
Ramon lalu mengambil berkas yang berisikan map yang sudah dipersiapkan dari tadi itu. lalu memberikan nya pada Meyra yang terlihat binggung.
"Apa ini? kenapa berikan saya ini?"
"Anda baca saja sendiri..."
Meyra pun membuka berkas itu dan membaca nya secara detail. Disnaa ada persyaratan dari tuan muda angga. Secara keseluruhan semua nya membuat Meyra tidak mempermasalahkan nya.
•Poin 1 ~ Pihak 1 yang bernama Angga.
Apa yang diperintahkan oleh pihak 1 selalu dituruti. sebagai pihak ke 2 nona meyra harus mematuhi perintah yang diberikan oleh pihak 1.
•Poin 2 ~ Selama pernikahan berlangsung pihak 2 harus selalu mengalah terhadap pihak 1 jika melanggar denda sebesar 100 JT.
•Poin 3 ~ Pihak 1 akan membantu pihak ke 2 untuk membayar biaya kuliahnya dan segala fasilitas kebutuhan bayinya.
•Poin 4 ~ Pihak 2 tidak boleh menyebarluaskan kepada orang lain tentang pernikahan nya terkecuali keluarga.
"Bagaimana nona meyra apa anda bersedia?" Ujar Ramon.
"Ehmmm, baiklah saya setuju pak..." lalu Meyra menandatangani surat perjanjian itu.
__ADS_1
Setelah selesai Ramon mengambil surat - surat itu dan memasukkannya kembali ke dalam tas besar itu.
Didepan gerbang mansion mewah itu begitu terlihat pria sedang memata - mata gerak - gerik antara Meyra dengan suruhan anak buahnya Angga.
"Tuan saya tadi mendengarkan begitu jelas bahwa tuan muda telah melakukan perjanjian dengan nona meyra..." Dibalik ponsel.
"Baiklah... kamu selalu awasi dia dan jangan berikan dia dilukai oleh siapapun mengerti..." tegas tuan jagaragaya.
"Baik tuan..."
Meyra kemudian keluar dari mansion mewah itu terlihat dari mobil yang sedang mengawasi nya dari kejauhan. Meyra masuk kedalam mobil mewah itu dan akan diantar pulang oleh anak buah dari Angga. Didalam perjalanan pulang Meyra kemblai teringat poin - poin yang sudah dia tanda tangani.
"Semoga aja tuhan melindungi ku... aku nggak akan biarkan papa kenapa - napa, aku tidak akan memberitahukan kepada nya"
"Maafkan anak mu ini ma, pa, telah membohongi kalian..." Batin Meyra sedih sambil memandang kearah samping jendela mobil tersebut.
...•••••••••••••...
Diindonesia...
"Honey kamu kenapa sih selalu menghindar dari aku belakangan ini apa karena papa mu yang sombong itu," Seru Mia.
__ADS_1
Mereka kini berada didalam mobil, karena Angga berjanji kepada Mia akan membawanya kesebuah restoran begitu mewah di kota Jakarta dan itu semua membuat Mia senang. Bagaimana mau senang diajak kerestoran mewah kalau orang matre?! Coba aja bawa dia ke restoran dekat kampung dan kumuh mau ngak?!
"Tidak ada kaitannya dengan papa aku! pekerjaan aku itu banyak sekali yang menumpuk..." seru Angga.
"Baiklah, aku percaya kok sama kamu... maafkan aku" Mia memberikan nya sebuah ciuman dipipi Angga sebagai hadiah permintaan maaf.
Angga melihat Mia mencium nya entah kenapa tidak ada reaksi apapun sama sekali. Biasanya setiap kali Mia akan memulai nya malahan dirinya tidak bisa dikendalikan.
"Ada apa dengan diriku? apakah aku sudah tidak mencintainya lagi?" Gumam Angga sambil menyetir mobil nya.
•
•
•
•
•
JANGAN LUPA LIKE JEMPOLNYA DAN DUKUNG TERUS KARYA AKU SEKIAN TERIMA KASIH BANYAK ❤️
__ADS_1