Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 40


__ADS_3

Kini mereka berdua sudah kumpul dimeja makan. Angga antara Meyra saling memandang antara satu sama lain. Mereka baru menyadari ternyata sosok wanita yang akan dijodohkan dengan Angga itu wanita yang ia renggut keperawanan nya? sedangkan meyra baru menyadari bahwa anggalah pria yang ingin bertanggung jawab atas apa yang lelaki itu lakukan pada dirinya ternyata seseorang yang akan dijodohkan dengan nya?


sungguh tidak terduga.


"Mey ayo dimakan makanan nya nak." Ucap mama Delia yang kini menatap Meyra yang hanya terdiam diri, ia tahu bahwa Meyra sibuk menatap putranya yang duduk tepat disampingnya.


"Eh iya Tante." Jawab Meyra, memakan makanan nya yang tadi disiapkan oleh mamanya.


"Kalo seperti ini lebih baik aku ngak kabur. kenapa papa ngak bilang apapun padahal papa tahu semuanya." Gumam Angga dalam hati sibuk memakan makanan nya, sembari matanya tak henti menatap kearah Meyra. Sedangkan Meyra yang merasa dipandang begitu risih.


"Oh ya Angga, Mey pernikahan kalian seminggu lagi akan diadakan. dan kami sudah memutuskan akan ada resepsi secara besar - besaran." Ucap tuan anggaranaya mencoba memecahkan keheningan diruang makan itu.


"Iya pa terserah papa. Angga setuju ikut aja " Jawab Angga. Ia sebenarnya sudah tertarik dengan Meyra sejak awal, semenjak mereka bertemu dihotel.


"Ekhem. boleh Mey mengatakan sesuatu?" tanya Meyra memberanikan diri nya untuk berbicara.

__ADS_1


"boleh silahkan saja."


"apa acara resepsi pernikahan nya bisa dilakukan biasa - biasa saja seperti hanya kerabat atau keluarga saja yang ada diacara pernikahan." Ucap Meyra dengan ragu. sebenarnya ia belum berani jika tentang pernikahan nya akan diketahui oleh teman - teman nya yang ada di Indonesia. apalagi umurnya sekarang belum cukup untuk ia menikah.


"Mey papa tidak setuju. kami akan tetap mengadakan resepsi secara besar - besaran jangan buat papa malu." bisik tuan anantha yang duduk didekat putrinya.


"Tapi pa Mey belum siap untuk menikah saat ini. Mey lagian setuju karena atas permintaan papa kan?" Sahut Meyra dengan begitu kesal. Rasanya hatinya menolak untuk dinikahkan saat ini. Ia ingin hidup bebas seperti teman - temannya.


"Maaf Mey bukan nya om tidak setuju dengan permintaan mu. tapi surat undangan pernikahan kalian sudah om sebar keseluruhan Indonesia." Ucap tuan anggaranaya membuat Meyra pasrah.


••


*malam hari.


Meyra dan Gea kini berada dibalkon kamar Meyra, mereka sedang duduk menikmati suasana langit malam yang dipenuhi dengan bintang bersinar dilangit sangat begitu indah.

__ADS_1


"Ge apa jika aku menikah dengan kakakmu, aku akan bisa melupakan laki - laki itu?" Ucap Meyra sembari menatap bintang dilangit dengan perasaan begitu kacau.


"Laki - laki? siapa? apa kamu mencintai seseorang? Calvin," Meyra menyipitkan kedua matanya ia tidak tahu pria yang dimaksud kecuali Calvin karena ia tahu bahwa Meyra sejak dulu mencintai Calvin tetapi sekarang entahlah.


"Bukan, tapi lelaki yang selalu kurindukan setiap malam yang aku selalu pajang didalam kamar ku itu loh." Meyra mengingatkan Gea akan kejadian beberapa hari yang lalu yang sempat ia ceritakan saat didalam kamar nya.


gea mengingat - ingat sesuatu, "Ah maksud nya pria itu! sebenarnya ---"


Meyra menghentikan kata - kata Gea dengan menggenggam kedua tangan Gea. "Ge kamu harus berjanji padaku jangan beritahu siapapun tentang ini ya." Ucap Meyra dan kini mendapatkan anggukan kepala dari Gea.


"Entah kenapa ge. aku merindukan pelukan pria itu, genggaman tangannya semua itu sangat hangat dan membuat ku nyaman. meski itu hanya dalam mimpi takkan pernah nyata," Meyra terdiam sejenak, air matanya sudah mengalir.


"(menghela nafas) dia lelaki yang telah membuat luka ini sembuh." lanjutnya.


"Mey padahal lelaki itu sudah berada disekitar mu. dia kakakku. dia itu Angga Mey, lelaki yang akan menjadi jodohmu." Gumam Gea dalam hati, ia ikut meneteskan air matanya dan memeluk Meyra dengan rasa sayang.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih ❤️


__ADS_2