
Akhirnya Nev menceritakan pada Raya perihal masalahnya dengan Feli, serta niatnya untuk melaporkan Feli ke pihak kepolisian. Namun, niat itu tidak bisa dilakukan karena Delia yang menjadi saksi telah meninggal dunia.
Raya mendengarkan cerita Nev dengan seksama, dia menghargai keputusan Nev dan tak mau terlalu jauh ikut campur dalam permasalahan Nev dengan Feli, karena walau bagaimanapun masalah itu terjadi sebelum dia dan Nev menikah.
"Boleh aku menanyakan kesimpulan dari cerita ini?" tanya Raya serius menatap Nev.
"Hmm, tanyakanlah ..."
"Apa kamu sudah memaafkan Feli? Terlepas dari kesalahannya, sekarang kamu sudah kembali pulih, Nev." Raya mengelus punggung tangan Nev secara berulang.
"Aku sudah memaafkannya, bahkan sebelum kondisiku pulih. Aku sudah lebih dulu berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan," jawab Nev tersenyum.
"Kamu murah hati sekali, tidak sia-sia aku menikah denganmu," puji Raya yang sengaja dilebih-lebihkan.
Nev menahan tawanya mendengar ucapan istrinya itu, kemudian dia balas menggenggam tangan Raya yang masih setia berada diatas punggung tangannya yang satunya.
"Kalau memang kamu sudah memaafkannya, aku rasa ini tidak perlu diperpanjang lagi," kata Raya dengan senyuman manisnya.
"Aku memaafkannya, Sayang. Tapi dia harus menerima konsekuensi dari perbuatannya, agar itu menjadi pembelajaran dalam hidupnya," jawab Nev cepat.
"Tapi kenyataannya tidak bisa kan? Itu artinya kamu harus lebih berlapang dada, biarkan Feli menata hidupnya yang baru, seperti kita yang juga sudah bahagia sekarang. Aku yakin Feli juga menginginkan kebahagiaan itu, semua orang berhak mendapatkannya termasuk Feli sekalipun," kata Raya menenangkan Nev.
"Tapi---"
"Jika kamu benar-benar memaafkannya, kamu juga harus ikhlas dengan semua ini. Jangan dipikirkan lagi ya," ucap Raya.
Nev tahu, apa yang dikatakan istrinya benar adanya. Bahwa ketika kita telah memaafkan seseorang, itu artinya kita juga harus ikhlas menerima segala perbuatannya dimasa lalu tanpa mengungkitnya lagi.
Raya menatap Nev yang tampak berpikir, kemudian dia berusaha meyakinkan Nev kembali. "Kita tidak usah memberinya pembelajaran, Sayang. Aku yakin semua yang terjadi padanya sedikit banyak bisa membuat Feli berpikir, dia cukup pintar untuk mempelajari semua yang sudah dilaluinya," ucapnya menatap Nev lekat.
Semua yang dikatakan Raya benar, betapa beruntungnya Nev menikahi wanita ini, Raya menenangkannya dan tak menyulut emosinya, Nev merasa keputusannya untuk terbuka pada Raya adalah cara yang terbaik untuk mengurangi beban pikirnanya.
"Aku paham, terima kasih kamu sudah mengingatkanku soal itu," kata Nev tersenyum menawan.
"Apa kamu sudah ikhlas sekarang?" tanya Raya memastikan.
Nev terkekeh pelan, "Entahlah, aku rasa aku belum bisa ikhlas begitu saja. Terasa sulit," aku Nev jujur.
"Itu memang sulit, aku juga gak berada diposisimu tapi aku yakin suamiku ini adalah pria yang sangat baik," Raya mengerlingkan matanya pada Nev, sengaja menggoda Nev seperti kebiasaan pria itu kepadanya.
__ADS_1
Nev terkekeh sembari menggelengkan kepalanya mendengar pujian istrinya lagi dan lagi.
Ikhlas seperti kata Raya, itu sangat sulit. Nev tak tahu bisa melakukannya atau tidak. Mungkin sekarang, Nev tak bisa memberi pelajaran yang berarti untuk Feli, keadaan memang tak mendukung dan berpihak padanya, entahlah. Yang jelas, Nev yakin suatu saat Feli akan menerima hukumannya, entah didunia atau dimanapun. Tapi Nev yakin, akan ada hakim yang adil untuk memberi Feli pelajaran.
...♥️♥️♥️♥️♥️♥️...
Keesokan harinya, Nev dan Raya sudah bersiap di dermaga Resort.
Sebelum melakukan kegiatan, mereka sarapan pagi dan melihat sunrise terlebih dahulu.
Jika kemarin mereka hanya melakukan Snorkeling, maka hari ini mereka melanjutkan kegiatan dengan aktifitas Diving.
Snorkeling hanya kegiatan di permukaan air yang biasanya sekitar 1-3 meter dari permukaan, untuk Diving bisa menyelam hingga 300 meter dalamnya, bahkan lebih dalam. Dengan kedalaman demikian, penyelam diwajibkan menggunakan tabung oksigen untuk keselamatan.
Sebelumnya, Raya dan Nev diberikan instruksi lengkap mengenai diving. Mulai dari cara menggunakan masker oksigen sampai cara melihat kadar oksigen di dalam tabung. Kemudian, mereka dipinta untuk memakai pakaian selam, masker selam, lalu memilih kacamata diving yang nyaman dikenakan.
