Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 11


__ADS_3

Setelah sesampainya mereka disebuah restoran, mereka memesan beberapa makanan dan minuman. Kini makanan itu sudah tersaji di depan meja tempat mereka berada tidak ada perbincangan hanya saja suara garpu dan sendok yang bersuara.


"Oh ya honey, aku ingin ke mall hari ini maukah kamu mengantarkan ku sebentar?"


"Iya, aku akan mengantarkan mu tetapi hanya sebentar karena setelah ini aku akan pergi keluar negeri..."


"Kenapa mendadak?"


"Ada pekerjaan penting disana, papa aku ngak bisa kesana... cuma 3 hari"


"Hmm baiklah... terserah kamu saja tetapi kamu harus selalu menghubungi ku..."


...•••...


Meyra kini telah sampai dirumah ia terduduk di lantai kamar nya dengan menyenderkan tubuhnya di ranjang tempat tidur nya itu dengan menekuk lututnya.


"Mey!" Panggil Gea.


Ia baru pulang dan kini ia duduk disampingnya Meyra.


"Mey ada apa? Seperti nya kamu sedang bersedih... jika ada sesuatu yang ceritakan sama aku... Hem?" Kini tangan Gea beralih kepada kedua bahu Meyra.


"Se– "


Mama Nayra dengan papa Andra tiba - tiba datang, mereka begitu berpakaian sangat rapi seperti nya akan keluar.


"Mey, Gea mama sama papa hari ini ada pekerjaan penting diindonesia selama 3 bulan kamu tinggal Disini dulu berdua ya..."


"Kenapa mendadak ma? baru aja Mey ketemu sama kalian malah ditinggalkan"


"Mau bagaimana lagi papa kamu harus ditemani jika tidak kamu tahukan papa kamu nanti penyakit nya kambuh siapa yang bakalan bantuin..."


"Yaudah deh ma... tapi hati - hati dijalan..."

__ADS_1


Meyra dan kedua orang tuanya saling memeluk antara satu sama lain tidak lupa sebelum berpamit mencium kening putrinya.


"Kamu tidak usah khawatir ada bibi Disini yang akan menemanimu," Ujar papa.


"Hemmm..."


Setelah kepergian kedua orang tuanya itu ia kini beralih ke Gea ia duduk kembali disamping Gea.


"Kamu ngak usah bersedih kalau kedua orang tuamu pergi... ini peluang yang bagus mereka tidak akan tahu tentang kehamilanmu"


Meyra mencerna perkataan Gea ada benar nya juga. Ia akan aman selama beberapa bulan ini.


"Baiklah... jadi bagaimana yang tadi kamu mau cerita apa?"


"Se... sebenarnya kamu tahu pria asing yang membawa aku pergi tadi itu..."


"Ya, aku ingat..."


"Mereka itu ternyata anak buah dari pria yang telah merengut keperawanan ku itu dan ia telah membuat perjanjian dengan ku."


"Jadi apa kamu menyetujui itu?"


"Aku menyetujui nya karena tidak ada yang membuat ku keberatan..."


"Lalu apa masalah nya dengan kamu bersedih bagus dong dia mau bertanggung jawab..."


"Masalah nya aku benci dengan pria itu! aku ngak mau menikah dengan nya! bagaimana jika dia jahat kepada ku nantinya?"


"Dia ngak akan jahat sama kamu... karena ada bayinya dalam rahimmu..."


"Kenapa kamu begitu serius?"


"Ya... ka...rena aku paham pria yang mau bertanggung jawab pasti pria baik... ia tidak akan melukai darah daging nya sendiri.."

__ADS_1


Dretttt... dreeet... (Ponsel milik Gea berbunyi)


"tunggu sebentar aku angkat ponsel dulu..." Gea mengambil ponselnya yang ia Baru saja ditaruh di atas tempat tidur itu dan keluar dari kamar Meyra dan menutup pintu itu rapat - rapat.


"Hallo..."


"Ada apa sih kak nelpon Gea siang - siang bolong begini?"


"Emangnya disana sudah siang?"


"Sudah malam! malah balik nanya lagi, ya siang... Kakak pasti mau nanyain teman aku itu lagi kan?"


"Ngak... cuma mau bilang kalau kakak sebentar lagi sampai dibandara... kamu jemput kakak ngak ada penolakan!" Seru Angga.


"Maksudnya dibandara mana?"


"Bandara Arab Saudi! ya di bandara Korea dimana lagi sayang..."


"Ya udah kalau gitu Gea bakalan kesana..."


Panggilan antara adik Kakak sekandung itupun berakhir. Ia clingak - clinguk melihat keberadaan seseorang.


"Tidak ada siapa - siapa... Mey maafkan aku..."


batin Gea.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2