Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 149 -S2


__ADS_3

Meyra dan Angga sudah sampai dibandara beberapa jam yang lalu. Dan kembali ke kediaman.


Sementara Dafa sibuk dengan selingkuhannya beberapa hari ini diam - diam menjalin hubungan dengan seorang wanita yang baru ia kenal dan saat itu mereka tidak sengaja bertemu di bar.


"Yuhuy my baby honey... aku datang." Janet mencium wajah Dafa berkali - kali dan tidak lupa memeluknya.


"Aku bosan, mending sekarang kita ke kamar." Dafa tersenyum jahil, ia mengendong Janet ke kamar nya dan mereka melakukan seperti adegan - adegan para ****** diluaran sana.


Selang beberapa menit lalu.


Mereka masih dalam posisi saling memeluk diatas ranjang. "my baby honey kapan kau menceraikan istri perjodohan mu itu?"


Dafa seketika memutar bola matanya malas, ia tidak suka membicarakan masalah wanita perjodohan nya itu. "Entahlah. aku masih mencari keberadaan nya." Ucap Dafa, ia berjalan menuju laci mejanya mengambil sesuatu.


"Ini minumlah," Ucap Dafa.


Janet mengambil obat yang diberikan Dafa dan meminumnya. Seperti biasanya Dafa menyuruh Janet meminum fil penunda kehamilan itu agar Janet tidak mengandung anaknya.


"Sayang, kamu tenanglah. aku akan segera menceraikan nya setelah mengetahui siapa wanita yang menjadi istri ku itu. oke." Ucap Dafa.


"Baiklah."


Drt. suara ponsel berdering. itu ponsel Janet.


"Hallo, why? ok." Tut. Setelah Janet mematikan ponselnya, ia mengambil pakaian nya yang tergeletak dilantai.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Dafa heran.


"Itu Dady aku. aku harus segera pulang, besok aku akan datang lagi kesini." Ucap Janet setelah selesai mengunakan pakaian nya.


"aku pergi dulu my baby honey." Janet mencium bibir Dafa berlalu pergi dengan terburu-buru.


Setelah kepergian Janet.


Ting tong.. Ting tong... suara bell apartemen dibunyikan bagaikan lagu tapi sangat kasar.


"Dafa cepat buka pintunya!!!" teriak seseorang dari luar, ia memukul - mukul pintu apartemen itu dengan kasar.


"Siapa sih?! kalau buka pintu orang itu jangan kasar...!" seru Dafa membuka pintu nya.


"Aw aw sakit!" pekik Dafa, saat Gea menarik telinga nya dengan begitu keras dan membawanya masuk kedalam apartemen Dafa.


"Enak ya! enak - enak sama cewek lain, tapi istri nya tidak dipedulikan hah!" teriak Gea masih menjewer telinga Dafa yang tidak tahu kedatangan Gea ke apartemen nya.


"Lepaskan dulu ini sakit!" Dafa memegang telinga nya hampir memerah karena Gea belum sama sekali melepaskan nya.


"Perasaan istri mu lebih sakit ketimbang telinga mu...!" Gea semakin mengeraskan memilas telinga Dafa dan melepaskan nya begitu saja.


"Apa maksudmu?? istri, memang kau tahu apa tentang istri perjodohan itu?" Tanya Dafa memegang telinga nya yang berdeging.


"Pikir aja sendiri!" Gea pergi begitu saja keluar dari apartemen Dafa dan masuk kedalam apartemen nya sendiri.

__ADS_1


"Uh dasar punya laki! Kenapa mama Sonya ngak kasih tahu Dafa langsung sih, aku ini istri nya." Kesal Gea berbicara dengan sendirinya.


Ia nyelonong masuk ke kamar nya tanpa melihat kearah kiri tepat bi Jamilah berada yang sedari tadi memanggil nya.


••


Dafa kini duduk diatas sofanya, mengingat perkataan Gea beberapa menit yang lalu.


"Apa maksud dia?"


"Sebenarnya siapa istri ku?"


"Aku harus tanya mama."


Dafa segera mengambil ponselnya dan menghubungi mama Sonya. Belum saja beberapa menit mama Sonya sudah mengangkatnya.


"Hallo ma, cepat katakan siapa istri ku itu? dan dimana alamat nya? bagaimana wajah nya? nenek - nenek atau jelek rupanya?"


"Dafa!!!! Kau benar-benar!!! pertanyaan apa itu satu satu bisa tidak bertanya nya!" Suara cempreng mama Sonya begitu mengelengar dibalik ponsel mampu memecah gendang telinga Dafa.


"Kalau begitu foto nya saja."


"Enggak bisa, mama ngak ada waktu mending kamu cari tahu sendiri." Tut. mama sonya langsung mematikan ponselnya.


"Mamaaaaaa!!!!"

__ADS_1


__ADS_2