My Little Gwen

My Little Gwen
Juan dan Carlos


__ADS_3

Di sebuah bangunan yang terletak jauh di tengah hutan yang tak tersentuh tangan manusia, nampak aktivitas biasa layaknya kesibukan di lahan pertanian sedang berlangsung.


Tanpa diketahui banyak orang, jauh di ruang bawah tanah di sana, kejadian mencekam sedang berlangsung sedari tadi.


Teriakan demi teriakan kesakitan akibat penyiksaan terdengar di dalam ruangan. Ruangan yang dibangun dengan dinding kedap suara menyebabkan orang-orang di luar tidak akan pernah tau apa yang sedang terjadi di dalam sana.


Setelah mengalami penyiksaan demi penyiksaan, si penjahat masih punya nyali untuk berbohong. Hal itu menyebabkan kemurkaan Juan. Hingga akhirnya si penjahat memohon dengan sangat agar diberikan kesempatan lagi.


Kebetulan saat ini Juan sedang dalam suasana hati yang baik, sehingga ia kembali memberikan kesempatan kedua bagi penjahat kelas teri itu, walaupun tetap dengan memberikan ancaman.


"Kalau sampai kau permainkan aku lagi, aku jamin kau akan mati dengan sangat menyedihkan, aku pastikan kau kan mengalami penderitaan dan penyiksaan paling menyakitkan yang pernah ada", ancam Juan dengan wajah menyeringai dan tanpa ampun.


Penjahat itu menelan ludahnya dengan susah, nyalinya benar-benar ciut.


"Cepat bicara!", hardik anak buah Juan yang berdiri tak jauh darinya penjahat itu.


Penjahat itu tampak ketakutan" Ba...baik tuan, Stefano Darmawangsa yang membayar kami. Dia merasa kesal karena ditolak oleh nona itu, ia yang membayar kami untuk menculik nona itu, dia bermaksud memberi pelajaran pada nona itu, ia hendak menculik menyekap dan memperkosa nona itu, kemudian membuangnya", ujar si penjahat gemetar ketakutan. Ia sangat berharap akan belas kasihan dari Juan.


Dasar penjahat kelamin umpat Juan dalam hati. Tuan Zafier Pasti akan sangat murka mendengar ini.


Setelah mendengar penjelasan dari penjahat itu, Zafier beranjak keluar ruangan.


"Siksa mereka berenam sampai benar-benar tidak berdaya kemudian buang mereka di pinggir jalan, pastikan mereka tidak mengetahui sedikitpun tentang siapa kita", perintah Juan, wajahnya tampak menggelap sorot matanya begitu dingin dan kejam.


Kemudian Juan berjalan keluar dari ruang penyiksaan tadi. Ia menyusuri lorong demi lorong yang panjang dengan pencahayaan yang minim.

__ADS_1


Ruang penyiksaan di sana terdiri dari beberapa kamar. Ruang ini terletak di sayap kiri bangunan ruang bawah tanah kedua, sementara di sayap kanan bangunan terdapat tempat seperti kebun binatang. Di lokasi ini terdapat beberapa kandang dan tempat penangkaran hewan buas. Kandang dan penangkaran ini memang digunakan untuk menghabisi lawan dan musuh mereka tanpa bersisa sedikitpun, sebagai alat untuk menghilangkan jejak.


Sebelum meninggalkan ruang bawah tanah dua, Juan menyempatkan diri untuk mengontrol bagian sayap kanan bangunan. Juan terus berjalan menyusuri lorong menuju sayap kanan bangunan.


Sesampainya di sana, Yuan disambut oleh para pekerja di sana. Mereka rata-rata adalah para pengawal dengan kemampuan bela diri yang cukup tinggi. Beberapa diantaranya juga sudah dilatih untuk menjadi pawang binatang buas.


Juan melakukan pengecekan terhadap binatang, kandang dan penangkaran serta sarana dan prasarana yang ada di sana.


Setelah memastikan kondisi semuanya dalam keadaan aman dan terkendali, Juan beranjak menuju ruang bawah tanah satu.


Pada lokasi ruang bawah tanah satu terdapat rumah sakit dengan segala peralatan medis lengkap. Beberapa dokter baik umum maupun spesialis juga nampak standby di sana.


