My Little Gwen

My Little Gwen
Menuju markas


__ADS_3

Perlahan matahari mulai menampakkan sinarnya, sang raja siang bersiap bertahta di singgasananya.


Dari jam 5 pagi Zafier didampingi Adolf telah berada di kamar di mana Sheza berada. Hampir 30 menit lamanya, Zafier dengan sabar menunggu Sheza. Ia berharap bisa melihat kondisi Sheza membaik sebelum ia mengunjungi markas. Namun sepertinya harapan Zafier kali ini tidak bisa terkabul.


"Paman tau kan apa yang harus paman lakukan jika nona Sheza telah bangun?", tanya Zafier pada Adolf dengan kedua netranya yang masih terpaku pada sosok Sheza.


"Siap tuan muda. Saya akan melaporkan semua perkembangan dari nona Sheza", jawab Adolf dengan sikap hormat.


Setelah mendengar jawaban pasti dari Adolf, Zafier perlahan melangkahkan kakinya ke arah pintu. Sebelum ia membuka pintu kamar itu, ia kembali menoleh pada sosok Sheza yang terbaring di atas ranjangnya, setelah beberapa saat kemudian, dengan sigap tangannya menggenggam pegangan pintu. Ia membuka pintu dan berlalu dari sana diikuti oleh sosok Adolf di belakangnya.


Pagi ini Zafier memang memutuskan untuk segera ke markas, meski perasaannya sedikit tidak tenang karena belum memastikan kalau kondisi Sheza sudah lebih baik dari kemarin.


Selepas dari kamar Sheza, Zafier terus berjalan menuju ruang kerjanya. Perlahan ia membuka pintu ruang kerjanya. Ia masuk ke dalam dan terus berjalan menuju satu sudut di mana lemari bukunya berada. Ia mulai memutar lemari buku. Ia membuka sebuah pintu tersembunyi dengan menggunakan sensor yang sangat canggih, tidak hanya memindai sidik jari, pintu itu juga menggunakan sensor retina, iris dan pengenalan wajah.


Setelah pintu berhasil dibuka, Zafier mengikuti tangga yang menuntunnya memasuki ruang rahasia itu. Di dalam ruangan itu terdapat berbagai jenis senjata api modern dan canggih. Semua senjata itu berjejer dengan rapi di rak senjata yang berjumlah ratusan. Ini baru sebagian kecil yang ia bawa ke mansion.

__ADS_1


Tidak tanggung-tanggung, diantara senjata yang ada di ruang rahasia Zafier, terdapat jenis senjata api yang terkenal sebagai senjata yang paling mematikan di dunia, seperti AA12 Atchisson Assault Shotgun, Glock 20, Colt 1911, Ruger Super RedHawk 454 Casull, Smith & Wesson 500 Magnum, Desert Eagle, dan senjata mematikan lainya.


Zafier kemudian mengambil beberapa senjata yang ia butuhkan, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah tas khusus besar berwarna hitam. Selanjutnya ia pun keluar dari ruangan rahasia tersebut dan berjalan keluar menuju mobil yang telah menunggunya sedari tadi.


Beberapa saat kemudian, sebuah kendaraan tengah melaju kencang di jalanan kota P. Sebuah kendaraan yang banyak digunakan sebagai kendaraan perang yakni Thales Hawkei. Kendaraan berpelindung ringan beroda 4 x 4 ini dirancang oleh perusahaan Australia Thales, yang memanfaatkan kemitraan dengan organisasi seperti Boeing, PAC Group dan beberapa perusahaan terkait lainnya.


Thales Hawkei menggabungkan banyak teknologi mutakhir dalam desainnya dan cukup serbaguna dan efektif melakukan berbagai peran dalam pertempuran. Berbeda dengan orang sipil yang hanya dapat membeli Thales meskipun versi stripped-down yang tidak memiliki sebagian besar teknologi militer. Namanya Zafier bisa mendapatkan Thales versi militer lengkap. Thales didesain dengan monocoque berlapis ganda unik yang melindungi dari sebagian besar jenis tembakan senjata kecil, bahkan perlindungan dari RPG dan ranjau. Thales juga dilengkapi dengan tunggangan senjata yang kemudian dapat dikonfigurasi untuk membawa berbagai senjata untuk tujuan defensif dan ofensif. Thales mampu mencapai kecepatan mendekati 75mph.


Di dalamnya seorang pria tampan bernetra abu nampak sedang serius dengan ponselnya. Ia duduk di barisan belakang, sementara di depannya seorang sopir yang tak lain Felix dan Carlos sang asisten nampak tengah waspada mengamati jalan yang mereka lalui.


