
Pagi hari ini diawali oleh mendung yang menyambut. Raya menyiapkan semua keperluan Nev sebelum berangkat ke kantor. Tak jauh berbeda dengan dulu saat dia menjadi pengasuh Tuan manjanya. Bedanya sekarang, dia mengurus Nev sebagai kewajibannya yang telah menjadi seorang istri.
Setelah bersiap, mereka sama-sama turun dan sarapan di meja makan. Tidak seperti dulu, sekarang Nev akan menyambut momen makan dengan bahagia. Baik itu makan pagi, makan siang atau makan malam, yang penting dilakukan bersama istrinya, itu akan selalu membuatnya senang.
Terasa berkesan, bukan? Saat melakukannya bersama keluarga dan orang yang kita kasihi.
"Jangan lupa kirimi aku pesan jika nanti sudah tiba di kantor," ucap Raya melepas kepergian Nev didepan pintu.
"Iya, Sayang..." jawab Nev paham, mengulurkan tangan untuk dicium takzim oleh istrinya, kemudian mengecup perut dan pucuk kepala sang istri dengan kasih sayang.
"Dah..." Nev melambaikan tangan dan masuk ke jok belakang mobil yang dikemudikan oleh Bian.
Perlahan mobil mulai meluncur membelah jalanan dan membawa Nev menuju kantornya.
Selama diperjalanan, Nev melihat kendaraan yang berlalu lalang dari jendela mobil, dia melamunkan pernikahannya yang sudah terjalin beberapa bulan ini. Dia bersyukur tatkala bisa mereguk indahnya rumah tangga yang tak pernah dia rasakan saat dulu. Terlebih lagi sekarang dia menjalani semuanya bersama Raya-nya.
Jika dipikir lagi, dia merasa sangat beruntung dengan pernikahannya yang terjadi secara mendadak. Itu adalah salah satu keajaiban terbesar dalam hidupnya.
Tidak terkira rasa bahagianya saat ini, apalagi jika mengingat Raya tengah mengandung darah dagingnya dan entah kenapa, walau ia belum bertemu dengan jabang bayi itu namun perasaan sayangnya sudah terbentuk sedemikian rupa.
Lamunan Nev tentang masa indahnya harus terhenti kala mobil sudah sampai dikawasan gedung perkantorannya. Ia turun dan berjalan didepan tubuh Bian.
Beberapa pekerja menyapa kedatangannya dan dia menanggapi itu dengan senyuman. Hal yang baru dilakukannya setelah menikah dengan Raya, padahal dulu mungkin semua orang akan menganggap senyumnya sangat mahal karena sukar dijumpai.
Nev memasuki ruangan kantornya, dia menatap pada Bian yang masih diam. Tiba-tiba dia terpikir dengan kalimat Raya kemarin.
"Bian, Luisa menguntit istriku. Kau uruslah dia," titah Nev.
Bian mengangguk, "Baik, Tuan." katanya.
Nev mengambil ponselnya dan mengirimi kabar pada sang istri bahwa ia telah tiba di kantor sesuai permintaan Raya tadi.
Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan yang sudah tersusun rapi sesuai jadwal.
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
Saat ini, Raya juga amat bersyukur dengan rumah tangganya yang berjalan lancar dan sangat baik. Berkat serta kasih sayang, terlimpah untuknya dan calon anaknya.
Apa yang ia idamkan terpenuhi. Cinta yang begitu besar tercurah penuh untuk ia nikmati seorang diri. Walau nanti semua itu akan terbagi dengan calon anaknya, tapi ia akan ikhlas dan senang hati membaginya.
Kehidupan barunya bersama Nev terasa nyaman, mungkin itu semua karena ia menjalaninya bersama pasangan yang dipilih dan memilihnya.
Tidak ada nikmat Tuhan yang bisa ia dustakan, semuanya nyaris sempurna. Begitulah yang ia syukuri.
Nev amat menyayanginya dan menghargai segala pendapatnya. Walau terkadang Nev suka mengerjainya karena keisengan suaminya bisa kambuh sewaktu-waktu, tapi itulah warna dalam pernikahan mereka.
__ADS_1
Tanpa terasa, pernikahan mereka sudah memasuki bulan ke enam, kandungannya pun semakin membesar walau belum nampak secara signifikan dipenampilannya.
Hari ini, Raya akan mendaftar kelas kehamilan bersama Nev. Dia menunggu Nev, karena suaminya mengatakan akan pulang lebih awal dari kantornya.
Lewat jam makan siang, Nev belum juga tiba di rumah, padahal mereka sepakat akan pergi makan siang bersama lebih dulu. Raya menjadi khawatir dan memutuskan menelepon suaminya itu.
Panggilannya tidak dijawab Nev sampai beberapa kali, namun dipanggilan kelima barulah Nev menerima telepon Raya itu.
"Maaf sayang, tiba-tiba ada klien penting yang mengajak meeting secara mendadak. Aku tidak bisa menolaknya karena besok dia harus pulang ke kota asalnya," sahut Nev dari seberang sana.
"Ya ampun, Nev ... aku sangat khawatir tadi," aku Raya.
