Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 104


__ADS_3

Keesokan.


Gea bangun pagi - pagi, ia sudah selesai bersiap - siap menuju kampus. Sementara Meyra dan Angga masih tertidur terlelap didalam kamar.


"Ge tolong kamu bangunkan kakak - kakakmu,, seperti nya mereka belum bangun." Teriak mama Delia dari bawah ia sedang menyiapkan makanan seperti biasanya.


"Ya, ma!" teriak Gea.


Tetapi sebelumnya Gea lebih memilih turun kebawah menuju dapur. "loh kok turun bukannya bangunin kakaknya?" Mendapati putrinya turun kebawah mengambil sesuatu.


"Ya, ge tahu ma.. tapi sebelum itu aku mau mengambil sesuatu." Ia membuka rak peralatan dapur nya dan setelah sesuatu yang ingin ia ambil segera berlari menaiki anak tangga menuju kamar kakaknya.


Sementara mama Delia yang melihat Gea membawa alat - alat dapur begitu heran.


Ceklek.. Gea membuka pintu kamar itu dengan perlahan - lahan. Ia melihat keadaan terlebih dahulu dari pintu posisi wajah nya yang terlihat dari pintu.


Ia mendapati Angga Meyra tidur terpisah,, "Jadi mereka tidak tidur bersama?" gumam gea dalam hati.


Ia pun menatap jam tangan nya sudah menunjukkan pukul setengah sembilan.


"Astaga mereka belum bangun juga,," Ucap Gea, kini ia sudah berdiri didekat sofa dimana tempat kakak nya Angga tertidur.


"Baiklah, mulai menjalankan misi,," Gea tersenyum jahil.

__ADS_1


Dalam hitungan 1 2 3


Prang!! pranggg!!!


Suara panci tutup panci itu dipukul oleh Gea membuat sang empu terkejut dan berdiri dari sofa dan Meyra teronjak kaget.


"Gea!!!!!"


"Gempa!!!" teriak Meyra, kesadaran nya belum pulih.


"Akhirnya kalian bangun juga.." Ia masih membunyikan tutup panci itu.


"Hentikan Gea!!!" teriak Angga,, ia begitu sangat marah terhadap adiknya itu kelakuan nya benar - benar melebihi batas.


"Ayo cepat sekarang kalian mandi sudah jam berapa ini." Ucap Gea menunjuk jam di dinding.


tutup panci itu dijatuhkan begitu saja kelantai.


"Gea!!!!" teriak Angga sekali lagi, ia begitu terkejut kedua kalinya.


"Ups, soory... aku ngak sengaja,," Ucap Gea Cegegesan.


"Sini kamu Gea!" seru Angga mengejar adiknya yang sudah berlari keluar dan mengunci pintu nya, karena ia juga memiliki cadangan kunci pintu kamar kakaknya, jadi ia membawanya untuk berjaga - jaga.

__ADS_1


"Sini kamu Gea!! buka pintunya!!" teriak Angga berusaha membuka pintu nya.


"Pokoknya aku ngak akan membuka pintu nya selagi kakak belum baikan sama kak Mey!" teriak Gea dengan tertawa jahil.


Tiba - tiba tangan lembut menyentuh tangan kekarnya itu. "Sudah,, kamu mandi aja dulu... nanti kamu telat kerja." Ucap Meyra dengan lembut.


Angga hanya terdiam dengan suara lembut Meyra yang pertama kalinya ia dengar.


"hey ada apa? Kok melamun..?" tanya Meyra membuyarkan lamunan Angga.


"Ah, e..ngak lepas!" Angga menepis lengan nya dengan suara begitu gugup dengan cepat ia berjalan menuju kamar mandi tanpa membawa handuknya.


"Huh (Menghela nafas),, dia begitu marah padaku.. biarkan sajalah, lama - lama juga ia memaafkan ku." Meyra berjalan keluar menuju kamar mandi sebelah yang ada dikamar nya.


••


Kampus


Meyra dan Gea telah berada dikampus, seperti biasanya mereka sebelum menuju kelas ke kantin membeli beberapa Snack sebagai cemilan.


"Ekhem.." suara seseorang terbatuk berjalan kearah nya membuat nya menatap kearah nya.


"Calvin!" Seru Meyra dan Gea,, saling memandang tidak percaya dengan pria yang ia temui saat ini.

__ADS_1


"Ken...apa ka..mu a..da di...sini?" tanya Meyra dan Gea terbata - bata secara kompak.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2