Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 165


__ADS_3

Setengah jam Angga menunggu diruangan persalinan sang adik. Mondar - mandir disana sembari bergumam agar sang adik dan bayi selamat.


"Tuan bisa menemani nona Gea didalam, dia membutuhkan tuan.." Ucap seorang dokter keluar.


"Ya bisa dok." Dengan cepat Angga mengikuti langkah sang dokter masuk kedalam ruangan persalinan Gea.


Gea terlihat menahan rasa sakit pada perutnya, meremas sprei itu kuat - kuat seperti nya rasa sakit itu mulai terasa.


"Kakak tolong temani Gea disini." Gea menatap sang kakak dengan mata berkaca-kaca menahan rasa sakit.


Beberapa perawat dan dokter masih menunggu pembukaan ketiga, dan bersiap - siap menunggu jika bayi itu akan mulai keluar.


"Kakak Gea sudah tidak tahan ini sakit." Rintih Gea, tangannya menarik lengan sang kakak begitu kuat.


"Tahan ya ge, kamu harus tahan." Ucap Angga yang juga ikut menahan sakit pada tangannya yang dicengkeram begitu kuat oleh Gea.


"Kakak ge udah gak bisa tahan lagi." Teriak Gea.


Angga begitu sangat panik, apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Nona Gea anda boleh bisa menyeden..." Ucap sang perawat yang mulai bersiap - siap terlihat kepala bayi mulai terlihat.


Dalam hitungan itu Gea mulai menyedan dengan kuat. "Ekhhhhh!!!!" teriak nya kuat - kuat.

__ADS_1


"ayo sedikit lagi nona." ucap sang suster lagi.


"Ini sudah suster, aku udah gak tahan!" geram Gea, rasanya pinggang nya terasa mau patah sampai ubun - ubun kepalanya.


"Ayo ge kamu pasti bisa,,, semangat!" Angga menyemangati sembari menangis menahan rasa sakit pada tangan nya yang dicakar habis oleh sang adik hingga luka akibat kukunya.


"Ekhhhhhhh!!!!!" lagi - lagi Gea menyedan, keringatnya membanjiri keningnya dan------


Brakkkk!!!


Pintu dibanting dengan keras lalu ditutup, semua menoleh kearah nya.


"Kamu kemana saja Dafa!!! kamu tahu, bayi kita akan lahir!!! cepat gantikan kak Angga!!!!" Teriak Gea menarik rambut suaminya itu.


"Aw shitttt... sakit ge!!" pekik Dafa.


lalu terdengar suara tangisan bayi yang begitu sangat kencang memenuhi ruangan itu membuat Angga yang melihat nya tangis bahagia dan sama halnya dengan kedua pasangan yang akan menjadi orang tua itu.


"Selamat nyonya... tuan bayi anda laki - laki." Ujar perawat menggendong bayi Gea dan menaruhnya didada kiri Gea.


Gea yang melihat bayi yang


kecil memiliki bibir Semerah cerry dan berkulit sangat putih menangis sangat kencang. Membuat nya ikut menangis terharu sama halnya dengan Dafa meski bayi yang lahir dari rahim Gea bukan anak kandung nya, tetapi ia akan menganggap bayi itu adalah anak kandung nya sendiri.

__ADS_1


"Sayang lihatlah putra kita sangat tampan, dia sama tampannya denganmu." ujar Gea memandangi wajah putra nya.


"Iya sayang, kita jadi orang tua." Ucap Dafa mencium kening istrinya lalu mencium putranya.


"Makasih sayang kamu lahir kedua ini." Ucap Dafa kembali mencium bayi nya.


"Selamat ya ge, kakak ikut senang." Ucap Angga memeluk sang adik, ia ikut berbahagia dengan kebahagiaan adiknya.


"Makasih kak."


••


5 bulan kemudian....


Ting tong.


Suara bell berbunyi didepan rumah Angga, yang dibeli oleh Debby beberapa bulan yang lalu.


"Iya tunggu sebentar!" Angga sibuk mengurus Della yang diberikan nama anaknya yang belum tahu pasti bahwa itu anaknya.


sembari menggendong Della yang menangis digendongannya, ia berlari ke depan pintu.


"Siapa??" Angga membuka pintu rumah tidak ada siapapun, hanya ada sebuah kotak kecil disana lalu ia mengambil nya.

__ADS_1


ketika tangisan Della semakin kencang membuat nya merasa panik.


"Kemana sih Debby?? udah tahu anaknya nangis dirumah ditinggalkan." gerutu Angga menenangkan putri nya sembari membawa kotak itu masuk.


__ADS_2