
Taman belakang kediaman tuan anantha Prayoga.
Drttt.. drttt... Gea berusaha menghubungi kakaknya yang ia ketahui bahwa sang kakak nya sudah kembali ke Indonesia.
Tetapi berkali - kali ia menghubungi tidak ada jawaban sama sekali pun. hanya terdengar nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan.
Kini sampai ke 15 X kalinya tidak ada jawaban pun.
"ck .. dasar punya kakak. pasti sibuk dengan kekasih nya itu," Ucap Gea mengingat bahwa dirinya pernah dikenalkan dengan Mia oleh kakaknya itu. Saat itu tidak salah dihari ulang tahun nya tanpa ia ketahui bahwa sang kakak nya mengundang kekasih nya diacara ulang tahunnya yang ke 19 bisa dibilang sudah hampir 1 tahun yang lalu, ia masih ingat itu.
"Gea," seru Meyra yang tiba - tiba datang dan memengang pundaknya.
"Cjendufjejiendheje," kaget Gea. Ini kedua kalinya dibuatnya kaget dan orang yang sama dan seperti biasa nya akan berakhir membuat Meyra tertawa dengan suara yang tidak jelas.
"Ishhhh, Mey kamu ini kagetin aku terus. sudah tahu aku sering jantungan.." Kesal Gea dengan mengerucutkan bibirnya.
"Hehehe maaf, oh ya.. Gea aku sudah memutuskan untuk menerima perjodohan itu." Ucap Meyra dengan memantapkan pikiran nya.
"Whattt?" pekik Gea.
"Iya, aku akan tetap menerima perjodohan itu dan mengorbankan anak dalam kandungan ini harus.." tiba - tiba Meyra memotong pembicaraan nya dengan menghela nafasnya dengan berat.
__ADS_1
"harus apa?" tanya Gea mulai mengerutkan keningnya.
"harus mengugurkannya." Lirih Meyra.
"whatt? Mey tidak! itu tidak boleh kamu tidak boleh menggugurkannya. ingat ayah dari bayi itu sudah berjanji untuk menikahi mu meski itu kontrak tetapi kamu harus tahu dia sudah mau bertanggung jawab" Seru Gea. Ia tidak terima bahwa temannya itu memilih perjodohan ketimbang masalah dari bayinya itu.
"tapi mau bagaimana lagi? aku ngak bisa membatah perkataan papa, lagi pula aku akan berbicara dengan pria itu. aku akan menemuinya dihotel tempat kemarin.." ucap Meyra ingin melangkahkan kakinya.
"Kakak sudah pulang, dia sudang pulang kamu ngak bisa menemuinya." lirih Gea.
"Ohhh. kakak mu sudah pulang, terus apa kamu punya nomor telepon nya aku akan menghubungi nya." ucap Meyra menatakkan tangannya.
"nanti aku yang akan bicara padanya, aku akan meyakinkan nya bahwa ia tidak perlu bertanggung jawab.. dan kamu jika keputusan mu seperti itu aku ngak bisa memaksa.." Jawab Gea langsung pergi begitu saja masuk ke dalam rumah meninggalkan Meyra sendirian di taman belakang.
...🇮🇩🇮🇩🇮🇩...
Dikafetaria
"Sayang kadonya mana?" tanya Mia yang baru saja sampai dikafetaria seperti biasanya mereka datangi.
"Kamu duduk dulu, ada yang ingin aku katakan sebelum itu.." Ucap Angga mendudukkan kekasih nya itu.
__ADS_1
Prok.. prok.. Angga menepuk kedua tangannya dua kali.
"Pelayan," seru Angga kepada pelayan yang telah ia bayar tadi untuk memberikan kejutan kepada kekasih nya itu.
Beberapa pelayan mendekati meja tempat mereka dengan membawa beberapa makanan yang didorong dengan trolly. Dengan satu lagi kue berukuran besar yang dihiasi dengan emas dan berlian asli membuat Mia yang melihat nya menatap nya dengan begitu senang.
Ada juga satu pelayan membawakannya makanan khusus spesial satu kue berukuran kecil dan menghidangkan nya tepat didepan nya.
"Ini semua untuk ku?" Ucap Mia dengan ekspresi begitu senang.
Terkecuali Angga yang sedari tadi terdiam dengan ekspresi wajah dinginnya.
"Iya ini semua untuk mu sayang," Ucap Angga mengenggam tangan kekasihnya itu lalu menciumnya.
"Dan sekarang kamu bukalah kue yang didepanmu itu ada kejutan yang lebih indah lagi." bisik Angga membuat mata Mia kembali begitu senang.
Mia membuka penutup kue yang berukuran sedang itu dan benar terkejut isinya cincin berlian yang begitu sangat mahal dan mewah benar - benar indah.
"Bagaimana kamu suka kan?" Ucap Angga dengan menaik turunkan alisnya.
"Aku suka banget.. makasih sayang." Ucap Mia mencium bibir kekasih nya itu.
__ADS_1
Angga menyunggingkan senyum nya dengan licik, "Ini baru permulaan Mia, aku akan melakukan rencana selanjutnya. kamu pikir aku ngak tahu apa yang kamu lakukan selama aku pergi.." Gumam Angga dalam hati.