
Meyra sudah kembali ke mansion orang tuanya. Ia begitu terlihat kesal dengan sikap pria asing yang ia jumpai itu.
"Saya ingin melihat wajah mu secara langsung,"
"Ternyata kamu lumayan cantik juga,,"
Meyra membanting pintu mobil taksi yang ia tumpangi itu begitu keras. Benar - benar kesal, sangat kesal.
"Hanya ingin melihat ku saja? ck.. bukankah dia sudah melihat nya dari awal, menyebalkan.." Ucap Meyra terhadap diri sendiri.
"Eh non Meyra sudah pulang,," Sapa pak satpam yang membukakannya pintu. Meyra tidak membalas perkataan pak satpam (Budi), hanya pergi begitu saja. Tanpa mengucapkan terima kasih sedikit pun, ngak seperti biasanya.
Pak Budi mengaruk kepalanya yang tak gatal itu memandang anak majikannya itu dengan heran.
"Kenapa dengan non Meyra, ngak seperti biasanya?" Gumam pak Budi.
Meyra sudah sampai diruang tamu baru ingat, "Astaga aku lupa.." Ia membalikkan badannya kembali keluar menemui pak Budi.
"ada apa non kok kembali?"
"Terima kasih pak..." Jawabnya pergi masuk begitu saja.
Pak Budi hanya tersenyum dan menggeleng - ngelengkan kepalanya tidak mengerti apa yang terjadi pada anak majikannya.
"Eh non Meyra sudah pulang," ucap bibi Endang pembantu rumah tangga. "Iya bi,," Jawab Meyra.
__ADS_1
"Oh ya non,, tadi tuan nelpon katanya nomor telepon kamu ngak bisa dihubungi jadi, non disuruh telpon balik.. katanya sih ada sesuatu penting.." Ucap bi Endang yang sedang memasak didapur.
"Sesuatu yang penting?" pikir nya. "Ya udah bi kalau gitu, aku kekamar dulu..." Jawab Meyra berlalu pergi.
"Iya, non.." Balas bi endang.
Gea yang mengetahui temannya itu sudah pulang segera bangkit dari tempat tidurnya. Dengan cepat ia mendekati temannya itu dan mengintrogasinya.
"Mey, kamu ngak apa - apakan? apa kamu dilukai? atau kamu—"
"Sttttt... orang itu ngak apa - apain aku kok.. nih buktinya aku ngak papa.." Meyra tertawa kecil kepada temannya itu yang selalu menghawatirkan nya.
"Ohhh syukurlah kalau begitu..." Gea kini merasa lega. Ia bisa lagi menjernihkan pikiran nya kembali.
"Apa kamu tahu pria tadi yang menelponku itu,, ternyata pria yang telah memperkosaku itu. dan lebih menyebalkan nya lagi dia malah bilang cuma pengen ketemu aku aja." Ucap Meyra panjang lebar dengan wajah nya mulai kesal mengingat kejadian saat ia berada dikamar hotel bersama pria yang ia belum tahu namanya.
"Ahh, jadi kakak menelpon Meyra.. pantesan ngak mau dihubungi.." Gumam Gea.
"Ge... Gea?" Meyra melambaikan tangan nya kearah Gea yang melamun itu.
"hah, maafkan aku Mey... aku pergi dulu sebentar yah, aku mau ketemu teman dulu. bye" Ucap Gea terburu - buru dari sana.
"loh Gea tun— yah tuh anak..." Meyra menghembuskan nafasnya dengan berat.
Dreeeet .. dreeeet...
__ADS_1
Ponsel miliknya berbunyi dan dengan cepat Meyra mengangkatnya. Dan benar dugaannya itu papanya sendiri.
"Ha..lo pa,," Jawabnya ragu.
"Mey, papa akan pulang malam ini juga.. jadi kamu siapkan diri kamu dalam beberapa hari.. okey"
"Tapi pa—
Tut...
"Yah,, dimatikan lagi.. yah sudahlah lebih baik aku keluar ketemu teman, males juga dirumah ngak ada Gea.." Ia mengambil tas selempang nya dan mengambil kunci mobilnya.
"Astaga, kenapa aku lupa bukannya aku punya mobil.. kenapa harus naik taksi segala kehotel tadi ya?" Gumamnya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1