My Little Gwen

My Little Gwen
Dekat tapi tidak ditakdirkan bertemu


__ADS_3

Masih di rumah sakit. Matahari sudah tergelincir sedari tadi. Perlahan gelap mulai merayapi kota P. Sisa-sisa hujan sore tadi masih terasa di sana.


Zafier sudah bertekad menemukan pelaku penembakan sang daddy dan aktor di belakangnya. Ia ingin tahu apa motif pelaku melakukannya. Sejak sang daddy memutuskan berhenti dari bisnis gelap, sang daddy tidak pernah mengalami percobaan pembunuhan semacam ini. Apakah karena merasa saat ini kondisi terkendali, sehingga para pengawal daddy yang terlatih kemudian menjadi lengah akan keselamatan daddy, ataukah ada musuh dalam selimut, pikir Zafier.


"Kenapa tuan muda tidak membiarkan Carlos dan Juan saja yang mengurus semua ini", tanya Ganial penasaran.


Zafier menatap Ganial. Ia menghela nafasnya. "Aku sudah memutuskan untuk bergerak bersama Juan dan Carlos mencari pelaku kejahatan yang telah menembak daddy. Aku ingin terlibat langsung mengurus langsung orang yang telah menyakiti daddy hingga ke pelaku utama yang memerintahkan penembakan ", jawab Zafier tegas, ada sorot kemarahan di mata itu, tekadnya sudah bulat.


"Apa tuan muda tidak akan balik ke mansion", tanya Ganial.


"Tidak paman, aku akan tinggal di apartemenku saja atau selama proses pencarian pelaku kegiatan ini aku akan banyak berada di markas. Apa calon istri daddy sudah tinggal di mansion?", tanya Zafier.


"Iya tuan muda", jawab Ganial.


"Baiklah paman aku titip daddy pada paman. Pastikan daddy mendapatkan pengobatan terbaik dan juga pengawalan terbaik. Paman kuserahkan tugas untuk bertanggung jawab atas semuanya. Dan pastikan semua hal yang menimpa daddy dirahasiakan dari semua orang. Aku tidak ingin musuh-musuh daddy di dunia bisnis memanfaatkan kondisi ini. Paman bisa handle untuk semuanya kan?", tanya Zafier memastikan.


"Siap tuan muda. Semua sudah kewajiban saya tuan, tuan juga harus menjaga diri. Tuan muda tenang saja semua pengawalan dan semua perawatan di sini adalah atas tanggung jawab saya. Saya akan pastikan pengawalan dan perawatan terbaik bagi tuan Zaki. Dan kejadian yang menimpa tuan Zaki tidak akan tersebar sama sekali", janji Ganial.


"Baiklah paman, aku pergi dulu", ujar Zafier.


Ganial kemudian menundukkan tubuhnya pada Zafier. Zafier pun mengangguk dan berlalu pergi diikuti oleh Carlos dan para pengawalnya yang lain

__ADS_1


Sebelum pergi meninggalkan rumah sakit. Zafier berjalan menuju dinding kaca di ruang sang daddy berada. Ia menatap sang daddy dari jauh.


Charles menghampiri Zafier dan menepuk pundaknya. "Tuan Zaki pasti akan selamat tuan muda". Zafier mengangkat wajahnya dan menatap Carlos lama kemudian menjawab pendek. "Pasti". Kemudian mereka pun bergegas pergi.


Sementara itu. Sheza tersentak dari tidurnya. Ia melihat ke sekelilingnya. Di luar sudah mulai gelap. Ia kemudian tersadar bahwa ia berada di ruangan rawat daddy Zaki.Ya Tuhan bisa-bisanya aku ketiduran maafkan aku ya jadi Zaki harusnya aku menjaga diri malah aku ketiduran di sini, batin Sheza. Ia menatap wajah Zaki. Kondisinya masih seperti tadi, kedua matanya terpejam rapat.


"Malam daddy, sapa Sheza pada Zaki. "Bagaimana kabar daddy sekarang? Apa yang daddy rasakan? Daddy cepat bangun ya biar kita bisa pergi makan lagi, biar kita bisa bercerita lagi", ujar Sheza sambil memperbaiki selimut yang melekat pada tubuh Zaki.


Beberapa saat kemudian Karen memasuki kamar perawatan Zaki.


"Nona sudah bangun?", tanya Karen.


