
"arghhhhhhh!" Angga mengacak rambut nya prustasi."Jika begini caranya,dimana aku harus mencari nya?!" Angga memukul kepalanya berkali² pada setir mobilnya.
Ting.
pesan masuk berbunyi.
Angga menghiraukan bunyi ponselnya, pikiran nya sedang kacau dengan hilang nya Meyra sampai sekarang belum ia temukan.
Ting.
Lagi lagi pesan masuk berbunyi.
"ck siapa lagi sih ini! Apa belum puas dia mengerjai ku hah?!" Gerutu Angga ingin melempar ponselnya kembali tetapi ia urungkan dan memilih melihat pesan yang terkirim itu.
"Dasar lemah! Dasar bodoh! Cari istri sendiri saja tidak bisa, bagaimana dengan menyelesaikan pertengkaran rumah tanggamu" -08********
Praghhhh!
Angga membanting ponsel nya begitu saja, tangannya sudah tergepal menahan amarahnya yang sudah diubun - ubun.
"Lemah, bodoh?" Angga tersenyum smirk. "Ya, aku memang Bodoh! Lemah!" teriak Angga.
__ADS_1
••
"hahaha, senang sekali ku mengerjai putraku." ucap tuan anggaranaya yang duduk disofa.
"ini pa, tehnya." ucap mama Delia menaruh teh hijau hangat yang telah ia buatkan untuk suaminya. Lalu duduk disamping suaminya yang hanya senyum tidak jelas sembari melihat ponsel nya.
"papa selingkuh dari mama ya?!" Mama Delia merampas ponsel suaminya. "Apa sih ma, jangan gada - gada deh." ucap tuan anggaranaya ekspresi wajah nya berubah kesal.
Mama Delia hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah membaca pesan yang ada diponsel suaminya.
"Pa, kamu tidak kasihan terhadap Angga selalu kamu kerjain hah?" Tanya mama Delia.
"itu sebagai hukumannya karena telah menyia - nyiakan istri nya sendiri." Ucap tuan anggaranaya. "Dan papa ingin dia belajar dari kesalahannya, meski papa tahu Angga tidak salah." ucap tuan anggaranaya.
selama Angga berada dikorea, tuan anggaranaya sudah menyuruh beberapa pengawal nya untuk mengawasi Debby. Ia tahu Debby tidak akan pernah menyerah demi mengejar sosok Angga.
FLASHBACK...
"nona anda dilarang masuk," pak satpam berusaha mencengah Debby untuk masuk kedalam perusahaan anggaranaya.
"Pak sebentar saja, ini penting! Saya ingin bertemu dengan calon suami saya tuan Angga!" Seru Debby yang mulai kesal.
__ADS_1
"Tapi nona tuan angganya tidak ada disini, saya mohon jangan keras kepala nona." ucap pak satpam itu dengan lembut.
"Ada apa ini ribut - ribut?" Tanya tuan Anggaranaya dengan wajah begitu datar.
"Maaf tuan, nona ini memaksa ingin masuk dan bertemu dengan tuan Angga." Jawab pak satpam dengan menundukkan kepalanya kearah tuan anggaranaya.
"Anda nona Debby ya. Maaf tuan Angga nya sedang tidak ada dikantor, sudah saya usir!" Ketus tuan anggaranaya.
"Atas hak apa anda berani mengusir calon suami saya?! Seharusnya bapak itu mengerti jabatan anda sangat kecil ketimbang anak seorang CEO!" Sinis Debby lalu pergi begitu saja.
Tuan anggaranaya menatap kepergian Debby dengan mengelengkan kepalanya, dengan hati sabar mendengarkan perkataan Debby mampu menyakiti hatinya.
Hingga ia menelpon suruhan nya untuk mengawasi Debby dan mencari tahu seluk beluk wanita itu.
Setelah mengakhiri percakapan nya dengan beberapa suruhan nya.
"pak tolong jika wanita itu datang lagi, lebih baik anda kerasi saja dia. Jangan biarkan dia masuk se inci ujung kaki saja, saya akan memecat anda!" Tegas tuan anggaranaya.
"Jangan tuan!" ucap pak satpam dengan menundukkan kepalanya.
"Tahu takut, jadi ingat perkataan saya." Lalu tuan anggaranaya pergi begitu saja.
__ADS_1
---------------
Jangan lupa mampir juga ke cerita novel pertama ku pernikahan pewaris tunggal, makasih cuma promosi aja hehehe 😁