
"Astaga anak itu! Dia menghamili seorang gadis yang tak berdosa, Bagaimana jika Mama sampai tahu bahwa putra satu - satunya ia sayangi itu telah membuat kesalahan yang begitu besar."
Tuan Anggaranaya begitu frustasi ia begitu merasa telah salah bagaimana cara nya mendidik seorang anak? Kini ia hanya bisa berharap menyuruh anak buahnya untuk menjaga gadis itu, meski yang ia tak tahu siapa gadis itu dan bagaimana wajah nya. Sifatnya, latar belakang keluarga nya termasuk kehidupan sehari - harinya.
*Dipagi harinya
Indonesia.
Perusahaan Anggaranaya
"Tuan saya mendapatkan kabar lagi bahwa gadis yang anda cari sedang di luar negeri bersama adek tuan nona muda Gea."
Angga yang membuka salah satu berkas yang tadinya telah terbuka kini kembali tertutup. Ia begitu kaget mendengar nya adeknya mengenal gadis itu? Apa mereka temanan? Hanya itu dipikiran Angga.
"Cepat anda susul mereka... dimana tempat mereka berada dan saya akan membuat sebuah perjanjian untuk sementara,"
"B... baik tuan, saya permisi..."
Setelah kepergian anak buahnya itu dari ruangan nya kini kembalilah ketukan pintu lagi berbunyi dan masuklah tuan Anggaranaya yang tak lain papa Angga.
"Arghh! siapa la...."
"P... papa..."
Angga menelan ludahnya dalam - dalam melihat keberadaan papanya melihat wajah nya begitu murka.
"Apa - apaan kamu ini Angga!" Teriak tuan Anggaranaya dengan melemparkan sebuah berkas di depan mejanya.
"Maa... maksud papa apa Angga ngak gerti?" Tanya Angga berusaha merasa tenang.
__ADS_1
"Kamu lihat sendiri! Apa pernah papa mengajarkanmu menjadi anak yang begitu bodoh hah!" Amarah tuan Anggaranaya.
Angga melihat membuka isi berkas - berkas itu dan ia tak tahu apa yang dimaksud oleh papanya.
"Ini apaan Angga ngak gerti pa?"
"Masih belum ngerti juga kamu? Apa benar kamu menghamili seorang gadis?" Amarah tuan Anggaranaya.
"S... iapa? Angga ngak pernah menghamili seorang gadis..."
"Siapa lagi kalau bukan gadis yang tak bersalah itu... dia sedang mengandung anak kamu! darah daging kamu sendiri! papa kecewa sama kamu..."
Tiba - tiba tuan Anggaranaya memengang dadanya yang sakit itu.
"Papa tidak apa - apa, papa duduk dulu ya... biar Angga jelaskan semuanya..."
"Sebenarnya Angga tidak sengaja melakukan itu... aku melakukan itu hanya mabuk..."
Angga mengelengkan kepalanya, "Tidak! Angga ngak mau pa... itu hanya kesalahpahaman..."
"Kesalahpahaman kamu bilang? Ehm... enak ya kamu bilang kesalahpahaman! Apa karena Mia kekasih kamu yang matre itu, makanya kamu ngak mau bertanggung jawab?"
Jawaban tuan anggaranaya membuat Angga kaget lagi, "Dar... dari mana papa tahu?"
"Papa tahu semuanya tentang kamu dan kekasih mu itu... pokoknya papa ngak mau tahu sekarang kamu cari gadis itu dan nikahi dia kalau ngak papa akan mencabutmy dari keluarga Anggaranaya" Ancam tuan Anggaranaya membuat Angga semakin ketakutan.
"Jangan pa!" Angga mengatur nafasnya dengan berat. "Baiklah aku akan mencari nya dan menikahinya."
...•••••••••••••••••••...
__ADS_1
Di sebuah kafe dikorea Selatan, Ya Meyra ada disana sekarang ia sedang bertemu dengan teman - teman sekolah Meyra dari SD sampai SMA. Ada yang menjelekkan Meyra ataupun memujinya. Mereka kumpul disebuah bangku yang sudah dibooking itu dengan makanan yang sudah tersaji begitu banyak.
"Meyra kamu kemana saja selama ini kenapa ngak pernah kelihatan?"
"Kamu semakin lama semakin cantik aja,"
"Aku dengar - dengar katanya kamu kuliah di Jakarta ya?"
Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh teman - temannya sampai ia binggung untuk menjawabnya.
"Ya, aku kuliah dijakarta tetapi sekarang sudah pindah kesini..."
"Oh baguslah..." Jawab Dewi.
"Oh ya kamu sudah punya pacar?"
"Be... belum."
"Ah ngak asik kamu, masa sampai sekarang belum punya pacar juga... itu tuh kamu deketin Deni dia nganteng loh masa kamu ngak mau sama dia... perasaan dulu kamu suka sama dia sampai kamu yang nembak dia duluan."
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️