
Setelah selesai bersiap - siap Meyra dan Gea kini berpamitan dan memilih menaiki sepeda motor menuju mall agar mendapatkan udara segar dijalanan hehehe.
"Mey pelan - pelan naik motor nya, aku takut!" teriak Gea ia memeluk pinggang Meyra begitu erat.
Ini pertama kalinya ia menaiki motor, sebenarnya tadi itu Meyra yang memaksanya menaiki motor tetapi Gea tidak mau dan dengan cara apapun Meyra mengancam Gea jika tidak mau menggunakan motor ia akan mendiamkan Gea dan tidak akan mau berbicara dengan nya lagi dan itu membuat Gea terpaksa mau.
"Ini sudah pelan - pelan! kamu tenanglah saja kita akan segera sampai!" teriak Meyra fokus menyetir motor nya itu.
Tiba - tiba disaat ia akan menuruni jalanan bertanjakan yang berbelok ke kanan.
"Ehhhh - ehhhh kenapa motor nya goyang?" Meyra mulai panik.
Sama halnya dengan Gea yang kini semakin menyebut Tuhannya dengan memeluk pinggang Meyra erat.
"Ya Tuhan, lindungilah hamba.. hamba tidak ingin mati, hamba belum menikah," ucap Gea dalam hati.
Cittt brukkkk
__ADS_1
Motor itu tidak sengaja menabrak dr mobil seseorang yang sudah peyok.
"Aduh gimana nih? kena masalah lagi."Meyra menepuk jidatnya, ia membuka helmnya.
"ge turun sebentar, kita dalam masalah besar." Ucap Meyra menepuk - nepuk lengan Gea yang sedari tadi memeluknya dengan ketakutan.
"Gak mau, aku ngak ingin mati!" teriak Gea ketakutan.
"Makanya turun dulu, kamu ngak ingin mati kan. lihat dulu ini." Ucap Meyra ia turun dari motornya memperlihatkan dr mobil hitam yang sudah peyok akibat nya.
Tiba - tiba seorang pria mendekati mereka, ia membulatkan matanya saking kagetnya saat ia tahu dr mobilnya sudah rusak.
"Whattt! apa yang kau lakukan pada mobil saya?!" seru sosok pria itu tidak terima ia baru keluar dari kafe sebelah.
Ia menatap Meyra yang kini ketakutan, "Maaf saya tidak sengaja tuan, saya akan ganti rugi." Ucap Meyra menundukkan kepalanya.
Sementara Gea bersembunyi dibelakang tubuh Meyra. Ia begitu ketakutan dengan pria yang kini mulai marah - marah kepada Meyra.
__ADS_1
"Maaf kau bilang, ganti rugi kau bilang?" Ia berkacak pinggang dan tersenyum sinis. Ia menatap motor Meyra sejenak dan itu membuat nya semakin tersenyum lebih sinis.
"Apa kau tahu ini dr mobil berapa harganya?!" seru pria itu.
"500 JT, apa kamu bisa Menganti ruginya hah! apa kamu punya uang segitu banyaknya sedangkan kau hanya orang miskin lihatlah motor jelek begini memang nya bisa membayar nya." Ucap pria itu membuat Meyra merasa tersinggung dengan perkataan nya. Ia merasa sedang di jelek - jelekkan oleh Seseorang yang ia tidak kenal itu.
"Mey lebih baik kita pulang saja, yuk." Bisik Gea yang sedari tadi mendengar nya.
Meyra pun memberanikan diri nya ia menatap pria dihadapannya itu dan kini ia yang giliran berkacak pinggang kesabarannya sudah habis.
Sebetulnya ia tadi benar bersalah, tetapi sekarang pria itu malah melontarkan kata yang tidak baik ia pikir siapa? emangnya ia doang yang memiliki segalanya. Mey juga orang punya kali.
"Mau menantang?! silahkan." pria itu tersenyum remeh menatap Meyra yang hanya menatap nya dengan tajam.
"Heyy kalian!" teriak pak satpam yang berjaga - jaga dikafe sebelah, ia melihat dari kejauhan ada keributan jadi ia mendekati mereka.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1