
"Anak itu pasti melarikan diri lagi,"
"Cepat kau suruh beberapa pengawal untuk mencari keberadaan nya dan bawa dia kemari." titah tuan anggaranaya dengan tegas. Amarahnya sudah hampir diubun - ubun dengan kelakuan putranya yang sangat keras kepala. Sudah hampir 4x ia telah melarikan diri tetap saja lolos.
"Baik tuan akan saya laksanakan, saya permisi." Ucap Darwin.
••
"eh kalian sudah lama menunggu. nay, gimana kabarnya? lama tidak berjumpa." Ucap mama Delia datang dari arah dapur kini mereka saling berpelukan.
"kabar ku baik, oh ya ngomong - ngomong kau semakin tampak lebih awet muda." Puji mama nayra.
"Ah kau bisa aja." Pandangan nya kini teralih kearah gadis yang sedang duduk disamping tuan anantha dengan wajah cemberut nya. Ia begitu mengenal gadis itu.
"Mey kamu ada disini..?" tanya mama Delia mendekati Meyra yang kini terlonjak berdiri dari duduknya.
"Eh Tante. i--- iya."
__ADS_1
"kau mengenal putriku?" tanya mama Nayra begitu terkejut.
"putri..? jadi Meyra itu putrimu...?" tanya mama Delia saking lebih terkejut mengetahui nya. jadi selama ini gadis yang selalu ia sayangi seperti putrinya sendiri ternyata adalah anak sahabat nya?
"Iya dia putriku. Meyra kamu salam sama Tante Delia." Ucap mama Nayra menyentuh bahu putrinya.
tanpa bantahan Meyra menyalami mama Delia dengan begitu gugup. Ini pertama kalinya ia merasa gugup, padahal sudah berkali - kali ia selalu bertemu dengan mama Delia sampai setiap harinya ia selalu datang kerumah itu biasa saja.
"Meyra!!!!!!!" Teriak Gea dari kejauhan mendapati keberadaan sahabat nya yang ia selalu pikirkan. Dan benar saja ternyata ia mengira matanya salah lihat, tidak! dia memang Meyra.
"lah diakan Gea teman Mey saat dirumah?" ucap tuan anantha sering kali mereka bertemu di kediaman tuan anantha disaat akan sarapan pagi bersama - sama.
"gea kamu jangan teriak kayak gitu.. ingat ada tamu, kamu harus sopan." Tegur tuan anggaranaya sedangkan mama Delia hanya menggelengkan kepalanya. Siapa dulu sifat putrinya sama halnya dengannya saat waktu muda.
"hehe maaf pa. Mey ini beneran kamu kan..? aku ngak sedang mimpi kan..?" tanya meyra mencubit pipi Meyra dengan gemas. Ia takut ini hanya halu.
"iya ini aku ge. Meyra temanmu." Ucap Meyra ia tambah lebih gemas dan membalas mencubit pipi Gea lebih keras lagi.
__ADS_1
"aw, benar ini ngak mimpi. aaaa Mey gue kangennnnnn" Gea memeluk temannya itu dengan erat dan menghujaninya beberapa ciuman di wajah nya membuat Meyra kewalahan.
"Sudah - sudah ge. ajak Meyra ke kamar mu dulu, papa berbicara dengan Tante Nayra sama om anantha dulu." Ucap tuan anggaranaya.
"Oke papa. ayo Mey kita ke kamar." Jawab Gea menarik lengan temannya membawanya menuju kamar nya seperti biasanya.
••
Diperjalanan Angga menaiki taksi online lagi, ia begitu kesal kehilangan jejak sang adek. Mulanya ia berpikir meminjam mobil Gea untuk membawanya pergi dari kota jauh dijakarta pusat. Iya males harus berhadapan dengan papanya lagi.
"Ekhem. tuan dari tadi kita berkeliling, tuan sebenarnya ingin kemana..?" tanya sopir taksi basa - basi.
"terserah kemana saja yang terpenting keliling saja jauh dari kota ini. kau tenang saja akan kubayar lebih besar dari penghasilan anda setiap bulannya." Ucap Angga membuat sopir taksi itu kegirangan.
Citttt brukkkk.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️
__ADS_1