
Keesokan harinya, Nev masih enggan mengurusi pekerjaan. Dia tidak memikirkan hal itu dan menyerahkan semuanya pada Bian.
Jimmy pasang badan untuk ikut membantunya, meskipun tengah repot mengurus pesta pernikahan yang akan terjadi sebentar lagi, tapi sahabat Nev itu masih mencuri waktu untuk memberi dukungan pada Nev yang ia tahu tengah berduka.
Hari ini, mereka membagi tugas masing-masing.
Bian merampungkan pekerjaan kantor, sementara Nev dan Jimmy ke Polres untuk mengurus laporan yang telah ditindak lanjuti. Nev akan datang kesana sebagai penggugat sekaligus saksi atas kejadian yang terjadi tempo hari di rumah kosong milik keluarga Roro.
Nev akan menceritakan hal yang ia ketahui dan sempat ia lihat, secara detail. Tidak dilebih-lebihkan dan tidak pula dikurang-kurangi.
Raya ditemani oleh Nimas dkk dirumah. Mereka memang sudah akrab sejak awal, apalagi sebentar lagi Nimas akan menjadi istri Jimmy. Jadi, tugas menyemangati Raya hari ini diemban oleh Nimas, Nenek dan beberapa ART yang berada dirumah.
Jadi, Raya tidak merasa kesepian dengan kehadiran mereka.
Nev bahkan membebaskan para ART nya dari segala pekerjaan, asal Raya tidak melamun dan bersedih hati lagi.
Semua ART bersorak senang apalagi Nev mengizinkan mereka memesan makanan apapun yang mereka inginkan.
"Tidak perlu masak atau melakukan hal lain. Jaga Raya dan pastikan istriku tidak meratapi insiden tempo hari lagi," titah Nev sebelum meninggalkan kediamannya bersama Jimmy.
Nev cukup tenang meninggalkan Raya dalam keadaan seperti ini dan dia bisa menuntaskan hal-nya di Polres.
-
Saat ini, Sahara masih dirawat intensif di Rumah Sakit, jadi belum bisa menghibur Raya. Begitupun dengan Adrian yang masih sibuk menunggui istrinya.
Menjelang siang, Niken turut datang ke kediaman Nev, dia pulang dari luar kota dan langsung menuju rumah Nev, karena dia tidak mau ketinggalan dalam hal menyemangati Raya yang sudah layaknya saudara sendiri.
-
__ADS_1
Sanksi hukuman terhadap pelaku pembunuhan berencana diatur dalam Pasal 340 KUHP yang ancamannya adalah pidana mati. Selain pidana mati, pidana penjara juga merupakan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa baik penjara seumur hidup, maupun penjara dalam waktu tertentu paling lama 20 tahun.
Maksud penjara seumur hidup adalah penjara sepanjang si terpidana masih hidup, dan hukumannya baru akan berakhir ketika ia meninggal dunia.
Dan tuntutan itulah yang ingin Nev ajukan sebagai hukuman untuk Feli. Entah akan diterima atau tidak, kuasa hukumnya akan mengusahakan yang terbaik agar Feli mendapat hukuman seberat-beratnya.
"Jika tuntutan kita untuk memenjarakan terpidana seumur hidup, ditolak... Paling tidak, terpidana harus mendekam disana selama dua puluh tahun, itu tujuan kita." papar Wiradana, Kuasa Hukum Nev.
Nev menggeleng, merasa opsi hukuman Feli itu tidak cukup untuknya, karena wanita sesadis Feli lebih layak dihukum mati, agar segera enyah dari dunia ini.
"Tenang, Bro. Penjara seumur hidup juga udah bagus banget, kita-kita gak bisa lihat wajahnya lagi diluar lapas. Dia bakal terkurung selama sisa hidupnya. Tersiksa batin perlahan-lahan, itu lebih bagus menurutku." papar Jimmy menengahi.
Nev terdiam, yang dikatakan Jimmy lebih dari benar. Biar saja Feli menderita perlahan-lahan, jika dia panjang umur mungkin akan merasakan tekanan yang lebih kejam didalam kurungan, bukan?
Penyiksaan itu lebih baik untuk Feli, ketimbang mati secara mendadak.
Ya, biar saja Feli merasakan hal itu.
Nev mulai menceritakan pada petugas kepolisian yang mewawancarainya sebagai saksi.
Mulai dari hilangnya Raya di rumah sakut, sampai menemukan Raya dalam keadaan tergeletak lemah di rumah kosong itu.
