
Angga merebahkan bokong nya dikursi nya, ia menatap kearah wanita yang selalu mengusiknya setiap hari dengan datang ke kantor nya membawa makanan setiap paginya. Siapa lagi kalau bukan Debby.
"Sudah ku katakan jangan terlalu setiap hari datang kesini, apa kamu tidak mengerti !" Angga menatap tajam Debby yang hanya senyum tanpa ada rasa salah nya.
"Aku kesini hanya ingin membawakan mu makanan, apa aku salah membawakan kekasihku ?" Ujar Debby dengan melangkah mendekati Angga yang mulai was - was.
"Sudah ku katakan jangan pernah berkata bahwa aku adalah kekasih mu !! ingat aku dan kamu tidak ada ikatan apapun !!" Tegas Angga dengan wajah memerah, Menahan rasa amarahnya.
"Ayolah Angga, come on ! Aku sangat mencintaimu, apa kamu tidak ingin membuka hatimu untuk ku ?!" Debby mendekati telinga Angga mencoba untuk menggoda nya dengan meniup telinga lelaki itu.
"Ini wanita sudah ngak waras lagi ! apa dia lupa aku sudah menikah !!" Batin Angga dalam hati Mengepalkan kedua tangannya.
Debby mendudukkan bokong nya diatas paha Angga dan terlihat perutnya yang membesar. "Apa yang kamu lakukan ?!" pekik Angga.
Debby melingkarkan kedua tangannya dileher Angga, menatap kedua manik mata milik Angga sekilas.
"Apa kamu lupa dengan kataku Angga, bahwa aku tidak akan pernah melepaskan mu sedikit pun, aku akan berusaha membuat rumah tangga mu be-ran-takan..." Bisik Debby, begitu terdengar hembusan nafas yang sedikit hot.
Tatapan mata Angga semakin tajam, amarahnya sudah hampir diubun - ubun tetapi ia berusaha untuk tetap tenang. Ia tidak mungkin akan melukai seorang wanita hamil.
"Brakkk" Pintu dibanting dengan kasar.
__ADS_1
"Meyra ?!" Angga terbangun dari tempat duduknya.
"Angga ternyata kamu... ? Dasar jahat !!!" Teriak Meyra dengan mata berkaca-kaca. Ia berlari keluar ruangan Angga.
"Mey !!! Dengar penjelasan aku !!!" teriak Angga, ia berlari mengejar istri nya.
Debby tertawa jahat melihat kesalahpahaman Antara suami istri itu. "Akhirnya aku bisa membuat dua insan itu bertengkar lagi ! hahahaha !" lalu Debby keluar dari ruangan itu .
Sementara diluar gedung perusahaan anggaranaya.
"Itu kan Angga ! ngapain anak itu kejar - kejaran sama Mey ! astaga tuh anak apa sudah gila istri nya sedang hamil ! ckckck." Ujar tuan anggaranaya yang tidak sengaja keluar dari gedung apartemen bersiniatif mengambil beberapa berkas kelupaan dimobil.
Sehingga ia mencoba mendekati putra dan menantunya yang sibuk adu mulut.
"Maafkan aku !! aku... dia telah menggodaku, wanita itu menggoda ku Mey !!" Ujar Angga, tidak ingin melepaskan genggaman tangan Meyra.
"Hah, wanita itu menggodamu ? " Meyra tersenyum kecut. "Jika dia menggodamu seharusnya menghindar bukannya menikmati nya !!" Seru Meyra dengan cepat menepis tangan Angga.
Angga hanya menundukkan kepalanya, "Maaf." lirih nya.
"Sudahlah aku pulang saja ! " Ucap Meyra, menyetop taksi dan masuk kedalam nya tanpa dicegah Angga.
__ADS_1
"Kalian bertengkar ?" tiba - tiba tuan anggaranaya bersuara dan menaruh lengan nya kebelakang.
Angga mendongak menatap papanya, "Iya pa." jawab Angga merasa bersalah. "Papa akan urus wanita itu, kamu tenang saja." Ucap tuan anggaranaya, menepuk bahu anaknya sekilas.
Angga hanya menganggukkan kepalanya dan memaksakannya tersenyum.
"Kamu susullah istri mu, selesai kan masalah kalian dirumah. nanti soal pekerjaan agar Kayla menyelesaikan nya." Ucap tuan anggaranaya dan Angga hanya menganggukkan kepalanya lagi.
••
"Ma kita mau ngapain sih kesini ma ?" tanya Gea yang kini mama Delia membawa nya masuk kedalam kafe.
"Sudah kamu nanti akan tahu." Jawab mama Delia. Ia sudah melambai ke arah seseorang yang telah menunggu nya duduk di kursi kafe.
"Sonya, maaf aku telat." sahut mama Delia yang kini berpelukan dengan mama Sonya.
"ngak papa, eh ini anakmu ya ?" Tunjuk mama Delia kearah Gea yang sedari tadi hanya Menundukkan kepala.
"Ya, ini putri termuda ku, ayo ge kenalan dulu sama teman mama." Ucap mama Delia mengelus lembut bahu putrinya.
Gea menstabilkan wajah nya menatap kearah mama Sonya, "Gea !"
__ADS_1
"Aunty ?" lirih Gea.
Mereka sama - sama terkejut.