Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
part 34


__ADS_3

Kediaman anggaranaya


Jam dinding kali ini menunjukkan pukul 12.30.


Angga terlihat sedang berbaring dikamar nya hari ini. Ia begitu sangat kesal pada papanya karena tuan Anggaranaya menggunci pintu kamar nya. Sedari tadi pagi ia begitu kewalahan mendapatkan putranya melarikan diri dari kamar terus - terusan, sampai 3x sehingga ia mencoba untuk menjaga ketat para penggawal didepan rumahnya dan jendela kamarnya dari balkon kamarnya.


"Arghhhhhh" teriak Angga frustasi. Ia mengacak - acak rambut kepalanya yang terasa pusing akibat memikirkan bagaimana caranya ia melarikan diri dari rumahnya.


Ting,


tiba - tiba suara pesan wetchat masuk dan disana ia dikirimkan sebuah pesan oleh siapa lagi kalau bukan ia anggap mantan kekasih nya - Mia.


Isi pesan nya;


maaf Angga kali ini aku mau kita putus, aku tidak mencintaimu lagi.. aku harus pergi maaf -Mia

__ADS_1


itu isi pesannya dan Angga setelah membacanya ia dengan cepat membanting ponselnya sampai begitu pecah lagi.


"Arghhhhhh," teriak nya kembali ia semakin frustasi. "Gagal semua nya! gagal, aku baru memulai permainan kau malah mengakhiri hubungan ini. sialan kau Mia!!!" teriak Angga.


"Aku harus mencari jalan untuk keluar dari rumah ini, harus.." Ucap Angga memikirkan ide agar bisa melarikan diri dari rumah yang ia anggap itu bukan rumah melainkan neraka.


Ting, Angga menjetakkan jari nya menemukan ide. Ia benar - benar bahagia sekarang ini.


"dalam kamar mandi kan ada balkon lagi satu aku akan turun dari sana.." Gumam Angga dalam hati. Ia dengan cepat mengambil ponsel baru nya dalam lemari khusus untuk menyimpan semua ponsel barunya. Siapa tahu akan berguna nanti.


Sedangkan diluar lantai bawah semua pelayan sibuk bersih - bersih kamar tamu, ruang tamu dan masak didapur karena sebentar lagi akan ada tamu yang akan datang.


"papa," Seru Gea berlari dari lantai dua menuju kearah papa nya yang berdiri diruang tamu sedang mengawasi para pelayan untuk memindahkan beberapa sofa nya kesudut yang berlawanan.


"Hati - hati nak, nanti kamu ja---- tuhh.." Ucap papa dan benar saja putrinya itu terjatuh dengan posisi menelungkup.

__ADS_1


Brukkkk begitu suara nya.


Gea langsung terbangun dan memeluk papanya dengan wajah sumringahnya. "Kamu ngak apa - apa kan..?" Ucap papa anggaranaya khawatir melihat diantara tubuh putrinya ada luka atau tidak.


"tuh apa..?" ucap papa anggaranaya melihat bercak darah pada lututnya dan sikunya.


"tidak ini sudah biasa pa, apa boleh Gea keluar sebentar..?" Ucap Gea dengan suara anak kecil memeluk erat tubuh papa nya. Kejadian tadi dia sudah lupakan, dia anggap kejadian tadi tidak pernah terjadi.


"Tidak boleh sebelum lukamu di obati." Ucap papa anggaranaya menyuruh salah satu pelayan nnya untuk membawakan beberapa obat luka.


"Tidak pa, Gea ngak mau kalau begitu Gea pergi byeeeee..." Ucapnya melarikan diri. Ia benar takut dengan namanya obat, takut akan rasa perih. Ia dari kecil memang sering terjatuh tetapi ia selalu membiarkan luka itu mengering sendiri nya meski nantinya disaat terkena air akan perih dari pada harus diobati ia takut melihatnya.


"Geaaaaaaaaaaa!" teriak papa anggaranaya dengan begitu kesal dengan sikap putrinya sangat keras kepala sama halnya dengan kakaknya Angga.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca

__ADS_1


__ADS_2