
Kini Angga bertekuk lutut pada mama Delia dan memeluk sebelah kaki mama Delia yang kini ia tahu marah besar terlihat dari tatapan wajah nya begitu dingin.
"Ma dengarkan Angga, Angga tidak pernah melakukan itu... Mantan kekasih Angga hanya menjebak Angga saja. Mohon ma percaya sama Angga..." Ia menangis tanpa melepaskan pelukannya pada kaki mamanya.
"Lepaskan Angga, mama tidak percaya sama kamu... mama benar - benar kecewa sama kamu." Seru mama Delia ia meneteskan air mata nya pergi dari hadapan putranya.
"Ma! dengarkan Angga dulu... angga difitnah ma, tolong mengertilah ma!" teriak Angga mengejar mamanya yang kini sudah menutup pintu kamar nya yang telah ia kunci agar Angga tidak masuk kedalam kamar nya.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan lagi...?" Tanya Angga pada diri nya sendiri.
Drt... drt... tiba - tiba ponsel milik Angga berdering begitu saja dibalik saku celananya dan ia meronggoh ponsel nya itu. Ia mengerutkan keningnya, nomor yang tidak dikenal.
Ia mengangkat nya siapa tahu orang penting lagipula setiap harinya ia mendapatkan telpon tidak dikenal mungkin saja menyangkut tentang perusahaan nya.
"Halo...?" Angga berucap.
__ADS_1
"Maaf apa ini dengan tuan Angga putra Naraya..?" tanya seseorang itu dari balik ponsel.
"Ya dengan saya sendiri? Cepat katakan siapa anda dan untuk apa menelpon saya..? jika tidak ada hal yang penting saya matikan..." Ucap Angga dengan dingin.
"Stop.. Apa tuan tidak ingin istri tuan Meyra kembali kepada anda...?" tanya seseorang itu membuat Angga semakin terkejut dengan perkataan seseorang itu. Dari mana ia tahu nama istri nya pikir nya.
"Siapa kamu sebenarnya? Jangan macam - macam sama istri saya! kalau tidak saya akan melakukan sesuatu terhadap mu!" seru Angga emosi.
"tunggu dulu jangan emosi tuan, saya hanya ingin membantu tuan.. sebetulnya saya adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh Debby mantan kekasih mu ya, kan...?" Ucap seseorang itu dan lagi - lagi Angga semakin terkejut dengan perkataannya.
Sementara mama Delia yang sedari tadi menguping dari balik pintu kamarnya karena Angga berbicara dengan seseorang diseberang ponsel nya itu tepat didepan kamar mama Delia dan jadi ia mendengar perbincangan itu dan seketika mama Delia menutup mulutnya mendengar pernyataan sebenarnya bahwa Angga tidak berbohong padanya.
Pintu itu dibuka dengan keras dan paksa membuat Angga menoleh kearah pintu yang dibuka itu.
"Mama...?"
__ADS_1
Mama Delia merebut ponsel milik Angga sekarang yang kini masih menempel pada daun telinga nya, ia begitu marah besar.
"Ma," Angga begitu kaget dengan perlakuan mama Delia.
"oh jadi kamu ayah dari bayi yang dikandung mantan kekasih anak saya, eh gara - gara kamu anak saya jadi sasarannya... jika kamu tidak memberitahu tadi itu sudah saya buang anak saya dan kamu seharusnya sebagai laki - laki bertanggung jawab lah bukannya diam begitu saja..." Teriak mama Delia dari seberang ponsel membuat Angga dan diseberang ponsel menjauhkan telinganya dari ponsel nya mendengar suara mama Delia yang tidak hentinya berbicara sedari tadi membuat telinga nya budek, hahhahahhaa.
Ia pun mematikan ponselnya, " siapa sih ini dasar emak - emak rempong..." Kesal Denis membuang ponselnya kearah sembarang tempat.
"Ini ponselmu," Ucap mama Delia menyodorkan ponselnya kepada Angga.
"mama tidak bisa berdiam kayak gini lagi, papa kamu harus turun tangan dan ini tidak boleh dibiarkan." Ucap mama Delia masuk kedalam kamar nya dan membanting nya.
Sementara Angga hanya terdiam penuh tanya dengan sifat mama Delia yang biasanya ia lihat memiliki sifat lemah lembut terkecuali padanya.
dan kini sangat berbeda jauh.
__ADS_1
BTW, hari ini aku ulang tahun apa para readers ada yang mau ngucapin ngak🥺🥳🎉🎊
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️