PENGASUH TUAN LUMPUH

PENGASUH TUAN LUMPUH
106 - Berkeliling


__ADS_3

Selesai dengan makan malam mereka yang romantis, Nev dan Raya berjalan-jalan diseputaran Sungai Thames untuk melihat hiruk-pikuk aktivitas malam hari yang ada di kota London.


Seseorang tampak memperhatikan keduanya atau lebih tepatnya memperhatikan Nev dengan mata memicing dan Nev menyadari itu dan ternyata langsung mengenali orang itu.


"Bryan..." sapa Nev dan pria itu akhirnya terkekeh.


"What's up, Nev!! Ternyata ini benar kau..." sahut pria bernama Bryan itu dengan ikut terkekeh juga.


Mereka saling berjabat tangan ala pria dan terlihat akrab.


"Apa kabarmu Bryan?" tanya Nev.


"I'm great... Bagaimana denganmu? Apa kau sedang berbulan madu?" tanya Bryan sembari melirik wanita disamping Nev yang tak lain adalah Raya.


"Aku juga baik dan bisa dibilang begitu," sahut Nev tersenyum. "Kenalkan, ini Raya... istriku," sambungnya pada Bryan.


Raya tersenyum kecil dan menyambut tangan Bryan yang sudah terulur dihadapannya.


"Bryan..."


"Raya..."


Mereka berjabat tangan sekilas sembari menyebutkan nama masing-masing.


"Kau sedang apa disini? Apa berlibur juga?" tanya Nev.


"Kebetulan aku bekerja di London, Nev!" jawab Bryan.


"Woa... kau bekerja di bidang apa?" tanya Nev antusias.


"Aku bisnis periklanan... tapi sekarang aku sedang hobi dunia photografi," sahut Bryan.


"Itu bagus..." Nev tersenyum tulus.


"Yeah, apa kau dan istrimu mau menjadi bahan percobaanku?" kekeh Bryan sembari menunjukkan kamera yang ia bawa.


Nev menatap Raya yang tersenyum kecil.


"Boleh, tapi aku tidak sanggup membayarmu," kelakar Nev berlagak memelas.


"Sia lan! Aku tak butuh uangmu, kawan!" kata Bryan terbahak.


Raya ikut terkekeh juga melihat interaksi suaminya dengan pria bernama Bryan itu. Raya tidak tahu Nev dan Bryan mengenal sejak kapan dan dimana tapi yang jelas sekarang ia tahu jika Bryan adalah teman Nev.


Mereka melanjutkan jalan-jalan malam itu dengan berbincang tentang dunia pekerjaan masing-masing.


Terkadang Raya juga ikut menimpali dengan pertanyaan mengenai kota London dan Bryan yang sudah cukup lama tinggal disana sedikit banyak menjelaskan tentang London dan tempat-tempat terbaiknya. Pria itu berlagak seperti tour guide untuk Raya dan Nev. Sikap Bryan yang ramah membuat suasana tidak canggung dan terkesan langsung akrab.


Bryan juga membuktikan ucapannya untuk menjadikan Nev dan Raya sebagai bahan percobaan hobi barunya. Beberapa kali dia mengabadikan momen pasangan suami istri itu dengan kameranya.

__ADS_1


Saat hari menjelang malam, mereka berpisah. Nev dan Raya kembali ke Hotel, sementara Bryan kembali ke tempat tinggalnya selama berada di London.


Sesampainya di Hotel, Raya dan Nev membersihkan diri sejenak lalu berbaring di ranjang kingsize disana. Mereka berbaring dengan posisi saling berhadapan satu sama lain.


"Kamu lelah?" tanya Nev mengelus dahi Raya sekilas.


Raya mengangguk.


Nev mengecup dahi dan bibir Raya sekilas. "Tidurlah," katanya lembut.


Raya tersenyum kecil. "Selamat malam suamiku."


"Selamat malam, Sayang."


Lalu Raya pun memejamkan matanya ,tapi Nev masih menatapi sang istri yang mulai menutup matanya.


"Aku tidak tahu apa jadinya aku tanpa kamu..." gumam Nev pelan, matanya tetap tertuju pada istrinya yang sudah mulai terbuai dalam nyenyak.


Setelah itu, Nev membawa tubuh Raya kedalam pelukannya dan gerakan itu membuat Raya sedikit menggeliat lalu ikut memeluk pinggang Nev. Nev tersenyum kecil dan memutuskan untuk menyusul Raya dalam lelap. Merekapun tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain.


...♥️♥️♥️♥️♥️♥️...


Keesokan harinya, tujuan mereka adalah jalan-jalan ke London Eye.


Kemarin, Nev sudah memesan tiket melalui online, metode itu cukup menghemat biaya dan juga waktu, karena mereka tidak perlu antri yang sangat panjang dan lama hanya sekedar untuk mendapatkan tiket tersebut.


