
"Angga!" teriak seseorang dari kejauhan.
Membuat Angga mendengar nya langsung saja menolehkan kepalanya kearah seseorang tersebut.
"Hap lalu ditangkap." ucap wanita itu ia bergelayut manja ditangan Angga.
"Nih orang pegang - pegang tangan aku seenaknya." Gumam Angga dalam hati. Ia menghempaskan tangannya dari tangan wanita itu.
"Siapa ya? saya ngak kenal kamu?" ucap Angga memperhatikan wajah wanita itu secara seksama.
"Masa kamu lupa sama aku. Coba diinget - inget dulu." Ucap wanita itu dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
Angga mencoba mengingat wanita itu, tetapi ia benar - benar lupa. "Saya lupa. maaf saya permisi." ucap Angga berlalu pergi masuk kedalam villa mencari keberadaan Meyra.
"Ihhhh Angga tunggu, masa kamu lupa. aku kekasih mu, Gebi kamu ingat kan?" wanita itu menyeimbangkan langkah nya dengan pria disamping nya.
tiba - tiba langkah Angga terhenti, "Gebi?" ucap Angga. Iya baru ingat sekarang wanita itu cinta pertama nya, kekasih yang telah meninggalkan nya.
"Kamu sekarang ingat kan sama aku? aku mau kita balikan lagi." Tiba - tiba kata itu terlolos dari mulut Gebi membuat Angga menyunggingkan senyuman nya.
__ADS_1
"Apa? kamu ingin aku kembali sama kamu lagi?" tanya Angga kembali dengan memutar bola matanya malas dan wanita itu menganggukkan kepalanya penuh harap.
"Ngak akan pernah! kamu sudah mengecewakan cintaku jadi untuk apa kamu kembali lagi? lebih baik sana pulang kenegara mu!" ketus Angga kembali melangkahkan kakinya semakin masuk kedalam.
"Tapi aku ingin kembali sama kamu lagi. aku ngak bisa melupakan mu, aku benar - benar salah telah meninggalkanmu," Wanita itu kembali menyeimbangkan langkah nya.
Sehingga membuat Angga menghentikan langkahnya lagi, bukan karena perkataan dari gebi melainkan ia mendapati istrinya sedang duduk bersama seseorang lelaki disebuah sofa melingkar. berduaaan.
Angga mengepalkan kedua tangannya, merasa terhianati.
Meyra menyadari itu, "Angga." lirih Meyra.
Ia ingin beranjak tetapi tangannya telah dicengkram oleh devra.
"Selalu saja mengancam." Ucap Meyra dalam hati.
"Meyra!" seru Angga. mendekati wanita itu dengan penuh emosi.
"An..gga i..ni ngak kayak kamu lihat, ini hanya salah paham biar aku jelaskan ya." Meyra menyentuh lengan Angga dan ditepis dengan keras oleh Angga.
__ADS_1
"ayo kita pulang!!" teriak Angga mencengkeram lengan wanita itu dengan kencang membuat semua orang menatap kearah nya tetapi ia tidak peduli akan hal itu. Termasuk Gebi hanya terdiam menatap dari kejauhan, ia anggap itu pertunjukan yang sangat menarik.
"Apaan kau cepat lepaskan dia!" teriak devra ia tidak suka jika miliknya disentuh orang lain.
"Kau tidak usah ikut campur urusan ku!" teriak Angga dengan amarah.
"Angga lepaskan tanganku ini sakit," pekik Meyra.
"aku tidak peduli! ayo cepat!!" teriak Angga, tatapan matanya tidak mudah dikenali begitu tajam, dingin, dan datar.
"Kakak lepaskan tangan kak Meyra!" teriak Gea dari seberang. Ia baru saja selesai dari toilet dan kini ia berlari mendekati kearah sang kakak.
"Kamu ge jangan ikut campur urusan kakak lebih baik kau pulang juga."
"tidak kak, lepaskan tangan kakak dari tangan kak Mey!" Gea berusaha menarik lengan Meyra dari Angga, tangan Meyra begitu memerah dan membuat Gea amarahnya membangkit.
Plakkkkkk, tamparan begitu keras mendarat dari pipi mulus Angga dan membuat nya kesakitan.
"Kakak apaan sih! kakak benar jahat!!" teriak Gea.
__ADS_1
••
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️