PENGASUH TUAN LUMPUH

PENGASUH TUAN LUMPUH
98 - Hari bahagia sang Cassanova


__ADS_3

Hari bahagia untuk Jimmy dan Nimas telah tiba. Pagi tadi Jimmy sudah membacakan ikrar pernikahannya dan resmi mempersunting wanita ayu yang sederhana bernama Nimas.


Nimas mempunyai perangai yang baik, dia pendiam dan disiplin. Meski sedikit tomboy, tapi Nimas mempunyai sikap baik hati yang tersembunyi dibalik sikap diamnya.


Berbeda dengan Jimmy, pria yang digelari sebagai sang Cassanova itu, memiliki sikap yang berkebalikan dengan sikap Nimas.


Pecicilan, tebar pesona, tengil dan mulutnya yang senang mengejek. Itulah sikap Jimmy yang dijabarkan oleh Nev kepada Nimas.


Namun, entah kenapa Nimas tetap menerima pinangan dari Jimmy yang sudah mendekatinya cukup lama.


Bagaimana tidak, Jimmy sudah mendekati Nimas sejak pertama-tama wanita itu bekerja di rumah Nev.


Nimas bekerja dirumah Nev sudah hampir 5 tahun, sejak ia lulus SMA sampai sekarang dia menginjak usia 22 tahun dan Jimmy sekarang 29 tahun. Jadi, Jimmy mendekatinya sejak Nimas masih belia.


Awalnya, Nimas hanya menganggap ucapan Jimmy sebagai candaan, karena pria itu sering menggombalinya untuk membuat Tuannya, Nev, marah.


Namun lama kelamaan, Nimas mulai merasa ada yang berbeda dari setiap ucapan Jimmy kepadanya. Bukan karena ia termakan rayuan gombal pria itu, tapi terkadang Jimmy menjadi sosok yang berbeda, yang mengayomi dan berpikir luas tentang masa depan. Membuat Nimas merasa nyaman.


Sementara itu, Nev tidak suka Jimmy mengganggu pekerjanya yang paling muda, karena Nimas pun sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.


Awal mula Nimas bekerja dirumah Nev adalah karena ketidaksengajaan. Bukan karena melamar pekerjaan seperti yang lainnya. Tetapi, Nimas memiliki problem sendiri.


Nimas kabur dari rumah orangtuanya karena hendak dilamar oleh pejabat di kampungnya yang sudah beristri dua.


Orangtua Nimas, tidak bisa menolak lamaran itu secara gamblang, karena takut pejabat itu marah dan menghancurkan kehidupan mereka disana. Sehingga Nimas berniat kabur dari rumah saja dan ternyata orangtuanya ikut mendukung niat itu. Sayangnya, mereka tidak membekali Nimas apapun yang cukup, membuat Nimas harus terjebak di Kota dalam keadaan yang menyedihkan.


Nimas bekerja menjadi tukang semir sepatu di dekat gedung perkantoran Nev. Tapi jika kalian menebak Nev yang menemukan gadis itu lebih dulu, jawabannya adalah tidak. Karena yang merekrut Nimas untuk bekerja dirumah Nev adalah Jimmy sendiri. Si Cassanova yang paling jeli melihat gadis cantik, benar begitu kan?


Dengan alasan kasihan, Jimmy mengajak Nimas untuk bekerja di rumah Nev.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mempekerjakan dia di apartemenmu saja?" kata Nev saat pertama kali bertemu Nimas kala itu.


Jimmy menggeleng. "Aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan padanya jika dia tinggal satu atap denganku. Kau mengerti kan?" kata Jimmy.


Dan sejak itu Nev menyanggupi untuk mempekerjakan Nimas dirumahnya. Ia juga terenyuh melihat penampilan Nimas dan usia Nimas yang harusnya masih duduk di bangku kuliah.


Diam-diam Nev menilai sikap Nimas dan setelah satu tahun Nimas bekerja, dia memberikan Nimas beasiswa untuk melanjutkan kuliah.


Jangan mengira Nev memiliki banyak ART karena kebutuhan, tidak. Dia memilih hal itu karena dia menginginkan rumah yang ramai. Dia hidup sendiri dan merasa kesepian, dia menganggap semua ART nya sebagai pengganti keluarganya yang telah tiada. Begitupun Nimas yang dia anggap sudah seperti adiknya.