"Oke, bernafaslah dengan normal dan santai selama berada di air. Hirup udara dalam-dalam lewat mulut dan keluarkan semuanya lewat mulut juga," kata instruktur diving mereka, bernama Robert.
"Yang paling penting saat diving atau menyelam adalah jangan tahan nafas selama berada di bawah air. Kadang, secara tidak sadar, kita menahan sedikit nafas saat menghembuskan udara lewat mulut. Hal itu sangat berbahaya! Itu bisa menimbulkan kecelakaan pada paru-paru," Terang Robert lagi.
Setelah memastikan semuanya siap, merasa tenang dan yakin, serta memahami prosedur yang benar, mereka pun mulai masuk kedalam air.
Tentunya perjalanan bawah laut itu tak boleh lepas dari panduan istruktur.
Nev dan Raya menikmati pemandangan bawah laut yang sangat indah. Mulai dari batu karang dan ribuan ikan-ikan berwana-warni. Mereka mengeskplorasi biota-biota laut atau keadaan laut dalam sana.
Beberapa kali juga mereka melakukan selfie, menggunakan kamera bawah laut untuk mendokumentasikan momen perjalanan mereka kali ini.
Setelah puas mengeksplor bawah laut, mereka kembali ke permukaan laut dan berkumpul di dermaga resort. Mereka juga menemukan teman-teman baru yang sama-sama melakukan kegiatan Diving hari ini.
Nev memiliki pengetahuan yang luas tentang dunia selam menyelam, nampaknya ini bukan pengalaman pertamanya menyangkut dunia bawah laut. Nev juga bisa bersosialisai dengan cepat terhadap orang-orang baru, itu sebabnya dia membuat perjalanan kali ini menjadi semakin ramai.
Kebetulan pengunjung disini hampir kebanyakan adalah orang Asia dan itua membuat Raya dan Nev merasa lebih akrab dengan sapaan mereka.
__ADS_1
"Apa sebelumnya kamu sering melakukan kegiatan diving, Nev?" tanya Raya yang terduduk didermaga tepat disebelah Nev.
Nev mengangguk, "Dulu aku tergabung dalam komunitas pecinta alam, kami sering mendaki gunung dan menyelam," kata Nev bercerita sembari mengingat masa-masa emasnya dalam bertualang.
Raya tersenyum kecil, "Aku punya keinginan untuk mendaki gunung suatu saat nanti," celetuknya sambil memandang lautan lepas.
Nev terkekeh. "Tidak, tidak, jangan mempunyai keinginan seperti itu," kata Nev mengingatkan.
"Kenapa?" tanya Raya.
"Mendaki gunung itu tidak semudah mengatakannya, Sayang. Kamu juga bisa tersesat jika tidak memiliki keyakinan yang kuat," terang Nev.
"Tapi..."
Nev menggeleng pada istrinya itu, "Keinginan yang lain dari itu, aku akan mengusahakannya. Tapi mendaki gunung, tidak..." kata Nev tegas, bukan berarti dia tak mau menuruti keinginan Raya, hanya saja dia tahu medan mendaki itu sangat berbahaya dalam segala aspek dan tidak mungkin membiarkan Raya melalui itu. Tidak akan!
"Baiklah, aku akan menurut..." kata Raya terpaksa sambil cemberut.
Nev tergelak melihat reaksi Raya itu, dia tidak menyangka Raya punya keinginan ekstrem semacam pendakian. Jika dilihat dari penampilan, Raya seperti wanita yang takut dengan hal-hal semacam itu, tapi ternyata istrinya memiliki jiwa yang sama dengannya, jiwa petualang yang tinggi.
"Kapan-kapan kita liburan lagi, honeymoon seasons ketiga," celetuk Nev tanpa rasa bersalah.
Raya memutar bola matanya, "Sebenarnya honeymoon ini sampai berapa seasons sih?" sahutnya jutek.
Nev mengacak rambut Raya yang sudah setengah mengering. Kemudian dia menatap Raya dengan lekat. "Seasons-nya tidak akan pernah habis, berkelanjutan terus." kata Nev terkekeh diujung kalimat.
Raya memberengut, tapi kemudian menyandarkan kepalanya dibahu sang suami.
Mereka berdua pun larut dalam pemikiran masing-masing sambil menatap burung-burung yang beterbangan rendah di atas permukaan air.
"Sayang, sekarang doaku bertambah. Jika dulu aku hanya memikirkan diriku saja, tapi sekarang aku meminta padaNya untuk menjagamu juga, aku berharap kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku dan aku tidak mau jika kamu digantikan oleh siapapun, karena dalam hatiku ... selamanya hanya akan ada kamu," Batin Nev sembari merengkuh tubuh Raya disisinya.
"Nev, terima kasih kamu sudah memberiku pengalaman yang tidak akan ku lupakan, segala yang kita lalui sampai saat ini, aku harap bisa ku ingat selamanya. Dan aku hanya ingin bersama denganmu saja. Tidak akan ada pria lain yang akan menempati hatiku kecuali kamu," Batin Raya memuja Nev yang kini membelai lembut rambutnya yang tergerai.
...Bersambung ......
Setelah ini mereka akan pulang ya, dan dugaan Nev kayaknya bener deh Reka bakal nemuin mereka. hmmm🤔 gimana ya??
...Jangan lupa like, vote dan berikan hadiah ...🙏🙏 tekan ♥️ juga yuk biar tahu kalau Author sudah Up🎉...
__ADS_1