"Maaf nona, saya tidak tega, nona terlihat sangat kelelahan", jawab Sheza dengan rasa bersalah. Ia menundukkan kepalanya dengan perasaan bersalah. Tidak berani menatap mata Sheza.


"Apa nona ingin istirahat di ruangan?", tanya Karen lagi.


"Tidak, aku ingin menjaga daddy saja", jawab Sheza.


"Karen, bagaimana dengan anak satu-satunya daddy Zaki? Apa ia tidak peduli dengan ayahnya? Kenapa ia tidak datang ke sini untuk melihat ayahnya?", Sheza bertanya dengan kesal. "Benar-benar anak yang tidak tau menyayangi orang tuanya sendiri", rutuk Sheza lagi.


"Sabar nona, tuan muda sudah datang tadi", ucap Karen menjelaskan.

__ADS_1


"Kapan Karen", tanya Sheza penasaran.


"Saat nona sedang makan tadi dan saat nona tertidur. Tapi kemudian ia pergi, ia bersikeras untuk mencari langsung pelaku penembakan bersama anak buah tuan Zaki yang lain. Ia sangat marah nona, ia juga ingin mencari aktor utama dibalik insiden ini. Padahal tadi paman Ganial sudah menganjurkan agar cukup anak buah tuan Zaki yang lain saja yang melakukan pencarian. Tapi tuan muda bertekad akan ikut bersama para anak buah tuan Zaki yang lain", Karen menjelaskan semuanya pada Sheza.


"Mudah-mudahan mereka cepat menemukan pelakunya Karen", doa Sheza. Sheza menatap Zaki iba. Semoga daddy Zaki juga segera sadar dan pulih kembali, semoga daddy Zaki segera menemukan kebahagiaan, batin Sheza.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat hampir dua minggu Zaki terbaring koma di rumah sakit. Pengobatan terbaik masih terus di upayakan.


Sepulang bekerja Sheza langsung ke rumah sakit untuk merawat Zaki, menemani dan bercerita banyak hal pada Zaki walaupun kondisi Zaki masih dalam keadaan koma, dan belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Tapi Sheza tidak pernah putus asa. Ia sangat yakin suatu saat nanti jadi Zaki akan merespon ucapannya.


Dan anehnya Sheza dan Zafier belum pernah bertemu sama sekali. Mereka seolah tidak ditakdirkan untuk bertemu meskipun berdekatan. Saat Zafier berkunjung melihat Zaki, Sheza tidak pernah berada di rumah sakit. Sementara jika Sheza sedang berada di rumah sakit. Zafier telah pergi meninggalkan rumah sakit.


Sementara di hati mereka masing-masing. Kenangan kebersamaan mereka dulu seolah terkikis oleh berbagai permasalahan yang muncul. Mereka sudah saling melupakan satu sama lain karena pertemuan yang tidak pernah terjadi lagi.


Saat ini Sheza sudah sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Kondisi Zaki yang koma menyebabkan Sheza mendapat kepercayaan penuh untuk menangani dan mengawasi jalannya perusahaan Zaki di cabang kota P dimana sebelumnya Sheza bekerja.


Ganial memang tidak punya pilihan selain memilih Sheza untuk mengemban tanggung jawab mengurus perusahaan di kota P. Meski kemudian berhembus kabar kurang menyenangkan di perusahaan, bahwa Sheza mendapatkan posisi tinggi dengan cara mudah dan cepat karena Sheza adalah calon istri Zaki, namun Sheza sendiri tidak ambil pusing. Ia tetap bekerja secara profesional menyingkirkan musuh-musuhnya dengan cara elegan.


Sheza juga banyak mewakili Zaki untuk melakukan pertemuan bisnis dengan rekan kerja Zaki. Ia selalu mengatakan kalau Zaki sedang berada di luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis. Dan kecantikannya memang membuat pertemuan bisnis berjalan lancar. Rekan bisnis Zaki juga tidak berani bersikap lancang pada Sheza, karena yang mereka tau, Sheza adalah calon istri Zaki.


Zafier sendiri lebih banyak terlibat langsung dengan perusahaan utama milik sang daddy. Zafier sibuk mewakili sang daddy dalam bisnis yang lebih luas lagi. Ia banyak menghabiskan waktunya di luar kota dan luar negeri untuk mengurus bisnis utama sang daddy, selain Ia juga harus tetap fokus untuk mencari pelaku penembakan sang daddy.

__ADS_1


__ADS_2