Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part138


__ADS_3

Jam masih menunjukkan pukul 14.30


"Apa aku harus ke Korea yah ? " Gumam Meyra menatap kearah jam di dinding .


"Meyra ?" Mama Delia menyentuh bahu menantunya yang sedari tadi ia lihat hanya berbicara sendiri.


"eh iya ma."


"Kamu itu kenapa ? kok bicara sendirian."


"Kalau ada yang kamu pikirkan ? Cerita aja ke mama."


Meyra menggigit ujung jari telunjuknya, "eee itu ma, mey lagi kepikiran tadi siang kak Andre telpon katanya papa sakit sudah hampir 3 bulan." Tutur Meyra.


"Apa ! sakit ?" Pekik mama Delia.


Meyra hanya menganggukkan kepalanya.


"em ma boleh ngak Mey izin ke Korea. Mey pengen ketemu sama papa beberapa hari."


Mama Delia berpikir, "Ya deh mama izinin tapi janji cuma beberapa hari terus balik lagi ya."


"Ya ma Mey janji." Meyra tersenyum senang, ini hari yang ia tunggu - tunggu. Ia juga lagi kangen dengan keluarga nya di Korea.


"Kalau gitu Mey siap - siap dulu." Ucap Meyra berjalan menuju kamar nya.


••


Bandara internasional Soekarno Hatta

__ADS_1


Dua adik dan kakak ipar itu saling berpelukan seperti akan ada rindu diantara mereka.


"Mey inget sampai disana jangan lupa kabari lewat telepon."


"Okey." Meyra mengacungkan jempol nya.


"Ya udah aku pergi dulu." Meyra mendorong kopernya dan melambaikan tangan nya.


"Hati - hati sampai tujuan !!" Teriak Gea dengan membalas lambaian tangan nya.


Meyra hanya tersenyum dari kejauhan.


"Biarin aja Angga tahu aku pergi, biar tahu rasanya kehilangan aku hihi." Gumamnya lirih.


••


Malam harinya waktu nya mereka makan malam, semua keluarga sudah berkunjung dimeja makan kecuali Meyra yang tidak menampakkan batang hidungnya.


"Ma, Mey mana ?" Tanya Angga yang mendudukkan bokongnya dikursi tepat samping Gea.


"Mey ?" Pikir mama Delia.


Mama Delia menepuk jidatnya, ia baru ingat.


"O iya mama baru ingat, Dia pulang ke Korea." Ucap mama Delia biasa saja sibuk mengambilkan suaminya nasi dipiring.


Brakkkkhhh


"Kenapa mama ngak bilang sama Angga dulu!!" Seru Angga.

__ADS_1


Ia dengan cepat naik keatas menuju kamarnya, mengambil kunci mobilnya dan jaketnya.


"Ma, aku pamit nyusul Mey dulu !" teriak Angga, berlari ke luar dengan baju kaos polos hitam dan celana pendek selutut nya dan rambut masih acak - acakan.


"Eh Angga tunggu dulu !" teriak mama Delia ingin menyusul putranya.


"Sudahlah ma, biarin aja." Tegur tuan anggaranaya.


"Iya ma, kakak terlalu Bucin sama kak Mey ngak mau pisah tuh makanya nyusul." Sambung Gea.


Mama Delia hanya menghela nafas nya.


••


"Ck sial, Mey kamu ngak bisa kayak gini ! aku ngak bakalan buat kamu ninggalin aku !" Gumam Angga dalam hati.


Ia sibuk menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak peduli dengan kata orang - orang yang menegurnya karena menggunakan mobil ugal - ugalan terlebih lagi ini sudah malam. Ia hanya ingin secepatnya sampai dibandara untuk menyusul Meyra ke Korea, tanpa harus membawa beberapa baju.


••


Meyra yang sudah sampai dikorea, menunjukkan pukul 22.15, bersorak lega.


Sudah beberapa bulan ia tidak ke Korea kota kelahirannya, ia berjalan keluar bandara dengan langkah pelan. Tetapi ia sedikit merasa risih orang - orang memandang ke arah nya dengan tatapan penuh kagum.


"Wah dia terlihat tampan sekali !"


"Dia seperti idola saja, sangat tampan !"


"Iya, andai saja aku bisa memiliki nya !"

__ADS_1


"Seperti nya dia orang luar deh dan lihat saja seperti nya dia juga bukan orang biasa kayak kita !"


__ADS_2