PENGASUH TUAN LUMPUH

PENGASUH TUAN LUMPUH
SEASON II - Sekolah


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Nev pun tiba di pelataran sekolah anak - anaknya.


"Nah, sudah sampai. Sekolah yang rajin, ya kalian!" Nev mengelus puncak kepala Airish yang duduk di sebelahnya.


"Iya, Pa!" Airish mencium tangan Nev dengan takzim, disusul dengan hal sama oleh Aarav dan Abrine yang duduk di jok belakang.


"Pulang sekolah nanti, Papa juga yang jemput, karena hari ini Papa gak ke kantor!" ucap Nev tersenyum hangat pada ketiga anaknya.


"Iya, Pa!" jawab Airish senang.


"Haissshh..." gerutu Aarav yang merasa tak bebas.


"Aku ada ekskul karate, Pa!" kata Abrine dengan wajah datarnya.


"Oke, berarti nanti Airish dan Kak Aarav yang pulang duluan!" sahut Nev enteng.


"Aku pulang sendiri naik KRL aja, Pa!" kata Aarav menolak.


Nev berdecak. "Mau menurut atau uang jajan dipotong?" ancam Nev pada Aarav.


"Iya deh iya," sahut Aarav pasrah.


Kemudian, mereka bertiga pun keluar dari mobil secara bersamaan.


Kedatangan ketiganya layaknya artis yang ditunggu - tunggu oleh banyak fans.


Jika Aarav akan senang karena merasa dirinya populer, lalu Airish akan riang sebab merasa itu sesuatu yang patut dibanggakan. Berbeda dengan Abrine yang berharap semua orang itu segera menyingkir dari sana, sebab ia tak nyaman dengan orang - orang yang memandang ke arah mereka dengan tatapan berlebihan.


"Dek, liat deh... itu fans fanatik kamu!" ejek Aarav disamping Airish sembari menunjuk dengan dagunya-- ke arah seorang lelaki berkacamata tebal yang menatap Airish dengan tatapan kagum.


Mendengar itu, Airish mencebikkan bibir. "Tolong ya, Kak. Jangan menggangguku disekolah!" ucapnya.


"Yee... siapa yang ganggu! Aku cuma ingatin kamu doang, dek! Hati - hati kamu sama dia!" sahut Aarav.


Abrine menggelengkan kepala samar, ia pun merangkul Airish yang pasti tak berani melewati lelaki berkacamata itu, karena lelaki itu memang selalu mengekori kemanapun Airish pergi--membuat adik bungsunya risih.


"Udah, udah! Ada aku... ayo kita ke kelas kamu!" kata Abrine tenang. Abrine dan Airish pun berjalan berangkulan menuju kelas Airish.


Abrine dan Aarav berada dikelas yang sama, sementara Airish dikelas yang berbeda.

__ADS_1


Sebenarnya jika boleh memilih, Airish ingin sekelas saja dengan kedua kakaknya, meskipun ia akan bentrok dengan Aarav yang suka mengejek dan menjailinya, tapi itu lebih baik ketimbang ia berada dikelas lain yang terdapat satu makhluk astral yang selalu mengikutinya kemanapun, ya itu adalah lelaki berkacamata yang bernama Zio.


"Airish..." sapa Zio saat Abrine dan Airish melewati tubuh jangkung pria culun itu.


"Hmm!" sahut Airish pelan.


Zio tersenyum senang, sementara Abrine memelototi kelakuan Zio itu, membuat Zio tertunduk takut. Siapa yang tak takut dengan Abrine--gadis tomboy yang mempunyai predikat asisten sensei di sabuk karate.


Tak berapa lama, Aarav yang berada tak jauh dibelakang Abrine dan Airish--juga melewati Zio.


"Airish punya bodyguard! Jadi hati - hati aja lo!" kata Aarav mengompori sambil menyeringai tengil, seketika itu juga Zio menundukkan wajah.


