
Gea bercermin di kaca di dalam toilet itu seraya dengan melihat wajah nya dengan seksama disana. Ini pertama kalinya ia melihat dirinya sangat cantik disana.
"Ini aku??? seperti bukan aku. pantesan orang- orang merhatiin aku terus." Ucap Gea dengan melingkarkan kedua tangannya diwajah nya.
"tapi mengapa pria itu ada disini??? tapi semoga saja dia tidak mengenaliku. Jika sampai aku tidak bisa melakukan apa - apa lagi." Gea berbicara dengan dirinya sendiri dengan ketakutan.
Gea langsung saja terburu-buru keluar dari toilet. Namun tiba - tiba seseorang yang begitu ia takuti ada dihadapannya dengan senyuman genitnya.
"Hai seksi." Sapa Jeffrey mengusap bahu gea lembut.
Gea merasa risih dengan tatapan dan sentuhan Jeffrey. Ia hanya menundukkan kepalanya membiarkan lelaki itu mengelus nya karena jika ia menolak pasti ia akan lebih macam dengan nya.
"Tuan, tolong jauhkan tangan anda," Ucap Gea lembut dan sopan.
"Maaf, apa kau ingin menjadi partner ranjang ku nanti malam kau bisa mendapatkan uang dari ku." Ucap Jeffrey sembari memberikan bisikan lembut pada Gea.
Plakkkk!
Tiba - tiba satu tamparan mendarat di pipi Jeffrey membuat nya menoleh kesamping dan memegang pipinya karena ditampar sangat keras hingga menggema diruangan itu.
__ADS_1
"Hey tuan! saya peringatkan meski saya berpakaian seperti ini bukan berarti saya ****** yang mau ditiduri oleh banyak pria ataupun dengan memberikan uang sekali pun!" seru Gea dengan amarahnya yang begitu membara.
Jeffrey langsung saja mencengkeram lengan Gea yang mulai berani menamparnya dan menyodokkan nya ke dinding.
"Kau berani ya! menampar dan membentak ku hah!! jangan jadi cewek sok suci!" Ucap Jeffrey semakin mengeratkan cengkraman nya pada dagu Gea.
"Tuan lepaskan!! ini sakit tuan!!!" Ucap Gea berusaha melepaskan diri nya dari genggaman Jeffrey.
"Sekali lagi kau melakukan itu!!! kau akan tahu akibatnya!!!" Jeffrey menghempaskan tubuh Gea sampai ia terjatuh ke lantai dengan menahan air matanya.
Sementara Dafa yang masih dibalkon bersama Debby hanya merasa gelisah karena Gea belum juga kembali sudah hampir setengah jam ia tidak datang - datang.
"Jeff apa kau melihat kekasih ku saat kau ke toilet???" tanya Dafa saat tahu Jeffrey sudah kembali.
"Ck, sial pasti dia kabur. aku harus mencari nya." Gumam Dafa dalam hati.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Dafa dengan cepat ia berlari ke toilet dulu sebelum ia keluar hotel siapa tahu Jeffrey salah bahwa gea masih ada disana.
••
__ADS_1
Kediaman anggaranaya
Hampir waktu sudah larut malam, Meyra sudah berada dirumah semenjak siang tadi. Ia begitu gelisah mondar - mandir didalam kamar nya sekali - kali menatap kearah jam dinding menunjukkan pukul 10.00
Angga belum juga kunjung pulang, " Angga kamu dimana sih??? ayo pulang dong," Gumam Meyra dalam hati.
Seseorang membuka pintu kamar nya dan itu ialah mama Delia.
"Mey kamu belum tidur juga nak??" Mama Delia menepuk bahu menantunya yang tidak menyadari keberadaan mama Delia.
"eh ma, iya nih. Angga belum pulang juga..." Jawab Meyra dengan raut gelisah.
"loh mama kira Angga sudah pulang kerja terus kamu sudah telpon suamimu...?" Ucap mama Delia ikut mulai khawatir.
"Sudah ma, tapi ngak aktif." Ucap Meyra..Ya ia sedari tadi mencoba menelpon Angga tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
Ceklek, pintu ruangan sebelah kamar nya terbuka menampakkan sosok lelaki yang hanya menggunakan celana bokernya menampakkan roti sobeknya.
"Ada apa ma??? Angga ada disini!" suara Angga khas bangun tidur. Sebetulnya sedari tadi sore saat keluarga sibuk berada diruang makan, Angga sudah pulang tetapi ia mencoba untuk menenangkan pikiran nya ia tidur di ruang kerjanya.
__ADS_1
Meyra juga lupa bahwa dikamar nya ada ruang kerja Angga. Jadi ia lupa mengeceknya disana.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️