Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 27


__ADS_3

Setelah mencari begitu banyak tentang identitas pria yang dekat dengan Meyra, tiba - tiba ia mendapatkan notice dari salah satu suruhannya Devan yang ditugaskan nya.


Ia menyunggingkan senyumnya bahwa ia baru mengetahui bahwa salah satu nya ternyata kakak dari Meyra dan hanya sekedar dosen dikampus nya selama ia berada di Jakarta.


Tetapi ia tidak mendapatkan identitas lengkap nya karena keluarga dari anantha Prayoga menutup semua identitas tentang putra dan putri nya. Entahlah apa penyebabnya ia menutupi identitas putri dan putranya. Sampai Angga pun yang dari keluarga paling terkaya dan terkenal di Indonesia tidak mengetahui bahwa Meyra dari keluarga yang sama dengan nya tetapi yang ia tahu bahwa Meyra tinggal disebuah rumah sederhana yang hanya dibatasi dengan pagar dan halaman rumah dipenuhi bunga.


Sedangkan diruang kerjanya tuan anggaranaya sedang pusing dengan pekerjaan nya ditambah lagi dengan masalah pernikahan putranya yang tidak menyetujui nya sama sekali.


"Ini minum teh nya dulu," Ucap mama Delia yang tiba - tiba masuk dengan membawa segelas teh hijau hangat.


"Iya ma, taruh saja disitu.." Ucap tuan anggaranaya memijit pelipisnya yang kembali pusing.


"Papa istirahat saja dulu.. jangan terlalu memikirkan apa - apa nanti masalah perjodohan biar mama yang urusin.." Ucap mama Delia memijit pundak suaminya yang seperti nya yang ia lihat dari raut wajah nya begitu sangat lelah.


"Iya ma.." Jawab tuan anggaranaya singkat.

__ADS_1


Dreeet... dretttt....


Tiba - tiba ponsel nya berbunyi dan dengan cepat ia mengangkat nya terdengar suara seseorang yang ia tunggu.


"Bagaimana dengan keputusan putrimu?" tanya tuan anggaranaya yang kini bersuara menatap istrinya.


"Putri ku setuju dengan perjodohan itu, bagaimana kalau putramu apa dia setuju?" tanya balik tuan anantha.


"Entahlah, aku sudah membujuk nya berkali - kali tapi dia tidak mau.. tetapi jika putri mu setuju aku akan memaksa perjodohan ini dilangsungkan saja dengan pernikahan." Ucap tuan anggaranaya matang - matang.


Setelah selesai perbincangan mereka dengan diakhiri penutup telepon. tuan anggaranaya begitu lega dengan semuanya bahwa putri dari temannya mau dijodohkan dengan putranya. Kini giliran dirinya akan memaksa putranya agar menyetujui nya.


Tuan anggaranaya bangun dari tempat duduknya, "mas mau kemana?" tanya mama Delia.


"Mau menemui Angga," Ucap tuan anggaranaya keluar dari ruang kerjanya.

__ADS_1


"Angga," panggil tuan anggaranaya mendapati putranya begitu berpakaian sangat rapi.


"Ya pa?" jawab angga.


"Kamu mau kemana? papa sudah bilang kamu dilarang keluar rumah hari ini" tegas tuan anggaranaya dengan sikap putra nya selalu sulit dibantah.


"Tidak ada cuma mau cari angin diluar," Jawab Angga dengan berbohong padahal hari ini ia akan menemui mantan kekasih nya untuk melakukan rencana nya.


"Mana ada orang keluar cari angin pakaian nya rapi banget... kamu dilarang keluar ada yang papa ingin bicarakan padamu." Ucap tuan anggaranaya menatap putranya yang kini mulai kesal.


"Aku tahu papa pasti akan membicarakan tentang perjodohan itu, Angga tetap tidak akan menyetujui nya meskipun papa mengeluarkan ku dari kartu keluarga ataupun ancaman yang menyebalkan itu," Seru Angga dengan pasrah ia tidak mau dijodohkan.


"Angga!" Teriak tuan anggaranaya dengan amarah begitu membara.


"apa papa lupa jika aku sudah menghamili seorang perempuan, bukankah papa yang menyuruh ku untuk bertanggung jawab atas perbuatanku," Ucap Angga dengan senyuman sinisnya.

__ADS_1


__ADS_2