Meski hanya bertiga, tapi kemampuan mereka bertiga bukanlah main-main. Kemampuan mereka bertiga cukup untuk menghancurkan puluhan orang dengan tangan kosong, bahkan bisa mematikan bagi ratusan orang dalam sekali waktu jika menggunakan senjata api. Karena saat mereka telah membekali diri dengan berbagai senjata api modern canggih. Mobil yang mereka gunakan juga mobil dengan kaca anti peluru. Kali ini mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal karena mereka tahu bahwa musuh tidak main-main. Boleh melakukan berbagai cara untuk mengancam nyawa mereka


Zafier tampak sedang melakukan panggilan video call dengan Fabian, asisten lainnya yang biasa menangani semua pekerjaan kantor. Hari ini Zafier tidak akan masuk kantor dan mengurusi semua pekerjaan kantor. Ia hanya akan fokus di markas menyelesaikan permasalahan yang terjadi kemarin.


Di saat sedang melakukan video call dengan Fabian, Zafier menangkap ada panggilan masuk dari nomor Adolf. Entah kenapa Zafier merasa bahwa panggilan itu ada kaitannya dengan kondisi Sheza, untuk itu secara sepihak, Zafier mematikan panggilan video call-nya dengan Fabian, padahal saat itu mereka tengah membahas salah satu mega proyek perusahaan.

__ADS_1


"Izin melaporkan tuan muda Zafier, kondisi nona Sheza sudah bangun. Kondisinya sudah jauh lebih baik daripada kemarin. Oleta juga telah melakukan pemeriksaan terhadap nona Sheza. Menurut laporan Oleta, tekanan darah, nadi dan detak jantung nona Sheza sudah mulai stabil dan normal. Hmmm...maafkan saya tuan muda. Apakah tuan muda mengijinkan dr. Niko untuk kembali memeriksa nona Sheza?", tanya Adolf sedikit ragu setelah menjelaskan kondisi Sheza panjang lebar.


"Memangnya kenapa paman Adolf? Apa ada masalah?", tanya Zafier balik pada Adolf. Kening Zafier sedikit berkerut, karena rasanya ia tidak pernah memerintahkan dr. Niko untuk melakukan pemeriksaan kembali pada Sheza.


"Maaf tuan muda, saat ini dr. Niko sudah berada di depan saya. Ia meminta izin untuk melakukan pemeriksaan kembali pada nona Sheza. Karena tadi tuan muda tidak meninggalkan pesan apapun, untuk itu saya menanyakannya langsung kepada tuan", ujar Adolf lagi.


"Paman, selain tadi malam aku sama sekali tidak pernah memerintahkan Niko untuk melakukan pemeriksaan pada Sheza. Untuk itu aku memerintahkan paman untuk menjauhkan Niko dari Sheza. Jangan biarkan ia mendekati Sheza, bahkan jika itu adalah pintu kamar di mana Sheza berada!", perintah Zafier dengan tegas


"Siap tuan muda, laksanakan!", tekad Adolf.


Sebelum Adolf mematikan ponselnya, Zafier bisa mendengar perdebatan yang terjadi antara dokter Niko dan Adolf. Zafier bisa merasa lebih tenang sekarang. Ia tau betul siapa Adolf. Adolf hanya akan mendengarkan perintah dirinya atau sang daddy saja. Bagi Adolf, hanya perintah mereka yang mutlak dilaksanakan.


Zafier tampak memijat pelipisnya. Daddy cepatlah bangun dan sembuh kembali. Rasanya lelah sekali menjaga calon istrimu. Hampir setiap pria yang bertemu dengannya, menjadi begitu memuja dan tertarik pada istri mu Dad. Waktuku menjadi habis hanya untuk menjaga dan mengkhawatirkan istrimu Dad, aku bahkan sampai tidak punya waktu lagi untuk memikirkan Gwenku, batin Zafier.


Sementara itu Carlos yang berada di kursi bagian depan menatap Zafier melalui kaca spion mobil. Sedari tadi ia memperhatikan tingkah laku sang tuan muda. Ia merasa semakin aneh dengan sikap sang tuan muda. Rasanya sikap sang tuan muda ini, lebih tampak sebagai sikap seseorang yang tengah menjaga kekasih sendiri daripada menjaga calon ibu sambungnya.

__ADS_1


Carlos makin sadar diri. Introspeksi diri dalam bersikap pada Sheza ke depannya adalah hal yang mutlak, jangan sampai interaksinya dengan Sheza di masa mendatang menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


__ADS_2