
Malam itu Zafier duduk di balkon sebuah hotel bertaraf internasional di kota J. Meski memiliki beberapa apartemen dan mansion di kota J, Zafier lebih memilih menginap di hotel karena ia tidak mau daddynya mengetahui keberadaannya di kota J. Namun dibalik semuanya, alasan sebenarnya adalah karena apartemen dan mansion tersebut akan mengingatkannya pada memori bersama sang mommy. Zafier bukannya ingin melupakan mommynya, tapi Zafier hanya ingin menjaga hatinya dari keterpurukan kembali.
Tapi sepertinya Zafier lupa siapa sang daddy. Sejak dia memesan tiket ke kota J saja, daddynya sudah mengetahui semuanya. Bahkan semua aktivitas Zafier tidak lepas dari pengamatan sang daddy melalui beberapa bodyguard yang khusus ditugaskan sang daddy untuk melindungi putra satu-satunya itu.
Dan bukan Zafier pula namanya, jika ia tidak segera menyadari keberadaan orang-orang yang mengawasinya saat ini. Zafier kemudian tersenyum. Dia tau betul ciri khas bodyguard sang daddy.
Tak berapa lama, ponselnya berdering. Sebuah panggilan masuk dari sang daddy.
Zafier : "Hallo dady... "
Zaki : "Fier... dimana posisimu?"
Zafier : " Oo, please daddy, jangan pura-pura tidak tau aku tau anak buah daddy sedang mengawasiku saat ini"
Zaki : " Ha ha ha .... kau selalu saja tau keberadaan anak buahku. Jangan marah Fier, semua aku lakukan semata untuk melindungimu. Kenapa kau menginap di hotel itu Fier, apartemen dan mansion kita di sana sudah tersedia"
Zafier : "Aku pikir bisa membuat kejutan untukmu dad, dengan tiba-tiba muncul di hadapanmu"
Zaki : "Ha ha ha, maafkan daddymu ini yang sudah merusak kejutanmu. Tapi aku tau alasanmu yang sebenarnya Fier, jangan terlalu berlarut dengan kesedihan itu".
Zafier : "Dad, aku masih ada urusan bisnis di sini, setelah semua selesai baru aku ke kota P"
Zaki : "Apa bisa kau cek perusahaan kita di kota J?"
Zafier : "Oo ayolah dad, belum waktunya aku terlibat di perusahaan daddy, daddy kan masih hidup"
Zaki : "Ya ampun Fier, apa mau berharap daddymu ini cepat mati"
Zafier : "Ha ha ha dady jangan terlalu mendramatisir, setelah daddy menikah nanti, aku yakin daddy menjadi lebih muda seperti istri daddy"
__ADS_1
Zaki : "Kau ini benar-benar Fier, selalu saja banyak alasan, aku menyerah. Okee Fier, lakukan apapun yang kau mau, daddy menunggumu di sinii"
Zafier : "Okeee daddy, bye"
Percakapan selesai.
Selepas hubungan telepon dengan sang daddy, Zafier kembali melamun di balkon hotel tersebut. Matanya menyapu pandangan sekitar hotel dimana ia menginap. Menikmati pemandangan malam Kota J, sebuah kota metropolitan yang tidak pernah tidur.
Zafier membuka galeri ponselnya. Sebuah foto gadis cantik yang masih sangat belia terpampang di sana.
'Gwen...', desahnya pelan.
'Mylittle Gwen, dimana dirimu sekarang, aku sungguh merindukanmu. Apa sudah saatnya aku harus melupakanmu, apa sudah saatnya aku harus berhenti mencari, hhhh', Zafier menghembuskan nafas dengan kasar seolah ingin melepas keresahan, kerinduan dan segala beban di hatinya.
Di tengah kegalauannya, ponsel Zafier kembali berbunyi. Sebuah nama terpampang di layarnya "Arsen".
Zafier : "Halo Arsen"
Zafier : "Aku di hotel, ada apa? "
Arsen : "Apa aku tidak salah dengar Zafier?? Kau masih di hotel malam ini? Kau tidak ada acara di luar?"
