Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 68


__ADS_3

Beberapa menit setelah kedua nya kompak berteriak histeris, kini Meyra berlari masuk kedalam kamar mandi setelah menunggut handuknya sudah terlepas ditubuhnya itu dan Angga duduk di ranjang dengan begitu kaku.


Setelah Meyra selesai menyelesaikan mengganti pakaian nya didalam kamar mandi dengan terpaksa. Karena jika ia ganti dikamar itu tidak mungkin, ada Angga disana.


ceklek. Pintu itu dibuka.


Angga pun berdiri dari duduknya dan menatap kearah Meyra.


"Kamu belum keluar juga?"


"Aku disini karena menunggu mu. Kita kebawah sarapan bersama - sama." Ucap Angga dengan sedikit kaku.


"Kamu duluan kebawah saja, aku tidak sarapan pagi ini. aku sedang kenyang." Ucap Meyra. Ia mendudukkan dirinya dikursi cermin riasnya dan mulai menggunakan skincare rutin nya.


"baiklah jika kamu tidak makan, aku juga tidak akan makan." Ucap Angga ia kembali mendudukkan tubuhnya di ranjang tempat tidur.


"Makanlah kebawah sana, kau juga akan bekerja. nanti jika kau sakit gara - gara tidak sarapan, aku nanti akan repot." Ucap Meyra. Ia membalikkan badannya menghadap Angga.


"Tidak. aku bilang tetap tidak."


"Astaga dasar keras kepala sekali." Meyra menarik lengan Angga keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Angga menyadari hal itu berusaha menahan lengan Meyra, "tidak, aku tidak ingin keluar! aku bilang aku tidak akan makan!" seru Angga.


Meyra menghentikan langkahnya dan menatap kearah pria didepannya itu. "Aku juga akan makan. dan sekarang jangan berteriak lagi, mengerti." Ucap Meyra dengan tegas.


Setelah dibawah mama Delia, tuan anggaranaya dan Gea sudah duduk dikursi makan. Siap - siap akan sarapan bersama. Sementara Meyra dan Angga masih berdiri mematung.


"Kalian ngapain berdiri disitu mau jadi patung? ayo duduk, kita makan sama - sama." Ucap mama Delia.


"Ah iya ma." Ucap Angga.


Mereka pun duduk dikursi makan, sedangkan Gea hanya tertawa didalam hatinya. Ia mengingat kejadian beberapa menit yang lalu antara kakaknya dan kakak iparnya.


Gea mendekati kakaknya Angga, "Bagaimana kak? apa kakak melanjutkan yang barusan atau----"


"Okey baiklah aku tidak akan berbicara lagi," bisik Gea dengan tertawa kecil.


"Mey bagaimana tadi malam tidur nyenyak?" tiba - tiba mama Delia bertanya dan membuat Meyra yang sedari tadi hanya melamun sembari memakan sarapannya kini menatap kearah mama Delia.


"I...ya tan.."


Mama Delia yang mendengar Meyra masih memanggil Tante hanya menghembuskan nafas nya kasar.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu." Ucap mama Delia.


"Bagaimana tidur nyenyak? sedari malam orang aku ngak bisa tidur." Ucap Meyra dalam hati.


Mereka lanjut sarapan lagi tak ada perbincangan di antara mereka hanya saja sendok, garpu dan piring yang saling bersahutan.


••


Mereka kini baru selesai sarapan dan seperti nya tuan anggaranaya dan Angga akan segera berangkat ke kantor.


"Mey kamu mau ikut ke kantor ngak?" tiba - tiba tuan anggaranaya berdiri dari duduknya.


"Mending iyain deh aku jugaan lagi males dirumah." Ucap Meyra dalam hati.


"Ehmm... iya deh mau. tapi aku mau ambil tas dulu." Ucap Meyra, ia sudah selesai sarapan.


kini ia berlari kearah tangga dan menaiki tangga itu menuju kamar nya.


"Pa, Gea ngak ajak nih?" Sahut Gea dengan cemberut.


"Kamu diam dirumah, jagain mama.." Ucap tuan anggaranaya mengusap kepala putri nya dengan lembut.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2