Setelah itu, Polisi juga menyatakan bahwa Yana akan dipanggil esok hari untuk menjadi saksi pendukung dan melengkapi keterangan yang sudah Nev berikan. Begitupun rekaman CCTV Rumah Sakit yang sudah lebih dulu diamankan begitu kejadian itu terjadi tempo hari.
Sebenarnya, Raya juga dipanggil sebagai saksi tapi keadaannya yang masih syok membuat Nev menunda istrinya itu untuk bertandang ke Polres ataupun dikunjungi pihak kepolisian, Nev masih menjaga perasaan Raya dan dia yakin Raya akan terpukul jika menceritakan kejadian itu lagi. Entahlah, Nev menjadi bimbang perihal itu karena mau tak mau Raya memang harus mendatangi undangan ini
"Mohon kerja samanya, Pak. Jika Ibu Raya sudah pulih dan bisa menjadi saksi, kami menunggu kehadirannya, ataupun pihak kami juga akan bersedia datang ke kediaman Bapak untuk menanyai Ibu Raya," papar petugas kepolisian yang umurnya hampir setara dengan Nev itu.
"Baik, Pak. Saya akan menanyakan kesediaan istri saya dulu, karena kejadian ini cukup membuatnya terpukul," jelas Nev kemudian.
__ADS_1
Polisi itu mengangguk. "Saya paham, tapi kesaksian Ibu Raya akan mempercepat proses untuk melakukan rekonstruksi."
"Iya, Pak."
"Terima kasih, atas kehadirannya Pak. Setelah kesaksian Ibu Raya nanti dan data telah lengkap, jika berkenan Bapak boleh hadir melihat rekonstruksi yang akan dilakukan nanti," kata petugas kepolisian itu sembari menjabat tangan Nev.
"Saya usahakan, Pak." kata Nev. Karena sebenarnya dia tidak mau melihat reka ulang kejadian itu, ada sedikit rasa sakit hati jika Nev mengingat, bahkan menyaksikan kejadian ulangnya, dimana istrinya tergeletak bersimbah darah. Dia tidak kuat mengingay hal itu.
Nev, Jimmy dan Wiradana keluar dari Polres menjelang sore, kemudian mereka melakukan makan siang yang tertunda di sebuah Restoran terdekat.
"Bagaimanapun, saya tidak mau melihat Feli bebas, Pak." kata Nev pada Wiradana.
Wiradana tersenyum kecil, "Kemungkinan bebas itu tidak mungkin. Saya akan pastikan itu," jawabnya percaya diri.
"Tapi, kalai hukumannya kurang dari tuntutan kita gimana? Misal kita nuntut hukuman seumur hidup, taunya dihukum cuma lima tahun ..." kata Jimmy menimpali.
"Tidak mungkin, Pak. Karena kejadian ini sudah direncanakan dengan matang oleh terpidana. Apalagi dilihat dari kejadian dirumah sakit, sampai meletakkan obat tidur. Itu semua adalah unsur kesengajaan," kata Wiradana.
"Apa dia bisa mendapat remisi jika berkelakuan baik?" tanya Jimmy lagi. (*Remisi \= penangguhan hukuman, misal dituntut 5-10 tahun, jika terpidana berkelakuan baik selama masa tahanan, maka hukuman bisa dikurangi setengah dari masa tuntutan. Misal, tuntutan 10 tahun menjadi 5 tahun saja. CMIIW 🙏)
Wiradana menggeleng, "Jika dia melakukan pembunuhan tak disengaja, mungkin bisa, tapi ini kan beda kejadian ..." katanya terkekeh sumbang.
Nev dan Jimmy pun mengangguki ucapan yang Wiradana paparkan itu.
Sedikit banyak, Nev sangat berharap Feli mendapat hukuman yang setimpal didunia, karena Nev yakin hukuman yang paling adil untuk tindakan Feli adalah di akhirat. Jadi, lagi dan lagi Nev berusaha ikhlas apapun yang akan terjadi kedepannya.
Yang jelas, jikapun nanti Feli bebas, entah dengan cara apa, Nev tidak mau melihat wajah wanita itu lagi. Karena jika itu terjadi, Nev yang akan menghabisinya.
...Bersambung ......
__ADS_1
...Tekan Love, Jempol dan ketik komentar yaa... berikan Vote dan hadiah ♥️♥️♥️...