PENGASUH TUAN LUMPUH

PENGASUH TUAN LUMPUH
116 - Ekstra Part 1


__ADS_3

Hadiah terbesar yang didapat Raya tahun ini bukan hanya keluarga baru, ia juga menerima berkat luar biasa yakni mengandung bayi kembar tiga sekaligus.


Takjub luar biasa, sesuatu yang tidak pernah ia duga. Bahkan jika ia dipercaya untuk mengandung kembali, ia sudah sangat bersyukur dengan hal itu. Apalagi mengandung tiga anak dalam rahimnya secara bersamaan seperti ini. Rasanya tidak salah jika ia harus mengucap syukur berkali-kali.


Semua keluarga Nev yang mengetahui kabar ini ikut bahagia dan turut mendoakannya.


Begitu pula dengan keluarganya sendiri, Mama dan Papa sangat terharu, bahkan mengunjunginya dirumah hampir setiap hari.


Nev menjadi lebih protektif, kejadian masa lalu adalah sebuah pelajaran bagi sang suami, hingga kali ini suaminya itu lebih cenderung bekerja dari rumah tanpa berniat menginjakkan kaki di kantornya.


Hanya sesekali Nev keluar rumah, apabila meeting penting yang tak bisa diwakilkan oleh Bian.


Untuk kali ini, kehamilannya terasa sangat santai. Tidak ada efek morning sickness yang menggangu aktifitasnya, ia bisa menggambar desain sepanjang hari selama ide masih terlintas dikepalanya. Hanya sesekali sifat sensinya kumat dan membuat Nev sempat kebingungan.


Jauh berbeda dengan sang suami, awalnya Nev tidak ke kantor karena ingin menjaganya dari jarak dekat. Tapi makin kesini, ia melihat perubahan aneh yang dialami pria itu.


Hampir setiap hari ia melihat Nev muntah dan tidak bernafsu makan. Hobby nya adalah meminta Yana untuk membelikan makanan yang mendadak menjadi favoritnya yaitu cake dengan rasa jeruk, atau kadang diselingi dengan buah apel untuk penambah rasa kenyang. Selain daripada itu, Nev tak mau menyentuh makanan apapun.


Padahal, suaminya itu kurang menyukai makanan manis seperti itu.


Sesekali ia mencoba memasakkan Nev makanan kesukaan pria itu, tapi entah kenapa baru kali ini ia melihat Nev menolak mentah-mentah masakan buatannya.


Karena Nev merasa bingung dengan gejala yang dialami, hari ini suaminya itu mengajaknya untuk menemani konsultasi di tempat praktek Dokter Kania.


"Dok, kenapa ya akhir-akhir ini saya sering mual, muntah dan tidak naf-su makan?"


Dokter Kania mengernyit heran, tapi kemudian tetap memeriksa juga keadaan tensi dan detak jantung suaminya itu.


Setelah proses itu, Dokter Kania justru menatapnya yang terduduk didepan meja praktek sang Dokter, kemudian kembali melihat pada Nev yang terbaring di ranjang tempat pemeriksaan.

__ADS_1


Tak berapa lama, Dokter Kania mulai terkekeh pelan. Mungkin karena sudah mengetahui sebuah kesimpulan yang didapatkan dari penyakit yang mungkin diderita suaminya itu.


"Sepertinya ada kesalahan disini," kekeh Dokter Kania mengulumm senyuman.


"Kenapa, Dok?" tanyanya dan Nev nyaris bersamaan.


"Menurut pemeriksaan Saya, kamu itu gak sakit, Nev..." Rupanya Dokter Kania ingin bicara santai.


Nev terduduk. "Gak sakit gimana, Tant? Aku tiap hari muntah dan gak mau nyentuh makanan," ujar Nev keheranan.


"Ya itu, istrimu kan sedang hamil. Wajar-wajar saja," kata Dokter Kania tertawa.


"Kenapa wajar, Dok?" tanyanya belum mencerna hal yang dimaksudkan sang Dokter.


"Raya, kamu beruntung sekali, loh! Ngidam dan mualnya diwakilkan sama suamimu," papar Dokter Kania sembari terus mengulumm senyum.


Sementara ia terkekeh kemudian, karena mulai memahami apa yang tengah dialami oleh sang suami sekarang.


"Nev, selamat ya ... sekarang kamu sedang dalam fase yang tidak akan terlupakan," kata Dokter Kania pada Nev dengan senyum penuh arti.


"Maksudnya, Dokter?" tanya Nev.


"Selain mual dan perubahan pola makan, apalagi yang berbeda dari Nev, Ray?" tanya Dokter Kania padanya.


"Nev sering marah-marah gak jelas, terus tiba-tiba jadi melow bahkan nangis," jawabnya serius mengarah pada kebiasaan aneh Nev belakangan hari.


"Apa aku seperti itu, Sayang?" Nev menatapnya lekat dan ia pun mengangguk.


Dokter Kania tersenyum. "Sudah jelas ini namanya kehamilan simpatik, jadi istrimu yang hamil kamu yang ngidam."

__ADS_1


"Astaga..." gumam Nev kehabisan kata-kata, pria itu memijat pelipisnya sendiri.


Ia menahan tawa disebelah Nev yang sudah kembali pada posisi semula yakni duduk disampingnya.


"Kehamilan simpatik atau Sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan gejala kehamilan yang dialami oleh istrinya. Faktornya karena rasa empati suami yang sangat tinggi kepada istri yang sedang mengandung," terang Dokter Kania.


Nev menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bahkan menjelang kelahiran nanti, kamu bisa mengalami kram perut juga, Nev. Hati-hati kamu!" kata Dokter Kania terkekeh.


Nev menghela nafas panjang. "Apa tidak ada obatnya, Dok?" tanya Nev.


Dokter Kania menggeleng. "Sindrom kehamilan simpatik tidak bisa diatasi dengan obat-obatan, Nev. Tapi nanti Tante kasi pereda mual, ya." Dokter Kania mengedipkan mata, menggoda Nev.


"Haisssss..." Nev menyugar rambutnya sambil menggerutu, tak lama dari itu tiba-tiba dia berdiri dan berlari menuju kamar mandi yang ada didalam ruangan Dokter Kania.


"Huekkkkk..."


Kemudian, hanya suara itu yang terdengar entah berapa kali disebalik pintu kamar mandi.


Setelah pulang kerumah. Yang dicari Nev adalah Yana.


"Yana, mana cake-nya? Sudah dibeli belum?" pekik Nev pada Yana.


"I-iya, Tuan.. sudah saya beli..."


"Oke, aku lapar. Tolong siapkan untukku ya..."


...Next enggak???...

__ADS_1


__ADS_2