Sayangnya diantara para ART itu, harus ada salah satu yang menghianatinya, meski itu cukup membuatnya sakit hati tapi Nev mencoba melupakan hal menyakitkan itu.


Begitupun dengan Nimas, Nev tidak pernah menyangka Nimas akhirnya memenangkan hati Jimmy yang menjadi sahabat Nev sejak lama.


Nev percaya Nimas bisa menjadi istri yang baik untuk Jimmy, walau ia menyangsikan jika Jimmy bisa membuat Nimas bahagia.


Entahlah... sudah jodoh mungkin, mau bagaimana lagi. Begitulah batin Nev.


"Selamat untuk kalian... Aku turut bahagia," kata Nev memeluk tubuh Jimmy sekilas dan menepuk-nepuk punggung pria itu secara jantan.


Jimmy terkekeh. "Kau sudah tahu kan alasanku dulu memintanya bekerja ditempatmu?" ucap Jimmy dengan senyum tengilnya yang khas.


"Ya, aku sudah tahu alasannya sekarang. Kau menitipkannya padaku kan, agar tidak kau mangsa," sindir Nev dan mereka tergelak bersama.


"Kau selalu bisa diandalkan, aku tahu kau menjaganya dengan baik untukku selama ini." kata Jimmy serius sembari melirik Nimas yang duduk disisinya, wanita itu tersenyum manis, raut wajahnya tentu sangatlah bahagia saat ini.


"Aku tahu, kau tahu sifatku dan kau paham jika aku tidak akan memangsanya kan? Makanya kau menitipkannya dirumahku, daripada menitipkannya pada teman-teman sependosamu!" bisik Nev ditelinga Jimmy agar Raya dan Nimas yang ada disisi mereka masing-masing tidak mendengar kalimat itu.


Jimmy tergelak, "Kau memang yang terbaik, Bro..." katanya kemudian.

__ADS_1


Jimmy cukup tahu bagaimana dulu Nev terobsesi pada Feli dan matanya telah buta oleh wanita itu sejak masih kuliah dulu, sehingga dia merasa menitipkan Nimas disana akan aman-aman saja, karena Nev tak pernah melirik wanita lain dan memang sikap Nev yang cenderung lurus-lurus saja.


Maka, saat tahu Nev mulai ada hati pada Raya, Jimmy sedikit heran dan mulai paham bahwa ada sesuatu yang terjadi diantara Nev dan Raya waktu itu.


"Nimas, aku turut bahagia melihat kamu menikah. Kamu cantik sekali..." Raya memeluk tubuh Nimas dengan bersahabat dan disambut dengan hangat oleh Nimas.


"Makasih, ya, Ray... aku juga bahagia melihat kamu sudah mulai semangat lagi. Kamu juga cantik sekali, Raya..." kata Nimas tulus.


Acara resepsi pernikahan Jimmy dan Nimas itupun dihadiri banyak rekan-rekan dan kolega yang dikenal Nev. Pria itu memperkenalkan istrinya kepada banyak orang yang kebetulan mereka temui disana.


Mengingat pernikahan Nev dan Raya waktu itu yang terjadi secara mendadak, banyak juga yang belum mengetahui sosok wanita yang menjadi istri seorang Nevan Adio Prawiraharja.


Sehingga, momen ini dimanfaatkan banyak orang untuk mengenali sosok Raya yang mendapat banyak pujian serasi dari hampir seluruh orang yang dikenalkan Nev hari ini padanya.


"Nev ..." sapa seseorang yang membuat Nev menoleh.


Ada Ibu dan Kakak Jimmy disana, tersenyum ramah kepada Nev.


"Tante Nesa? Kak Hellen?" sahut Nev semringah. Nev menyalami kedua wanita berbeda generasi itu, dia merasa sudah lama sekali tidak bertemu mereka.


"Apa kabarmu, Nev? Kelihatannya kau makin sukses saja," kata Nesa, Mama Jimmy. Wanita itu masih cantik diusianya yang tak muda lagi.


"Aku sehat, Tant. Bagaimana dengan Tante?"


"Tante juga baik."


"Kau semakin tampan dan mapan, Nev.." puji Hellen disebelah Nesa, ia adalah Kakak Jimmy. Wanita itu tampak modis dengan penampilannya yang elegan dan glamour.


...Bersambung ......

__ADS_1


...Jangan lupa love, like, komen, vote dan hadiah♥️...


__ADS_2