Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 103


__ADS_3

Malam harinya.


Waktu makan malam.


Seperti biasanya seluruh keluarga waktu nya makan malam, sementara Meyra dan Angga tidak turun untuk makan malam. Dan itu membuat mama Delia khawatir.


"Ada apa ma gelisah?" tanya tuan anggaranaya menatap istrinya yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Mey dan Angga tidak turun makan malam,," Jawab mama Delia.


"Astaga papa sampai lupa,, benar juga." tuan anggaranaya baru menyadari tidak ada kehadiran menantu dan putranya disana.


"Bi, tolong bawa makanan ke kamar Mey dan Angga ya bi.." titah mama Delia pada salah satu pembantu yang sedang membereskan beberapa peralatan dapur.


"Baik nyonya."


Sementara Gea yang baru saja selesai mengerjakan tugas skripsi kuliah nya segera menuju meja makan.


Disana ia tidak menyadari keberadaan Meyra dan Angga. Ia mengerti apa yang terjadi membuat Meyra dan Angga tidak turun. Penyebab nya bertengkar pikir nya tapi satu sisi yang tidak ia tahu masalah pertengkaran mereka.

__ADS_1


"Apa aku temui saja mereka?" gumam Gea dalam hati. Ia begitu gelisah karena ia tahu bagaimana jika meyra sedih, bahagia dan masalah pertengkaran pun ia tahu bagaimana keadaan Meyra.


Ia beranjak dari tempat duduknya membuat mama Delia memperhatikan gerak - geriknya.


"Jangan temui kakakmu saat ini, duduklah dan makan.." Ucap mama Delia.


"tapi ma,,"


tatapan tajam mama Delia membuat Gea kembali duduk. "Baiklah.." ia pun dengan paksa memakan makanan nya.


"Bagaimana pa masalah tadi siang?" tanya mama Delia kini beralih berbicara pada suaminya.


"Mama tenang saja, masalah itu sudah papa urusi... lama - lama juga akan ketahuan." Ucap tuan anggaranaya.


Ya, yang mama Delia dan tuan anggaranaya bicarakan masalah tentang perlibatan kesalahpahaman putranya dengan Meyra tentang kehamilan Debby mantan kekasih nya yang baginya sangat licik.


Ia sudah menelpon kedua orang tua Debby yang kini ada di London, untuk segera kembali ke Indonesia secara mendadak. Karena ada sesuatu penting yang ingin harus ia katakan.


*Kamar Mega. (Meyra dan Angga)

__ADS_1


Meyra mondar - mandir didepan kamar nya, karena gelisah Angga suaminya belum kunjung juga keluar dari ruangan kerja nya.


"Apa aku harus meminta maaf padanya tentang tadi siang.." Tanya Meyra pada dirinya sendiri.


"Apa aku telah menyakiti hatinya dengan kata - kataku barusan?" pertanyaan itu selalu saja membuat nya merasa gelisah.


Tanpa Meyra sadari seseorang mendengar kata - katanya sedari tadi. "Kamu tidak perlu meminta maaf, dan anggap saja kejadian pagi tadi itu tidak pernah terjadi dan ungkapan cinta itu anggap saja tidak pernah terjadi..." Ucap Angga yang mulai mengambil bantal dan selimut.


Meyra begitu kaget karena mendapati Angga mendengar pembicaraan nya sejak kapan lelaki itu ada disana pikirnya.


"Kamu tidur di tempat tidur saja aku akan tidur disofa.." Ucap Angga dingin.


"Apa kamu marah pa..daku?" tanya Meyra mendengar suara Angga begitu dingin padanya.


"tidak, aku tidak marah. untuk apa? lagi pula kamu tidak mencintai ku untuk apa? percuma," Ucap Angga ia membaringkan tubuhnya disofa.


Meyra menundukkan kepalanya merasa bersalah lagi atas apa yang ia katakan.


"Dasar mulut, seharusnya tadi itu aku tidak melampiaskan amarahku dengan tidak mencintai nya, dia jadi salah paham kan." Gumam Meyra dalam hati.

__ADS_1


Ia pergi ke tempat tidur nya kembali dan terpaksa malam ini tidur sendirian hanya memeluk bantal guling dan dengan segala kerapuhan nya hari ini.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2