
"Lepaskan dulu baru aku kasih tahu.." Ucap Calvin melepaskan tangan Angga dari tubuh nya.
Kini Angga mencoba menstabilkan emosi nya dan ia mengatur nafasnya, ia mencoba untuk tersenyum.
"Aku mohon dimana istri ku? cepat tunjukkan tempat nya.?" tanya Angga dengan sopan diselingi dengan senyuman.
"Baiklah ikuti aku.." Jawab Calvin, ia berjalan terlebih dahulu menaiki tangga dan diikuti Angga dari belakang.
Didalam kamar tamu yang kini Meyra tempati ada Naura yang menemaninya. Dan saat pintu itu terbuka, Naura menoleh ke arah seseorang yang membuka pintu itu.
"Angga, dia ada disini..?" Ucap Naura panik. Karena ia sudah janji dengan Meyra tidak ingin mengatakan keberadaan Meyra kepada siapapun termasuk suaminya.
Tetapi ia tahu siapa yang memberitahukan nya jika bukan suaminya sendiri.
"Mey! sayang kamu kenapa bisa seperti ini?" lirih Angga, ia kini yang beralih duduk disamping istri nya itu yang masih keadaan pingsan.
"Dia tidak sengaja pingsan tadi, jadi aku panggil dokter untuk memeriksanya.." Ucap Naura yang berdiri tepat didepan Angga.
"Ya dan kata dokter Meyra hamil.." Sambung Calvin.
"Apa? Mey hamil lagi?" Gumam Angga dalam hati. Hatinya begitu senang saat dirinya tahu Meyra hamil lagi.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku akan membawanya pulang.." Angga dengan cepat mengangkat tubuh istrinya itu ala bridal style dan keluar dari kamar itu.
Naura dan Calvin hanya terdiam ia tidak mencengah Angga sekalipun.
••
Dimobil.
Meyra kini sudah berada didalam mobil dan kini dalam perjalanan menuju kediaman anggaranaya. Ia juga masih dalam keadaan pingsan.
Angga tersenyum - senyum penuh dengan kebahagiaan, ia tidak sabar memberi berita menggempurkan pada kedua orang tua nya. Ini akan membawa kebahagiaan bagi keluarganya dan ia harus merayakan kehamilan Meyra tetapi setelah berita hoax tentang kehamilan Debby teratasi.
Suara ponsel milik Angga berbunyi dan ia mengangkat seseorang yang menelpon nya itu.
"Hallo Kakkkkkkkkk!" teriak sipemilik seseorang dari balik ponsel dengan suara nya begitu cempreng membuat siapapun yang mendengarnya tutup telinga.
citt bruk..
Angga mengerem mendadak, tetapi untung saja ia berada didekat komplek - komplek perumahan jika saja ia berada dijalan raya bisa ia dicaci maki oleh para orang - orang pengendara.
"Ge! bisa tidak jangan teriak begitu! kepala kakak sama kuping kakak bisa budek dengar suara mu itu!" seru Angga dan itu mampu membuat Angga naik darah dalam sekejap.
__ADS_1
"Hehehe maaf kak, kata mama kak Mey hilang.. apa itu benar kak?" tanya Gea dengan tidak sabaran.
"Kalau iya emang kenapa?"
"Ini semua pasti gara - gara kakak, iya kan? siapa lagi pelakunya.. kalau bukan kakak." tebak Gea.
"Kalau iya emang kenapa?" ini kedua kalinya Angga menjawab dengan jawaban yang sama.
"Ishh kak, kenapa sih kakak itu menyebalkan.." kesal Gea.
"to the poin aja, Gea ingin kakak harus ketemui kak Meyra jika tidak aku akan memotong punya kakak," ancam Gea mampu membuat Angga menelan ludah nya dalam - dalam dan matanya beralih kebawah menutup sesuatu bagian bawahnya.
"Kak..? kakak dengar ngak sih?!" seru Gea yang tak dapat jawaban sama sekali.
Tut.. Tut...
Ponsel begitu saja dimatikan oleh Angga sendiri membuat Gea kesal dengan kakaknya itu lalu membantingnya keatas tempat tidur nya.
"Ah kakak menyebalkan! dia tidak pintar menjaga Meyra, awas saja kalau sampai Meyra terjadi apa - apa.. aku ngak akan main - main dengan perkataan ku barusan." Gea berbicara dengan dirinya sendiri sembari berkacak pinggang.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1