London Eye adalah salah satu pusat wisata di kota London yang paling populer dan banyak diminati. Icon-nya adalah sebuah bianglala raksasa yang mempunyai tinggi sekitar 135 meter.


Diperkirakan tidak kurang dari 3,5 juta orang berkunjung ke tempat wisata ini setiap tahunnya. Tempat yang berbentuk kincir raksasa ini memiliki sekitar 32 kapsul penumpang yang mana jumlah tersebut merupakan simbol dari jumlah distrik yang ada di kota London yang mana setiap kapsul tersebut masing -masing dapat menampung kapasitas penumpang kurang lebih 25 orang.


Oleh karena itu, total penumpang yang menaiki kincir raksasa ini sekitar kurang lebih 800 orang untuk sekali putaran.


Sebelum beranjak siang, Nev dan Raya pun sudah bersiap-siap untuk menuju kesana.


Untuk melengkapi momen jalan-jalan mereka, kali ini mereka ingin terlihat merakyat dengan memanfaatkan alat transfortasi umum untuk menuju ke London Eye. Mereka memutuskan untuk menaiki kereta api bawah tanah saja dan sebelum menaiki itu mereka harus menuju stasiun yang terdekat dari hotel mereka, nama stasiun itu adalah Waterloo Station.


Sesampainya di London Eye, Raya langsung antusias dan Nev hanya menurut saja ketika Raya menarik tangannya mendekat ke bianglala raksasa itu.


"Nev, aku mau naik itu..." kata Raya sedikit berteriak senang. Istri Nev itu terlihat seperti anak kecil yang menjumpai mainan baru.



Bagaimana tidak, Bianglala mengingatkannya pada momen jalan-jalannya bersama Nev di pasar malam, bedanya sekarang adalah bianglala kali ini adalah bianglala raksasa yang pasti memiliki daya tarik tersendiri.


"Ayo," kata Nev tersenyum sembari menggandeng tangan sang istri. Sedikitpun dia tak akan melepaskan tangan wanita disebelahnya ini, dia takut Raya terlepas dari genggamannya, dia takut Raya hilang dari jangkauannya dan itulah ketakutan terbesar dari seorang pria bernama Nevan.


Mereka pun mulai menaiki wahana bianglala raksasa itu.


Bianglala itu berputar lambat dan akan selesai kurang lebih selama 30 menit kedepan. Para pengunjung bisa memanfaatkan waktu itu untuk memuaskan mata dengan pemandangan yang terbentang dari atas ketinggian.

__ADS_1


Nev dan Raya pun melakukan berbagai macam kegiatan seperti berfoto ria. Tak lupa juga, mereka turut mengabadikan keindahan pemandangan kota London dengan kamera pintar yang dibawa.


Dari dalam kapsul bianglala London Eye, semuanya terlihat menakjubkan.



Mereka menikmati itu dari ketinggian kurang lebih 40 meter, bahkan mereka bisa melihat tempat wisata terkenal lainnya yang ada di Inggris, seperti Big Ben, House of Parliament, dan juga Buckingham Palace, dengan sangat jelas karena London Eye hampir bisa menjangkau semua tempat yang ada di Inggris, sanking tingginya.


Nev dan Raya juga menikmati dan menyaksikan tour video 4D melalui sebuah gadget yang telah disediakan di dalam kapsul.


Setelah puas menaiki wahana itu, mereka turun dan berjalan-jalan seputaran London Eye yang populer.


"Ayo potret aku, Nev. Aku akan berpose dengan background London eye," kata Raya terkekeh-kekeh.


Nev hanya mengikuti kemauan istrinya tanpa banyak protes.



"Sudah?" tanya Raya.


"Sudah," jawab Nev tersenyum dan menunjukkan hasil fotonya di kamera pada sang istri.


"Wah bagus..." Raya bertepuk tangan kegirangan dan Nev menjadi gemas lalu mengacak rambut istrinya itu.


"Setelah ini kita kemana?" tanya Raya.


"Aku sudah memesan tiket kombinasi, jadi setelah ini kita ke Madame Tussauds, London Dungeon atau SeaLife London Aquarium. Kamu mau kemana dulu?" tanya Nev.


"Aquarium," jawab Raya senang.


"Oke... tapi kita makan siang dulu."


"Siap, Bos.." jawab Raya mengangkat tangan dengan ekspresi hormat.


Nev terkekeh lagi dan mereka melanjutkan perjalanan menuju restoran terdekat. Rencananya, hari ini Nev akan bertemu lagi dengan Bryan karena Bryan akan menunjukkan pada Nev tempat menyewa mobil yang bagus untuk mendukung perjalan Nev selama berada di Negara Inggris.


...Bersambung ......


...Jangan lupa ya,...


...Kopi...


...Bunga...


...Love...


...Like...


...Komen...

__ADS_1


...Novel ini bakal tamat ya diakhir bulan ini...mungkin ini termasuk 10 bab terakhir🙏 terima kasih dukungannya semua♥️♥️...


__ADS_2