"Iya, maaf Sayang." Nev menyesal tidak segera mengabari Raya, itu semua karena semuanya begitu mendadak dan membuatnya jadi kelimpungan.
"Kamu sudah makan siang?" tanya Raya.
"Belum."
"Ya sudah, jika meetingnya sudah selesai segera makan ya."
"Iya, tapi bagaimana dengan janji daftar ke kelas kehamilan itu?"
"Aku pergi sendiri saja untuk mendaftar kelas kehamilannya," jawab Raya.
"Jangan pergi sendiri," cegah Nev.
"Ya itu lebih baik. Sekali lagi aku minta maaf, Sayang," kata Nev penuh penyesalan.
"Nggak apa-apa, kamu juga gak pernah membatalkan janji jika tidak dalam keadaan terpaksa. Aku ngerti kok ..." ucap Raya menenangkan suaminya.
Setelah berbincang hangat, panggilan itu pun diakhiri oleh keduanya.
Raya menelepon Sahara untuk menemaninya mendaftar kelas kehamilan tapi panggilan itu tidak dijawab oleh sang Mama.
"Mungkin Mama sibuk," batin Raya. Akhirnya dia memutuskan pergi sendiri diantarkan oleh supir.
Begitu di mobil, Raya mengirimi Nev pesan jika dia pergi bersama supir tanpa ditemani oleh Mama Sahara. Tapi Nev tak membalas pesannya itu, mungkin Nev melanjutkan meeting pentingnya. Entahlah.
Begitu sampai di tempat untuk mendaftar kelas hamil, Raya langsung masuk seorang diri. Tidak perlu mengantri dan dia langsung mendapat jadwal kelas dengan waktu yang bisa disesuaikan.
Raya pun beranjak dari sana, dia ingin memasuki mobilnya namun tidak melihat sang supir disana.
Raya berfikir mungkin supirnya tengah di toilet atau membeli minuman. Akhirnya Raya memutuskan menunggu di samping mobil.
"Mbak, nunggu disana saja," ucap seorang pria kurus, dia menunjuk sebuah kursi yang ada disamping ruko tempat Raya mendaftar kelas kehamilan tadi.
__ADS_1
"Kalau disini gak boleh, ya?" tanya Raya.
"Saya susah ngatur parkir, Mbak..." jawab Pria itu lagi, yang diyakini Raya sebagai tukang parkir jalanan.
Akhirnya, Raya menurut karena ia pun tak mau menyulitkan orang lain.
Raya duduk menunggu sang supir di sebuah kursi kayu panjang disamping Ruko tempat pendaftaran tadi.
Namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat dihadapannya, menghampirinya dan tiba-tiba seorang pria keluar dari balik kemudi untuk menyapanya.
"Hai..." kata pria itu.
Belum sempat Raya menanyakan apa maksud pria itu, tiba-tiba dia dipaksa untuk masuk kedalam mobil si pria. Raya memberontak, dia menjerit dan memukul si pria dengan tasnya.
"Apa maumu?" tanya Raya sembari menjauh saat lepas dari tangan si pria. Raya melihat sekeliling dan ternyata disana sepi dari pengunjung, bahkan si tukang parkir tadi pun tidak kelihatan batang hidungnya. Mungkin nasib sial sedang menimpa Raya kali ini.
Pria itu tersenyum licik. "Ayo ikut aku, atau aku akan menyakitimu," ucapnya menantang.
Pria itu maju satu langkah dan Raya mundur satu langkah juga.
Pria itu ingin menangkap tubuh Raya, namun Raya segera menghindar. Raya melayangkan tinju ke wajah pria itu. Pria itu meringis, lalu berdecih menatap Raya.
"Sial," umpat pria itu geram. Kemudian dia berusaha mengejar Raya lagi.
Pria itu tidak tahu jika Raya mempunyai keahlian bela diri, sebenarnya Raya bisa bergerak lincah untuk mengimbangi sang pria hanya saja dia masih memikirkan kandungannya saat ini.
Pria itu mencengkram tubuh Raya dan Raya menyiku perut si pria, lalu ia menendang benda pusaka pria itu dan membuatnya mengaduh kesakitan.
"Apa maumu, hah?" tanya Raya marah pada pria yang masih memegangi benda keramat miliknya.
Pria itu diam dan tidak menjawab pertanyaan Raya. Raya ingin tahu maksud pria itu yang ingin membawanya tapi dia merasa perutnya agak kram setelah susah payah melawan si pria. Akhirnya, ia memilih untuk segera beranjak dari sana.
Sampai diparkiran, Raya belum juga melihat keberadaan sang supir didekat mobilnya.
Akhirnya Raya menyetop sembarang taxi dan menaikinya.
"Raya ..."
Suara itu membuat Raya menoleh dan akhirnya terkejut mendapati siapa disana.
...Bersambung ......
Pernikahan mereka gak mungkin adem ayem aja kan? Pasti akan ada rintangannya. Nev dan Raya gak boleh menghindari ujian itu, cara terbaik adalah menghadapinya. Ya kan??
...Jangan lupa favorite, like, vote, dan berikah hadiah......
__ADS_1
...Tinggalkan komentar klean guys❤️...