Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 121


__ADS_3

...........


Mama Sonya yang mendengar keributan diruang tamu segera pergi menuju kesana. Ia begitu terkejut melihat kedua putranya saling memperebutkan wanita hanya wanita bukan permen hahaha.


"Astaga kalian cukup hentikan!!!" teriak mama Sonya melihat pertengkaran kedua putranya.


"Diam!!" seru Dika dan Dafa berbarengan.


"Dia punyaku!" seru Dafa.


"Kamu jangan Gaku - Gaku jadi adek, cepat lepaskan!" seru Dika.


"Madam, tolongin sepaty." sepaty merasa sakit pada kedua tangan yang ditarik - tarik.


mama Sonya menatap kedua putranya bergantian, rasanya kepalanya ingin meledak melihat ini semua.


"Kalian mama bilang berhenti!!!!" teriak mama Sonya lebih keras.


Akhirnya mereka pun menghentikan nya dan melepaskan tangan sepaty. Sementara Gea yang melihat itu semua sedari tadi hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan orang yang baru ia kenal itu.


"Kalian ini seperti anak kecil, apa perlu mama kembalikan kalian ke Paris dan tinggal bersama kakek kalian hah?!" seru mama Sonya sembari berkacak pinggang.

__ADS_1


Dafa dan Dika hanya menundukkan kepalanya merasa bersalah. "Dika lebih baik bawa wanita ini apartemen mu, sudah mama bilang berkali - kali begini jadinya semakin kacau!" seru mama Sonya.


"Tidak ma," Dika menarik lengan kekasihnya dengan lembut naik keatas menuju kamarnya. "Ayo baby kita ke kamarku." Ucap Dika lembut dan itu mampu membuat Dafa iri.


"Dika mama bilang keluar!!! kenapa kamu malah membawanya ke kamar mu!!" Dika tetap saja semakin menaiki tangga tidak menggubris nya.


"Sudahlah ma, percuma memberitahukan nya. Sudah tahu kakak keras kepala." Ucap Dafa.


Mama Sonya hanya menghela nafasnya.


"Oh ya ma, mana yang mama janjikan itu??" Dafa mengalihkan pembicaraan nya dan tersenyum sumringah.


"Waduh gawat, anak ini masih ingat saja." Gumam mama Sonya dalam hati.


"Eh iya. nanti lagi lima jam dia akan datang kamu tunggu saja." Mama Sonya menghampiri Gea yang sedari tadi berdiri sembari menepuk bahunya.


"Gea kita ke kamar mu yuk. Mama eh maksudnya aunty ingin menanyakan sesuatu juga.." Mama Sonya mengiring Gea ke kamar nya tanpa penolakan.


Dafa hanya terdiam cemberut melihat sikap mama Sonya begitu lembut pada Gea berbeda sekali dengan dirinya.


"Uhh siapa sih anak sebenarnya aku atau perempuan sok polos itu sih???" Cemberut Dafa. Tetapi sesaat ia mengingat bahwa wanita yang akan dijanjikan oleh mamanya akan datang dalam waktu lima jam.

__ADS_1


"Aku harus bersiap - siap dulu, biar wangi. ku pastikan wanita yang akan menjadi kekasih ku itu akan klepek - klepek nantinya." Dafa berlari menuju kamar nya.


••


Rumah sakit


Meyra Beberapa detik kemudian, ia baru bisa keluar dari ruangan tempat ia diperiksa. Disana Angga sudah menunggu dikursi besi itu karena sebelumnya Angga dilarang masuk kedalam oleh sang dokter. Entahlah Angga tidak tahu mengapa??


"Bagaimana??" tanya Angga dengan senyuman sumringah. Ia tidak sabar mendengar tentang babynya selama dalam kandungan istri nya.


"Ini kamu lihat saja sendiri." Meyra memberikan foto hasil USG tadi yang diberikan oleh dokter wanita. Sebetulnya yang akan memeriksa Meyra dokter pria tadi, tetapi karena ini larangan dari Angga mau bagaimana lagi ia harus menggantinya dengan dokter wanita.


Angga langsung saja melihat foto itu dengan tatapan berbinar. Tetapi selang satu menit, tatapan itu hilang menjadi sendu.


"Ada apa??"tanya Meyra heran dengan tatapan menyedihkan kali ini.


"Kenapa tidak begitu terlihat jelas jenis kelamin baby kita." Ucap Angga.


"Karena baby nya belum berumur 18 Minggu didalam disini." Meyra menunjuk perutnya.


"tapi seorang dokter kan harusnya tahu, mengherankan." kesal.angga.

__ADS_1


Meyra hanya menggelengkan kepalanya, "Sudahlah mending antar aku ke kampus sudah telat ini." Ucap Meyra dan diberikan anggukan Angga.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️


__ADS_2