mereka berteriak dan menggila tapi tiba-tiba mereka terdiam ketika melihat Zafier keluar dari dalam mobil dan mengarahkan sebuah senjata aneh ke arah mereka.
Nafas mereka seketika tertahan ketika melihat sebuah peluru yang berukuran cukup besar mengarah menuju ke arah mereka. Mereka masih belum memahami situasi, namun tidak lama setelah itu, mereka terlihat panik peluru. Peluru yang tengah mengarah kepada mereka terpecah menjadi lima bagian.
"What the ****", teriak mereka bersahutan. Mereka berbalik arah memacu kendaraan mereka, berusaha menghindar dari peluru-peluru yang tengah mengejar mereka dan tidak lama kemudian. ..
"Dhuar...!!".
"Dhuar...!!".
"Dhuar...!!".
"Dhuar...!!"
Empat ledakan terjadi karena peluru itu mengenai para musuh, sementara peluru yang satunya menghantam pohon. Zafier mengangkat sudut bibir seksinya, sebuah senyuman yang amat sangat samar. Matanya berbinat, terlihat puas saat menyaksikan kendaraan-kendaraan itu terbakar di jalan.
Para musuh bergelimpangan di jalan, ada yang tewas di tempat ada juga yang masih hidup tapi dalam keadaan tubuh yamg terbakar.
Api membumbung sangat tinggi, dan suara ledakan beberapa kali kembali terdengar, suara kesakitan para musuh yang terbakar juga terdengar di tempat itu.
Zafier fokus mengamati situasi sekitar. Ia nampak tenang tapi tetap waspada. Netranya memindai setiap sudut di jalanan itu, namun tidak ada pergerakan yang berarti. Alhasil semua musuh sudah berhasil dilumpuhkan, mereka semua terkapar di jalanan itu.
Zafier memberi kode kepada Carlos. Kode bahwa keadaan sudah aman.
__ADS_1