Setelah memastikan semua kondisi di sana aman dan terkendali, Juan bergegas meninggalkan ruang bawah tanah satu menuju lantai dasar.


Sementara itu lantai satu digunakan untuk operasional kantor, sedangkan lantai dua merupakan lokasi tempat tinggal Juan.


Lantai tiga sendiri adalah areal sangat terlarang bagi pekerja di sana. Lantai tiga memang dipersiapkan untuk areal lokasi khusus bagi Tuan Zaki ataupun keluarganya yang melakukan kunjungan atau peninjauan ke lokasi ini.


Sedangkan para pekerja di sana tinggal di bangunan terpisah.


Sebenarnya jauh sebelum Zaki menikah, ia telah menjalankan bisnis hitam di berbagai bidang. Pemasukan terbesarnya kala itu adalah melalui bisnis hitam yang dijalankannya. Namanya cukup dikenal dan disegani di dunia hitam baik dalam maupun luar negeri.


Selain bisnis hitam, Zaki juga menjalankan bisnis legal diberbagai bidang sebagai kamuflase dari bisnis hitam yang dilkukannya.


Tapi semenjak kematian istrinya, Zaki menyerahkan semua bisnis hitamnya untuk dijalankan oleh Juan. Apalagi ketika anak lelaki satu-satunya memilih untuk membangun usahanya sendiri di luar negeri.

__ADS_1


Sejak itu, Zaki menjadi lebih fokus untuk mengembangkan bisnis legalnya.


Bagi Zaki markas ini hanya digunakannya untuk mencetak para pengawal terlatihnya atau uji coba senjata.


Juan lebih tua beberapa tahun dari Zafier. Ketika kecil Juan pernah beberapa kali berinteraksi dengan Zafier, yakni ketika Zafier berkunjung ke lokasi itu bersama sang daddy.


Zafier sendiri memang memiliki hak untuk mengakses markas, pengawal beserta fasilitas yang ada di sana.


Namun Zafier sendiri jarang menggunakan akses ini. Ia hanya menggunakannya, di saat kondisi genting dan hanya jika keadaan benar-benar memaksa.


Saat ini Zafier sudah berada di ruangannya di lantai satu. Juan berjalan ke arah balkon, ia menghisap cerutunya sembari melihat pemandangan hutan yang gelap gulita di malam hari. Baginya tempat ini menjadi tempat ternyaman dalam hidupnya.,


Juan tidak terlalu sering berada di markas ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menjalankan bisnis hitamnya di luar. Untuk itu ketika ia kembali berada di markas ini, ia akan menikmatinya sebisa mungkin.


Di sini di mana ia digembleng sedari kecil menjadi rumah baginya. Di sini ia dibesarkan mendapatkan pakaian, mendapatkan pendidikan melalui homeschooling, mendapatkan rumah untuk berteduh serta mendapatkan segala macam fasilitas yang tidak akan didapatkan jika ia hidup di jalanan.


Meski tidak diasuh dan dididik dengan bermanja, namun Juan bersyukur ia masih bisa merasakan kasih sayang seorang ayah melalui Zaki ataupun Ganial.


Zaki benar-benar bersyukur berada di sini, bersyukur diangkat oleh Zaki, entah akan jadi seperti apa ia jika saja ia terlantar di jalanan.


Ia dan Carlos dibesarkan secara bersamaan. Ia masih ingat ketika itu ia dan Carlos ama-sama berada di jalanan. Zaki menawarkan mereka kehidupan yang layak tapi mereka berdua harus bekerja padanya. Juan tidak menyesali keputusannya menerima semua itu.


Ketika mulai beranjak remaja Juan dan Carlos mulai sibuk dengan urusan masing-masing. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di markas sementara Carlos lebih banyak ikut dengan tuan Ganial ataupun tuan Zaki.


Meski mereka berdua sama-sama menguasai bela diri, namun Juan mengakui jika otak Carlos lebih encer dibanding dirinya. Carlos memang menunjukkan ketertarikan yang besar pada dunia bisnis. Itulah kenapa tuan Zaki dan Ganial banyak melibatkannya pada dunia bisnis.

__ADS_1


__ADS_2