Zafier : "Harusnya memang ada, salah satu rekan bisnis mengundangku, tapi aku sedang tidak ingin pergi, salah satu anak buahku sudah kutugaskan mewakili"
Arsen : "Ya tuhan Zafier, bukan acara terkait pekerjaan yang aku maksud, acara bersenang-senang, kenapa kau tidak pergi menikmati hidupmu, jangan melulu soal pekerjaan saja yang kau urus, sekali-kali nikmati hidupmu, nikmati masa mudamu. Jangan bilang kalau kau masih terobsesi pada Gwen"
Zafier : "Kau tau betul bagaimana aku kan Arsen, apalagi setelah sekian tahun aku tidak kembali, menginjakkan kaki pertama kali di negara ini sungguh teramat sangat menyiksaku. Kau sendiri dimana sekarang? "
Arsen : "Aku memang lebih banyak menghabiskan waktu di mansion sejak papi sakit. Setiap waktu bersamanya sangat berharga buatku Zafier, aku tidak mau kehilangan itu. Kalau kau memang tidak ada acara malam ini, apa kau mau berkunjung ke mansionku?
__ADS_1
Zafier : "Dengan senang hati Arsen, aku memang berniat mengunjungi papimu"
Percakapan berakhir.
Setelah percakapan via ponsel dengan Arsen berakhir, Zafier bergegas menghubungi anak buahnya untuk segera menjemputnya ke hotel. Zafier ingin mengunjungi papi Arsen.
Zafier bergegas mengganti baju kaos dan celana pendek yang tengah dikenakannya.
Tak makan waktu lama, Zafier sudah nampak rapi. Celana berwarna gelap dengan baju kaos ketat dan jaket kulit dari brand ternama membungkus tubuh atletis Zafier. Menambah pesona pria dingin ini. Tidak salah jika Zafier menjadi incaran wanita-wanita cantik dari dulu. Sayangnya belum ada yang mampu mengisi hati Zafier, karena masih ada Gwen kecilnya. yang mendiaminya setelah tahun-tahun. Bahkan belum ada satupun wanita yang mampu untuk sekedar membangkitkan gairah kelelakiannya, meski sudah banyak yang mencoba mendekatinya.
Perjalanan malam di kota J seolah membawa kenangan tersendiri bagi Zafier. Meski lahir dan besar di kota P, Kota J cukup familiar bagi Zafier. Zafier dan sang mommy bisa bolak balik ke kota J setiap harinya mengikuti kesibukan sang daddy yang juga mengembangkan usahanya di kota J.
Sepeninggal sang mommy, Zafier dan daddynya malah lebih banyak menghabiskan hari-hari mereka di kota J. Seolah ingin menghindar dari semua kenangan-kenangan indah mereka di kota P.
Tanpa terasa, mobil Zafier akan memasuki halaman mansion Arsen. Pintu pagar yang tinggi menjulang tiba-tiba terbuka secara otamatis. Salah seorang tenaga keamanan menghampiri Zafier. Dia menunduk hormat pada Zafier, bergegas mempersilahkan Arsen masuk.
"Silahkan tuan Zafier, tuan Arsen sudah menunggu kedatangan anda di dalam", ujarnya sopan.
Zafier hanya menjawab tenaga keamanan itu dengan anggukan. Selanjutnya sopir Zafier membawa mobil mereka melaju perlahan ke dalam mansion.
Begitu mereka masuk, halaman luas sudah membentang didepan mereka, setelah beberapa saat melewati halaman, akhirnya mereka berhenti tepat didepan pintu mansion. Sebuah mansion yang terbilang mewah di kota J.
Ketika sampai di depan pintu besar, seorang pelayan telah membukakan pintu, pelayan tersebut membungkukkan badan dengan hormat "Silahkan masuk tuan Zafier, tuan Arsen sudah menunggu tuan di ruang kerja", ujarnya sembari memandu Zafier menuju ruang kerja.
Zafier memperhatikan sekitarnya, tidak ada tanda-tanda orang lain di rumah tersebut, terkesan sangat sepi. Foto-foto yang ada disana, hanyalah foto-foto Arsen dan kedua orangtuanya.
Zafier memang sudah cukup lama tidak bertemu Arsen. Ketika mereka berkomunikasi jarak jauh pun pembicaraan mereka hanya sekitar masalah bisnis. Zafier sendiri tidak pernah bertanya tentang urusan pribadi, begitu juga Arsen.
Tak berapa lama Zafier sudah sampai di sebuah pintu besar. Begitu pintu ruangan tersebut dibuka, Arsen sudah menunggu di sofa santai. "Welkom in mijn huis (selamat datang di rumahku) Zafier", sapa Arsen
__ADS_1
"Mooi huis (rumah yang bagus)", ujar Zafier.
Selanjutnya mereka terlibat perbincangan hangat, mulai dari membicarakan masa-masa kuliah hingga persoalan kerjasama bisnis.