_


Setelah Abrine mengantarkan Aisrih sampai ke kelasnya, barulah ia menyusul Aarav yang sudah berjalan santai ke arah kelas mereka yang berada diujung.


Abrine dan Aarav duduk satu meja, sebenarnya dari awal Abrine tak mau, tapi Aarav yang memaksanya agar kursi disebelah Aarav tidak ada yang berani mengambil alih jika sudah diduduki oleh si tomboy Abrine. Banyak cewek dikelas yang menginginkan duduk sebangku dengan Aarav tapi lelaki itu tak mau dan tak menggubris semua cewek itu.


Pelajaran pun dimulai setelah seorang guru memasuki kelas mereka.


"Andai Bu Siska mau sama gue..." gumam Aarav sembari menopang dagu dan menatap sang guru muda yang menerangkan didepan kelas.


"Apaan sih, Dek? Aku lagi belajar ini!" Aarav berlagak fokus, mengalihkan cerita tentang pertanyaan sang adik.


"Aku denger loh, kak! Jadi, selama ini kakak naksir Bu Siska makanya gak mau dideketi gerombolan cewek - cewek lain?"


"Tau ah!" Aarav cuek dan kembali memandangi penjelasan Bu Siska didepan sana.


"Ada apa, Aarav? Ada yang ingin kamu tanyakan?" tanya Bu Siska saat Aarav menatapnya sangat intens.


"Nomor hp Bu Siska berapa?" tanya Aarav begitu saja tanpa sadar.


"Huuuuu...." terdengar suara para siswa lain yang menyoraki pertanyaan Aarav itu.


"Aarav, ibu minta kamu fokus! Jangan main - main. Kita sedang belajar sekarang!" tegas Bu Siska dengan wajah datar.


Aarav memutar bola matanya dan ia mengangguk pasrah kemudian.


Abrine yang ada disebelah Aarav mengulumm senyum, merasa kakaknya sangat lucu karena tertarik dengan guru mereka sendiri.

__ADS_1


"Bu Siska mana level sama bocil kayak kakak!" ejek Abrine telak disamping Aarav, membuat Aarav menggeram pada sang adik.


"Bentar lagi aku 17 tahun kok!" sahut Aarav percaya diri.


"Kalau itu juga aku tahu, Kak. Kan lahirnya barengan aku!" Abrine terkekeh pelan lagi, sembari sesekali menyimak sang guru yang masih menjelaskan didepan kelas mereka. "Masalahnya, Bu Siska itu udah 25 tahun, Kak. Dia gak mungkin mau sama kamu! Dia pasti cari yang dewasa!"


"Aku bisa jadi dewasa kok! Liat aja entar. Kamu pikir dia belum nikah diusia 25 tahun karena apa?"


"Loh? Karena apa emang?"


"Karena nungguin aku lulus sekolah, lah!" sahut Aarav membuat Abrine tertawa yang kali ini sangat kencang. Semua siswa dikelas itu bahkan menatap ke arah Abrine.


"Abrine! Aarav! Kalian berdua tidak memperhatikan penjelasan saya ya? Kemari kalian!" titah Bu Siska, lagi - lagi dengan tegas.


Abrine menggerutu, sementara Aarav senang karena semakin dekat jaraknya pada sang guru idola.


*****


Visual cast :


AARAV NADEO PRAWIRAHARJA



ABRINE NADIA PRAWIRAHARJA



AIRISH NAZEA PRAWIRAHARJA



Jadi, Abrine dan Airish itu satu visual karena mereka identik. Cuma Abrine tomboy dan cuek, kalau Airish itu feminin dan perasa 😁


Kalau rame komennya,,, Next aku kasi visual Zio dan Bu SiskaπŸ™


Tinggalkan dulu like, vote serta hadiah.. gak maksa kok.... hehehhe...


SEASON 2 INI AKAN AMAN DIBACA PAS BULAN RAMADHAN KOK😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2